Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Selamat Datang di BPTP-Jambi
jambi dlm angka
krpl
Sinartani
eproduk
katam

Forum Litbang/Katalog Online

Kalender Kegiatan 2014

Pengunjung online

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini36
mod_vvisit_counterKemarin202
mod_vvisit_counterMinggu ini36
mod_vvisit_counterBulan ini5076
mod_vvisit_counterAll201940
Berita Terkini
Sosialisasi Pusat Unggulan Iptek (Center of Excellence) PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Endang. S   
Kamis, 01 Mei 2014 12:20

Faktanya pertambangan disamping memberi kontribusi signifikan bagi perekonomian, juga berpotensi mengubah bentuk alam dan menimbulkan pencemaran. Oleh karenanya Konsorsium Pusat Penelitian Teknologi Reklamasi Lahan (Puslitek Rekla) melaksanakan Sosialisasi Pusat Ungulan Iptek  (Center of Excellece) diruang Mayang Mangurai Kantor Bappeda Provinsi Jambi tanggal 30 April 2014 yang terlaksana atas kerjasama 4 lembaga terkait yaitu Ristek, Balitbangda Provinsi Jambi, Lembaga Penelitian Universitas Jambi  (Lemlit UNJA) dan BPTP Jambi.

Kegiatan sosialisasi bertujuan untuk menjelaskan mekanisme Konsorsium serta membangun kolaborasi dan kerjasama antar litbang dan non litbang yang mengacu pada road litbangrap pada masterplan yang telah disepakati guna mendukung terwujudnya industri berdaya saing, peningkatan pruduk untuk kemandirian bangsa.

Pada kesempatan ini juga dilaksanakan penandatanganan kesepakatan kerjasama antara konsorsium  Puslitek Rekla dengan Pusat Unggulan Riset Pengembangan Lahan Sub Optimal (PUR-PLSO) Universitas Sriwijaya, setelah acara dibuka oleh Gubernur Jambi yang diwakili oleh Staf ahli gubernur bidang pembangunan Drs. H. M. Dianto, M.Si. Acara sosialisasi dihadiri oleh kurang lebih 150 orang peserta, serta nara sumber yang berasal dari BBSDLP, Litbang/Bappeda Provinsi/Kabupaten/Kota se-Sumatera, Dinas instansi terkait Pemda Jambi, DPRD Provinsi Jambi, BPTP Jambj, Lemlit UNJA, perusahaan Batubara, PTP Nusantara VI, Pertamina, Petrocina dan Indo Sawit Subur.  Pada tahap awal kegiatan ini, sangat diharapkan partisipasi dana dari peserta Konsorsium yaitu Lemlit Unja, Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah serta dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian cq. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian  (BPTP) Jambi.


LAST_UPDATED2
 
Kebun Bibit di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Endang. S   
Senin, 28 April 2014 00:00

Kebun Bibit Desa (KBD) biasanya selalu ada pada setiap desa yang ada Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di setiap kabupaten di Provinsi Jambi. Tapi kali ini BPTP membangun Kebun Bibit yang namanya berubah menjadi Kebun Bibit Lapas (KBL) yang berlokasi di Lapas Kelas II Jambi. Ini adalah bukti peran aktif  BPTP Jambi dalam melakukan pembinaan kepada masyarakat luas termasuk kepada penghuni tahanan Lapas Jambi, dalam memanfaatkan pekarangan dengan membangun Kebun Bibit  pada Lapas kelas II A Jambi. Beberapa jenis bibit sayuran sudah ditanam di KBL seperti, bayam, kangkung, pakcoi, Tomat, Selada merah dan lain-lain.

KBL memberikan kepuasan tersendiri kepada para penghuni tahanan yang telah berperan aktif dalam membangun dan memelihara KBL selama ini, atas kunjungan Gubernur Jambi pada tanggal  27 April 2014 dalam rangka tahun emas hari bakti pemasyarakatan ke-50.  Setelah Upacara Bendera yang bertemakan "Dengan tahun emas kita wujudkan pemasyarakatan yang inovatif, bersih dan bermartabat" dilaksanakan oleh Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM di Provinsi Jambi.

Diharapkan keberlanjutan KBL dapat memberikan peran penting dalam mensuplai kebutuhan sayuran dalam Lapas Kelas II A Jambi dan menjadi ajang contoh kepada Lapas-lapas yang lain khususnya Lapas di Provinsi Jambi.  Disamping itu, manfaat yang sangat diharapkan dari kegiatan KBL dengan melibatkan para nara pidana yang ada di Lapas adalah keterampilan bagi nara pidana dalam membuat bibit-bibit tanaman dan sayuran, sehingga pada waktu mereka dibebebaskan dapat berguna atau menjadi objek usaha/bisnis pembibitan yang sangat menguntungkan.

LAST_UPDATED2
 
Kunjungan Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) di BPTP Jambi PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Defira Suci Gusfarina, SP   
Rabu, 26 Maret 2014 13:13

Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Pertanian (BBP2TP) sesuai Permentan No.16 tahun 2006 disamping tugas pokoknya melaksanakan pengkajian dan pengembangan teknologi pertanian juga melakukan koordinasi dan pembinaan terhadap BPTP. Fungsi koordinasi dan pembinaan terhadap BPTP dilaksanakan dengan memanfaatkan jaringan penelitian dan/atau lembaga litbang lainnya. Selain itu, BBP2TP juga berperan dalam pembinaan pengembangan sumberdaya manusia (termasuk pembinaan karier struktural dan fungsionalnya) serta melakukan koordinasi dan pembinaan dalam publikasi hasil-hasil penelitian/pengkajian yang telah dihasilkan BPTP.

Oleh karena itu Kepala BBP2TP dan Tata Usaha BP2TP Bapak Dr. Ir. Agung Hendriadi, M. Eng. dan Ikariyanto Haryadi, SE yang datang ke acara Temu Koordinasi Kehumasan Dirjenbun Kementerian Pertanian, meluangkan waktu untuk bertatap muka dengan segenap Karyawan dan karyawati BPTP Jambi pada hari kamis 20 Maret 2014. Pada kesempatan itu Kepala BPTP Bapak Endrizal memaparkan hasil kegiatan BPTP Jambi 2013 dan rencana kegiatan 2014. Kepala BBP2TP mengapresiasi baik hasil kegiatan BPTP Jambi 2013 terutama yang melampaui target. Beliau juga mengingatkan agar Rencana Straegis (Renstra) 2015 sudah ada pada awal Juli dengan keyword Pembangunan Pertanian Bio Industri yang berkelanjutan berbasis spesifik lokasi, sehingga pada tahun 2015 BPTP tidak lagi berbicara mengenai pendampingan. Disamping itu beliau juga mengingatkan tentang disiplin kerja terkait tunjangan kinerja dan persiapan peresmian gedung baru BPTP Jambi, yang sebelumnya sudah ditinjau beliau. Kepala BBP2TP menginginkan pada acara peresmian renovasi gedung baru BPTP Jambi akan diusahakan agar bisa dihadiri oleh Bapak Menteri Pertanian.

LAST_UPDATED2
 
Temu Koordinasi Kehumasan Kementerian Pertanian di Jambi PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Rima Purnamayani, SP, M.Si   
Rabu, 26 Maret 2014 12:06

Isu lingkungan yang dikaitkan dengan pembangunan kelapa sawit di Indonesia diantaranya bahwa perkebunan kelapa sawit menjadi penyebab rusaknya lingkungan, pemanasan global dan perubahan iklim serta meningkatnya emisi Gas Rumah Kaca (GRK). Isu-isu tersebut dapat diatasi dengan menerapkan pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan. Terkait hal tersebut, dalam rangka penyebarluasan program pengembangan perkebunan kelapa sawit, Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian menyelenggarakan Temu Koordinasi Kehumasan Kementerian Pertanian di Jambi tanggal 19-21 Maret 2014. Tema yang diusung pada acara ini adalah Pengembangan Kelapa Sawit Berkelanjutan Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca”.

Acara ini dihadiri oleh para pejabat di bidang kehumasan lingkup unit eselon I Kementerian Pertanian, pejabat fungsional pranata humas dan wartawan, yang bertujuan untuk menambah pengetahuan dan wawasan mengenai program dan kebijakan pembangunan perkebunan, menyamakan persepsi dalam menjawab isu yang berkembang di masyarakat terkait dengan bidang lingkungan serta memberikan informasi mengenai Program Pembangunan Perkebunan Berkelanjutan kepada peserta dan masyarakat luas melalui media massa.

Temu Koordinasi Kehumasan dibuka oleh Direktur Jendral Perkebunan Kementerian Pertanian yang diwakili oleh Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi. Dalam sambutannya, beliau menyatakan bahwa pengembangan kelapa sawit untuk mengurangi emisi GRK harus dikembangkan dengan menerapkan ISPO (Indonesia Sustainable Palm Oil), yang berorientasi pada 3 pilar pembangunan berkelanjutan yaitu profit, people dan planet.  Salah satu dari 7 prinsip ISPO yang ketiga ini adalah pemantauan dan pengelolaan lingkungan, yang meliputi mitigasi emisi GRK. Selanjutnya penyampaikan materi “Kebijakan Pengembangan Kelapa SawitBerkelanjutan” dari Direktur Tanaman Tahunan Ditjenbun, dan ”Pembangunan Pertanian dan Adaptasi Perubahan Iklim” oleh Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Lingkungan, Turut memberi materi, Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian Dr.Agung Hendriadi, M.Eng (Pelaksana Tugas) dengan topik “Mitigasi dan Adaptasi Emisi Gas Rumah Kaca pada Pengembangan Kelapa Sawit”.

BPTP Jambi melalui kegiatan ICCTF (Indonesian Climate Change Trust Fund) melaksanakan demplot “Pengelolaan Lahan Gambut secara Berkelanjutan untuk Mengurangi Emisi GRK dan Mengoptimalkan Produktivitas Tanaman” di Desa Arang-arang Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Muaro Jambi. Demplot inilah yang menjadi tujuan kunjungan lapangan/Field Day dalam acara Temu Koordinasi Kehumasan ini. Di lapangan, para peserta mendapat penjelasan umum mengenai kegiatan ICCTF yang telah diaksanakan pada fase I (kegiataan ICCTF tahun 2010 sampai 2011) dan kegiatan ICCTF fase II (kegiatan ICCTF yang dilaksanakan tahun 2013 sampai 2014), yang mencakup aspek-aspek pengelolaan lahan gambut dengan kelapa sawit yang ramah lingkungan sehingga dapat mengurangi emisi GRK. Dalam kesempatan itu, Dr.Ir. Made Subiksa menyampaikan pada fase I tanaman sawit masih berumur tiga tahun dan kanopinya belum begitu menutupi sehingga pada gawangannya memungkinkan untuk menanam tanaman jagung dan kacang tanah. Untuk mengurangi emisi dan meningkatkan pertumbuhan tanaman diberikan amelioran berupa pupuk kandang, tankos, pugam A dan T dantanah mineral. Dari kegiatan tersebut  didapatkan bahwa amelioran pupuk kandang memperlihatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung dan kacang tanah lebih bagus dibanding penggunaan amelioran tankos, pugam dan tanah mineral. Disamping pengukuran emisi juga dilakukan pencatatan iklim dengan AWS dan pengukuran tinggi air permukaan menggunakan pizometer. Selanjutnya peserta mendapatkan penjelasan mengenai teknis pengambilan GRK, pengukuran tinggi muka air menggunakan piezometer dan melihat subsiden yang sudah terjadi.

Diharapkan agar para pejabat kehumasan/pranata humas dan wartawan dapat memberi masukan, saran dan tanggapan serta dukungan dan partisipasi dalam penyempurnaan program pembangunan perkebunan berkelanjutan yang dapat menjadi dasar bagi penyusunan kebijakan pembangunan perkebunan dimasa yang akan datang.

LAST_UPDATED2
 
Berawal Dari Krpl, Desa Semau Maju Ke Tingkat Nasional Dalam Optimalisasi Lahan Pekarangan Asri, Produktif Dan Lestari PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Ir. Linda Yanti, M.Si   
Senin, 24 Maret 2014 08:29

Kondisi lahan dengan tipologi lahan pasang surut dan tipe luapan potensial dengan tipe luaran air B ternyata tidak menyurutkan masyarakat di Desa Semau untuk mengoptimalkan lahan pekarangan dengan berbagai tanaman sayuran, TOGA dan tanaman pangan lokal. Hal ini terlihat dari usaha yang berkelanjutan dalam mengelola tanaman di pekarangan rumah yang akhirnya membuahkan hasil Desa Semau muncul sebagai finalis 6 besar tingkat Nasional lomba HATINYA PKK (Halaman, Asri, Teratur, Indah dan Nyaman), TOGA (Tanaman Obat Keluarga), LBS (Lingkungan Bersih Sehat). Bertepatan dengan prestasi tersebut pada hari Jum’at (7 Maret 2014) lalu Desa Semau, Kecamatan Bram Itam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat dikunjungi oleh tim Penilai Tingkat Nasional dari Pokja 3 pusat  yaitu ibu Ismarliah Iswarto dan Arolis Mubyalaras yang mengevaluasi dan melihat secara langsung kegiatan yang telah dilakukan oleh masyarakat di wilayah ini.

Penilaian diawali dengan acara seremonial pembukaan yang dihadiri oleh Wakil Bupati Kabupaten Tanjung Jabung Barat dengan segenap jajaran SKPD dan tim PKK Provinsi dan Kabupaten, serta Badan Ketahanan Pangan dan Bakorluh Provinsi dan BPTP yang selama ini telah menginisiasi pembinaan melalui m-KRPL di Desa Semau. Disamping itu juga hadir Camat, seluruh Kades dan KWT se Kecamatan Bram Itam, Tungkal Ilir dan Betara dengan jumlah yang hadir sekitar 460 orang. Pada kesempatan tersebut tim penilai memberikan arahan tentang fokus penilaian dan yang menjadi perhatian adalah spesifik wilayah ini dengan kondisi alam yang kurang mendukung tapi mampu mengelolanya menjadi produktif. Selanjutnya Bapak Wakil Bupati, Katamso SA, SE, ME, menutup arahannya dengan berharap agar hasil penilaian nanti memberikan apresiasi terbaik bagi Desa Semau untuk meraih juara 1. Saat ini rumah yang menerapkan RPL sudah mencapai 200 rumah (yang semula 25 rumah). Penilaian dilakukan dengan mengunjungi sebagian besar rumah dan tim penilai didampingi oleh PPL Semau dan beberapa kepala SKPD terkait serta BPTP. Tim penilai begitu takjub dengan apa yang sudah diperbuat oleh masyarakat setempat, tak terkecuali KBD yang penuh dengan bibit – bibit sayuran sebagai pensuplai bibit kepada masyarakat sekitar sudah berjalan dengan baik. Pada hari itu semua masyarakat tumpah ruah  disepanjang jalan desa, karena momen tersebut diramaikan juga oleh kehadiran anak – anak SD dan SMP. Dinas perikanan berpartisipasi dengan mengadakan demo produk olahan ikan, yang seiring dengan gerakan “ayo makan ikan”. Pada intinya adalah apa yang sudah diraih oleh masyarakat Semau tidak lepas dari akselerasi sinergi antara semua pihak yang terpanggil untuk memberdayakan masyarakat dengan keterbatasan lahan mampu mengangkat potensi tersembunyi yang berbuah prestasi.

LAST_UPDATED2
 


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
Joomla Templates by JoomlaVision.com