Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Selamat Datang di BPTP-Jambi
katam
krpl
Sinartani
eproduk
jambi dlm angka

Forum Litbang/Katalog Online

Pengunjung online

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini181
mod_vvisit_counterKemarin216
mod_vvisit_counterMinggu ini1167
mod_vvisit_counterBulan ini6019
mod_vvisit_counterAll209121
Berita Terkini
Lomba Pengolahan Pangan Lokal Pekan Bakti Agroinovasi BPTP Jambi PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Ir. Linda Yanti, M.Si   
Rabu, 17 September 2014 11:01

Lomba pangan lokal yang merupakan rangkaian dari Pekan Bhakti agro Inovasi BPTP Jambi terlaksana dengan antusias dari para peserta Kelompok Wanita Tani dari kabupaten Batanghari, Muaro Jambi dan Kota Jambi yang berjumlah 9 KWT. Lomba yang dilaksanakan pada hari kedua Pekan Bhakti tersebut  dibuka secara resmi oleh ibu DR. Handewi Purwati Salim, yang mewakili Kepala Badan Litbang Pertanian pada pelaksanaan Pekan Bhakti di Provinsi Jambi dan didampingi ibu Ketua Dharma Wanita BPTP Jambi, Ir. Julistia Bobihoe. Pada kesempatan tersebut beliau sangat menyambut baik pelaksanaan acara ini dan berharap produk-produk pangan lokal yang dihasilkan dapat dikembangkan lebih luas.

Penjurian dilakukan dengan suasana santai tapi cermat oleh tim juri yang berasal dari Badan Ketahanan  Pangan Propinsi Jambi, PKK Provinsi Jambi dan Balai Pelatihan Pertanian Jambi. Saat yang dinanti-nantikan untuk pengumuman pemenang oleh tim juri akhirnya sampai juga dan lomba kali ini dimenangkan oleh ; Kelompok Wanita Sumber Waras I sebagai Juara I dengan olahan “Pancake Ubi Jalar Pisang  Selai Rosela dan minuman Wedang Jahe”, diikuti oleh juara II dan III  yaitu dari Kelompok Wanita Melati dengan olahan Mie Goreng Ubi Rambat Kuning  dan Butter Ballen serta Kelompok Wanita Sejahtera dengan olahan andalannya Kue Talam Ebi/Gandus dan Onde-onde Ubi Jalar.

Perwakilan KWT Sumber Waras I dalam wawancaranya dengan tim website menjelaskan bahwa ide pembuatan olahan pangan lokal ini berawal dari keinginan memanfaatkan tanaman pangan lokal yang ditanam di pekarangan rumahnya.  Ubi jalar, pisang lilin dan rosella merupakan beberapa jenis tanaman yang ditanam di pekarangannya.  Setelah melewati uji coba berkali-kali, akhirnya ia memberanikan diri untuk mendaftar pada lomba olahan pangan lokal BPTP Jambi ini.

Acara lomba pangan lokal ini ditutup dengan pesan dari tim juri bahwa semua peserta pada prinsipnya adalah pemenang terutama dalam menggalakkan pangan lokal non beras dan terigu.

LAST_UPDATED2
 
Sosialisasi m-P3MI Berbasis Tanaman Sirsak dan Tanam Perdana Sirsak Ratu di Kota Sungai Penuh PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Dr. Araz Meilin   
Rabu, 17 September 2014 00:00

Kota Sungai Penuh dalam mengembangkan Sistem Inovasi Daerah (SIDa)  berkonsentrasi kepada  Tanaman Sirsak.  Dalam rangka penguatan SIDa di Kota Sungai Penuh, telah dilaksanakan kegiatan Sosialisasi Model Pengembangan Pertanian Perdesaan Melalui Inovasi (m-P3MI) Berbasis Tanaman Sirsak di Kota Sungai Penuh pada tanggal 17 September 2014 di Aula Walikota Sungai Penuh.  Sosialisasi ini terselenggara atas Kerjasama Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jambi dengan Bappeda Kota Sungai Penuh, yang dibuka oleh Walikota Sungai Penuh Asafri Jaya Bakri. Turut hadir Kepala BPTP Jambi Ir. Endrizal, MSc dan peneliti buah sirsak dari Balai Penelitian Buah Tropika, Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian Sudjijo sebagai narasumber,   Asisten III, Kepala Bidang Kantor Bappeda, Kepala Badan Penyuluh Pertanian dan Ketahananan Pangan (Bomberdin), Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan yang diwakili oleh Kabid Pertanian Zulfar, SKPD terkait lainnya, lebih kurang 80 orang penyuluh se-Kota Sungai Penuh serta petani pembudidaya dan pengolah produk sirsak di Kota Sungai Penuh.

Dalam acara pembukaan, Walikota Kota Sungai Penuh menekankan bahwa “potensi sirsak yang ada di Kota Sungai Penuh saat ini  (617 Ha dengan produksi 294 ton per tahun) akan dapat lebih ditingkatkan minimal dua kali lipat jika dilakukan sentuhan teknologi dan inovasi.  Tanaman sirsak ini akan dikembangkan menjadi berbagai turunan inovasi, yang akan dijadikan penghasilan utama masyarakat Sungai Penuh dan akhirnya dapat meningkatkan perekonomian dan pendapatan masyarakat Kota Sungai Penuh”.

Dalam acara tersebut juga dilakukan penyerahan bibit sirsak ratu secara simbolis sebanyak 200 batang dari BPTP Jambi untuk Kota Sungai Penuh yang diberikan oleh Walikota kepada Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan untuk lahan demplot Pemerintah Daerah Sungai Penuh, dan oleh Kepala BPTP Jambi kepada Kepala BP2KP untuk didistribusikan kepada seluruh BP3K di Kota Sungai Penuh.  Tanaman sirsak ratu merupakan tanaman sirsak yang memiliki rasa manis dan sudah dilepas oleh Menteri Pertanian dengan tujuan agar dapat dikembangkan di Kota Sungai Penuh.  Tanaman sirsak yang sudah ada di Kota Sungai Penuh selama ini adalah tanaman sirsak lokal  yang memilki rasa agak asam.

Kepala BPTP juga menyerahkan bibit sirsak Ratu kepada Kepala Desa Baru Debai pada sore harinya dan dilanjutkan dengan kegiatan penanaman bibit tersebut. Penanaman di Desa ini merupakan penanaman perdana sirsak ratu. Ikut serta dalam acara tanam perdana sirsak ratu adalah Kepala BP2KP Bomberdin, Kadis Perhutbun yang diwakili oleh Bapak Zulfar dan Kepala Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Kec. Tanah Kampung (Darwin), kepala desa dan dilanjutkan oleh petani pemilik kebun.  Dipilihnya Desa Baru Debai untuk tanam perdana sirsak ratu karena Desa tersebut merupakan lokasi Laboratorium Lapang kegiatan m-P3MI berbasis tanaman sirsak di Kota Sungai Penuh yang merupakan kegiatan BPTP Jambi di Kota Sungai Penuh tahun 2014.  Di Desa Baru Debai juga sudah berkembang produk olahan sirsak oleh Kelompok Wanita Tani Mekar Sari dan Bunga Rampai. Dalam kegiatan ini juga dilakukan pendampingan teknologi mulai dari hulu sampai hilir dalam usaha budidaya sirsak.

LAST_UPDATED2
 
Meningkatkan Minat Anak-anak pada Bidang Pertanian dengan Lomba Kreatifitas di Pekan Bakti Agro Inovasi BPTP Jambi PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Defira Suci Gusfarina, SP   
Selasa, 16 September 2014 09:48

Pembelajaran  tentang  pertanian  bisa  dilaksanakan  dengan  berbagai  cara termasuk bagi anak-anak usia dini yang akan memasuki usia sekolah Permainan edukatif bagi anak usia dini dan TK dari mulai mengenal buah dan sayur, kegiatan di alam terbuka dengan belajar menanam sayuran dan mewarnai buah dengan warna yang sesuai, merupakan  cara  yang  digunakan  BPTP  Jambi  untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak pada bidang pertanian dirangkum dalam acaraLomba Kreatifitas anak di Pekan Bakti Agro Inovasi

Lomba Kreatifitas anak ini diikuti oleh 11 PAUD dan TK yang ada di sekitar lingkungan kantor BPTP Jambi Paal 16 dan Kota Baru. Acara dibuka oleh Ketua Panitia Pekan Bakti Agro Inovasi BPTP Jambi Ibu Rima Purnamayani, SP, M.Si, mengambil tema “Buah dan sayur menjadikan kita sehat, tangkas dan cerdas”. Lomba ini bisa dijadikan pembelajaran dan ajang refresing dan penyegaran bagi otak anak melalui kegiatan yang sistematis sehingga anak-anak akan menyenangi pertanian dan kita bisa menitipkan persepsi yang baik tentang pertanian.

Acara berlangsung sangat meriah yang diikuti 99 orang anak PAUD dan TK yang dibagi dalam  3 lomba yaitu : identifikasi buah dan sayur, menanam sayur dalam polybag dan mewarnai. Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini anak-anak dapat mencintai dunia pertanian. Acara ditutup dengan pemberian arahan dari Ibu Dr. Handewi Purwati Salim, yang mewakili  Kepala Badan Litbang Pertanian dalam acara Pekan Bakti Agro Inovasi  ini. Dalam arahannya beliau menyampaikan pentingnya buah dan sayur bagi anak-anak serta pentingnya penganekaragaman pangan untuk dikonsumsi.

Berikut pemenang lomba Kreatifitas anak di masing-masing lomba :

 

Pemenang Lomba Identifikasi buah dan sayur

  1. TK Negeri Pembina 2
  2. TK Al-Muthma’innah
  3. TK Khalifah

Pemenang Lomba Menanam sayur dalam polybag

  1. PAUD Kemuning
  2. TK Al-Muthma’innah
  3. TK As Syifa Aulia

Pemenang Lomba Mewarnai

  1. PAUD Kemuning
  2. TK At Taufiq
  3. TK At Taufiq

Acara ditutup dengan pengumuman dan pemberian hadiah kepada pemenang di masing-masing  lomba.  Disamping  itu  juga  semua  peserta  mendapat  hadiah hiburan.

LAST_UPDATED2
 
Temu Teknologi di Acara Pekan Bakti Agro Inovasi BPTP Jambi PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Defira Suci Gusfarina, SP   
Selasa, 16 September 2014 09:21

Salah satu acara di hari pertama Pekan Bakti Agro Inovasi BPTP Jambi 10 September 2014 adalah Temu Teknologi, dengan Tema “ Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) Menuju Produksi Satu Juta Ton Beras di Provinsi Jambi”. Acara diikuti oleh 5 orang Penyuluh Pertanian Lapangan dari masing-masing Kabupaten Kota se-Provinsi Jambi dan Petani-petani dari kelompok tani yang merupakan binaan dari Bank Indonesia (BI).

Materi pertama adalah sosialisasi Kalender Katam (Katam) Terpadu versi terbaru yaitu versi 2.0, yang disampaikan langsung oleh Kepala Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi Dr. Haris Syahbuddin DEA. Kalender Tanam yang telah dikembangkan sejak 2007 oleh Badan Litbang Pertanian, kemudian disempurnakan menjadi Kalender Tanam Terpadu yang memuat rekomendasi teknologi dan kebutuhan sarana produksi. Disampaikan oleh Dr. Haris Syahbuddin DEA. Manfaat Katam terpadu yang dibuat sampai level kecamatan dan memuat beberapa hal penting diantaranya : 1. Menentukan waktu tanam komoditas tanaman pangan pada setiap musim (MH/MT I, MK-1/MT II, dan MK-2/MT III) berdasarkan kondisi iklim (basah-kering- normal), 2. Mendukung perencanaan waktu tanam, perkiraan luas tanam, dan   rekomendasi kebutuhan benih dan pupuk, dan 3. Mendukung informasi wilayah rawan OPT serta kekeringan dan banjir yang bisa mengakibatkan gagal panen dan kerugian petani.

Sedangkan keunggulan Katam Terpadu, dibandingkan program sejenis yang dikeluarkan kementerian pertanian yaitu lebih dinamis, karena penerapannya dapat disesuaikan dengan kondisi iklim pada setiap tahun sesuai prediksi BMKG ; operasional pada skala kecamatan; spesifik lokasi, karena mempertimbangkan potensi sumberdaya iklim dan air setempat; serta mudah untuk diperbarahui.

Materi kedua yang tidak kalah pentingnya untuk mendukung P2BN di Provinsi Jambi adalah penerapan teknologi Jajar Legowo (Jarwo). Nara sumber materi ini adalah Ir. Endrizal, M.Sc, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jambi. Sistem Jarwo merupakan salah satu cara tanam padi sawah yang memberikan ruang (barisan yang tidak ditanami) pada setiap dua baris  (Jarwo 2:1) atau empat baris tanam (Jarwo 4:1), tetapi jarak tanam dalam barisan lebih rapat yaitu (1/2 dari jarak tanam) tergantung pada kesuburan tanahnya. Dalam diskusi tanya jawab dengan peserta ditemukan permasalahan penerapan Sijarwo yaitu petani memerlukan tenaga atau hari kerja yang lebih lama untuk melaksanakan sistem tanam ini dan sangat sulit untuk membuat petani mengadopsinya. Untuk permasalahan tenaga kerja telah diperkenalkan alat caplak yang ringan dan cocok pada petakan sawah yang tidak terlalu luas dan terasering, yang dimodifikasi dan diproduksi BPTP Bali. Permasalahan adopsi yang sulit yang disampaikan oleh peserta dari Kabupaten Kerinci karena di Kabupaten Kerinci persentase sijarwo hanya 25 % dari 27.460 ha luas pertanaman, hal ini juga dialami Kabupaten Batanghari namun saat ini di Batanghari persentase sudah mencapai 65% dari 10.190 ha, disampaikan oleh peserta penyuluh dari Batanghari hal ini karena pada awalnya di Batanghari tidak langsung menerapka jarwo 2 : 1 atau 4 : 1 tetapi 6 : 1 dan 8 : 1, untuk memperkenalkan teknologi jarwo pada petani.

Terakhir peserta diarahkan untuk melakukan praktek langsung aplikasi Katam terpadu di pojok internet Pekan Bakti Agro Inovasi dan dilanjutkan kunjungan ke tenda Demonstrasi Teknologi untuk melihat demo penggunaan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS), Perangkat Uji Tanah Kering (PUTK), Perangkat Uji Tanah Rawa (PUTR), Perangkat Uji Pupuk (PUP) dan Deorub.

LAST_UPDATED2
 
Bangkitkan Minat Para Muda pada Dunia Pertanian Melalui Bidikan Lensa PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Rima P.   
Minggu, 14 September 2014 19:39

Salah satu agenda Pekan Bhakti Agro Inovasi BPTP Jambi adalah Lomba Foto.  Kegiatan ini bertujuan untuk mendekati para pemuda dari sisi fotografi  ke bidang pertanian, sehingga mereka dalam memahami bahwa dunia pertanian pun menarik untuk menjadi objek bidikan lensa.   Lomba foto diselenggarakan pada Rabu 10 September 2014.  Peserta lomba foto dibagi menjadi 2 kategori, yaitu siswa SMA/SMK sebanyak 25 orang dari 3 sekolah, dan kategori mahasiswa sebanyak 10 orang dari  perguruan tinggi.

Acara dibuka oleh Kasie Kerjasama dan Pelayanan Pengkajian BPTP Jambi  Rima Purnamayani, SP, M.Si yang menjelaskan mengenai latar belakang diselenggarakannya acara ini.  Beliau menghimbau agar para siswa dan mahasiswa dapat menjadikan dunia pertanian sebagai salah satu objek fotografi, sehingga khalayak umum dapat menikmati dari sisi dan cara yang berbeda.

Latar belakang pemotretan merupakan alat mesin pertanian, tanaman sayur-sayuran dan tanaman hias.  Dalam lomba ini menghadirkan juri dari komunitas fotografi kota Jambi, yang sudah biasa berkecimpung dalam dunia fotografi.  Para peserta tampak antusias mengikuti lomba foto ini, sembari mereka pun berkunjung ke arena gelar teknologi tempat lokasi pemotretan berlangsung.  Lomba ini dimenangkan oleh siswa dari SMA 5 dan mahasiswa dari Universitas Jambi yang mendapatkan hadiah berupa uang dan sertifikat.

LAST_UPDATED2
 


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
Joomla Templates by JoomlaVision.com