Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
juknis pengendalian ulat bulu
bank ilmu padi
jambi dlm angka
pustakadigital
epetani
Sinartani
eproduk
katam

Forum Litbang/Katalog Online

Kalender Kegiatan 2014

Pengunjung online

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini156
mod_vvisit_counterKemarin188
mod_vvisit_counterMinggu ini1319
mod_vvisit_counterBulan ini156
mod_vvisit_counterAll182678
Berita Terkini
Demonstrasi Area Penggunaan Pupuk Hayati Unggulan Nasional (PHUN) pada Kedelai Di Lahan Pasang Surut - Jambi PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Rima P   
Selasa, 24 September 2013 14:53

Kegiatan Demonstrasi Area PHUN kedelai dilaksanakan di Desa Simpang Kecamatan Berbak Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi. Lokasi kegiatan merupakan  lahan rawa pasang surut dengan melibatkan petani dari kelompok tani Ojo Lali dengan Ketua Kelompok Suyatno. Pada minggu ke II bulan Mei dilakukan sosialisasi kegiatan PHUN kedelai di Kantor BP3K Kecamatan Berbak dengan jumlah peserta sekitar 50 orang. Materi sosialisasi PHUN kedelai disampaikan oleh Prof. Dr. Subandi dari Balitkabi Malang.

Untuk kegiatan dilapangan PHUN yang digunakan adalah Iletrisoy, Agrimeth dan Kedelai plus. Adapun perlakuan yang dilakukan petani yaitu : Perlakuan cara petani, Perlakuan cara petani + PHUN dan Perlakuan cara petani + dolomite dan pupuk kandang + PHUN.  Pertanaman kedelai menggunakan varietas Anjasmoro dan Baluran  dilakukan pada minggu ke IV bulan Mei dan awal Juni 2013. Jumlah petani yang mengikuti kegiatan PHUN adalah 10 petani dan luas tanam 13,5 ha.

Pengamatan jumlah bintil akar yang dilakukan pada umur 45 hari menunjukkan Perlakuan cara petani + dolomite dan pupuk kandang + PHUN kedelai plus lebih tinggi dibanding perlakuan lainnya yaitu 74 sedangkan perlakuan cara petani adalah 42. Hasil kedelai dengan pemberian PHUN Iletrisoy, Agrimeth dan Kedelai Plus berkisar 1,53 t/ha - 1,89 t/ha lebih tinggi dibanding tanpa pemberian PHUN yaitu 1,21 t/ha.

Acara temu lapang dem area PHUN kedelai dilakukan pada tanggal 20 Agustus 2013 yang dihadiri oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan, BP4K Kabupaten Tanjung Jabung Timur, BP3K, Camat, Lurah, SMK Pertanian, PPL dan Kelompok Tani dengan jumlah perserta 70 orang. Acara temu lapang diawali kunjungan ke lokasi pertanaman kedelai dengan menjelaskan perlakuan pada tanaman kedelai dengan menggunakan PHUN Agrimeth, Iletrisoy dan Kedelai Plus dan mengajak petani/kelompok tani untuk melihat perlakuan yang dilakukan serta  pengamatan jumlah polong. Penjelasan dari Ketua Kelompok Tani mengenai manfaat penggunaan pupuk hayati yang dapat menambah hara, mengurangi serangan hama/penyakit pada akar serta penghematan penggunaan pupuk Urea. Dalam penjelasan tersebut diiringi dengan diskusi dilapangan mengenai pertanaman kedelai dan pupuk hayati unggulan nasional dan dari hasil pengamatan dilapangan petani menyatan  bahwa dengan pemberian pupuk hayati jumlah polongnya lebih banyak dibanding tanpa pupuk hayati.

LAST_UPDATED2
 
Wamen Pertanian Berkunjung Ke BPTP Jambi PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Rima P.   
Minggu, 22 September 2013 20:28

Wakil Menteri Pertanian RI hadir di Provinsi Jambi pada acara Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI). Memenuhi janji beliau beberapa waktu yang lalu, Wamentan RI Bapak Dr. Rusman Heriawan berkenan berkunjung ke BPTP Jambi pada hari Jumat 20 September 2013.  Kedatangan beliau disambut ratusan pegawai UPT Kementerian Pertanian di BPTP Jambi yaitu BPTP, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) dan Balai Karantina Tanaman Jambi. Menginjakkan kaki di BPTP, Dr. Rusman Heriawan langsung diajak berkeliling ke lingkungan BPTP Jambi di pandu Ka. BPTP Jambi  lr. Endrizal, M.Sc. mengunjungi  laboratorium, visitor plot, pembibitan hortikultura, peternakan kambing PE, longyam dan rencana kebun koleksi pengelolaan sumber daya genetik.  Di kebun koleksi pengelolaan sumber daya genetik, Wamen Pertanian berkenan menanam pohon durian yang akan dijadikan sebagai pohon induk.  Turut menanam Kepala Dinas Pertanian dan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi serta Kepala BPTP Jambi.

Sebelum Wamen memberikan arahan, terlebih dahulu Kepala BPTP Jambi memaparkan Profil BPTP Jambi yang terdiri dari sumber daya manusia, sarana dan prasarana, rencana pembangunan gedung kantor Kotabaru dan rencana Kebun Percobaan di Petaling serta menyampaikan hasil2  kegiatan pengkajian BPTP Jambi serta kegiatan pendampingan.  Selanjutnya, dalam arahannya beliau menyatakan bahwa BPTP Jambi sudah cukup baik dan pasti akan lebih baik lagi setelah ditunjang dengan Kebun Percobaan.  Kebun Percobaan BPTP Jambi merupakan hibah dari Pemerintah Provinsi Jambi, yang  diperoleh berkat bantuan Wamen Pertanian. Lebih lanjut, beliau menyatakan bahwa sinergisitas antar instansi sangat penting untuk menghindari terjadi tumpang tindih kegiatan.  Beliau sangat terkesan dengan keharmonisan dan semangat kebersamaan diantara UPT Pusat (BPTP, Bapeltan, Balai Karantina) dengan instansi terkait.  Hal ini penting karena kesuksesan tidak boleh diklaim sebagai kesuksesan diri sendiri.

Sebelum meninggalkan Jambi, Bapak yang terkesan sederhana dan penuh keakraban  ini berpesan agar terus bekerja dengan baik demi suksesnya pembangunan pertanian untuk kesejahteraan petani di Indonesia.  Aamiin..

 

LAST_UPDATED2
 
Panen Padi pada Lahan Sub Optimal di Desa Simbur Naik PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Endang S   
Jumat, 13 September 2013 00:00

Bupati beserta Ketua Penggerak PKK Tanjung Jabung Timur, didampingi oleh Kepala Badan Litbang Pertanian yang diwakili oleh Kepala Balai Penelitian Tanah melakukan panen seremonial padi varietas Inpara 3 pada gerakan serentak tanam padi dua kali setahun (GERTAK TANPA DUSTA) seluas 100 ha hasil integrasi kegiatan Pemda Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi dengan kegiatan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Badan Litbang Pertanian) yaitu Model Percepatan  Pengembangan Pertanian Tanaman  Pangan pada Lahan Sub Optimal di Kelompok Tani Maminase  Desa Simbur  Naik Kecamatan Sabak Timur, Kabupaten Tanjung Jabung Timur pada tanggal 12 September 2013.

Usai panen, berlangsung Temu Wicara yang diselenggarakan bersama oleh BPTP Jambi dengan Pemda terkait Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Dihadiri Bupati dan ketua tim penggerak PKK serta seluruh Dinas terkait  Kab. Tanjung Jabung Timur. Turut hadir  Kepala Balai Penelitian Tanah mewakili Ka. BBSDL Kasubdit. Prasarana dan Sarana Pertanian Dirjen  PSP, anggota Tim Forum Komunikasi Profesor Riset (FKPR), Kepala BPTP Jambi beserta beberapa para Peneliti. Dalam temu wicara yang dipandu Camat Sabak Timur, juga dihadiri oleh penyuluh se Kabupaten, lurah dan beberpa kelompok tani serta warga sekitar.

Bupati dalam sambutannya menyamapaikan bahwa dengan dukungan masyarakatnya, program-program pertanian bisa sukses. Diharapkan keberhasilan pertanian di Desa Simbur Naik ini bisa di contoh oleh desa lainnya. Saat ini banyak fenomena lahan pertanian menjadi perkebunan.  Untuk pertanian dalam pengelolaannya hanya butuh beberapa bulan, sedangkan untuk perkebunan butuh waktu lama, untuk itu pemerintah sangat mendukung program pertanian di wilayah Kab. Tanjung Jabung Timur.

Sementara Kepala Badan Litbang menyampaikan empat strategis program Kementan yang disampaikan secara lugas dan menegaskan bahwa hasil panen yang di kelola kelompok tani Maminase yang terdiri dari 80 orang tersebut, dinilai cukup berhasil dengan hitungan ubinan sementara diperkirakan panen kali ini sebesar 4,1 ton/ha. Keberhasilan ini merupakan kerjasama BPTP Jambi dan para stakeholder terkait di Kab. Tanjung Jabung Timur yang turut serta dalam menyelesaikan permasalahan kondisi  pada lahan sub optimal di Desa Simbur Naik.

Pada acara panen ini, secara simbolis Bupati juga menyerakan bantuan berupa alsintan, ternak bebek dari dinas pertanian dan pertenakan setempat, dan BPTP Jambi menyerahkan PUTS dan media cetak terkait inovasi teknologi spesifik lokasi sebanyak 200 eksemplar kepada beberapa kelompok tani yang hadir.

Tindak lanjut dari acara panen dan temu lapang ini, diharapkan dapat memberikan pandangan kepada para petani setempat, bahwa dengan melakukan/mengusahakan tanam padi diluar musim, dapat meningkatkan hasil yang nyata dan lebih menguntungkan jika ditanam sawit.  Sehingga petani tidak ada keinginan untuk mengalih fungsikan lahan mereka untuk menanam tanaman perkebunan dalam rangka mendukung program surplus 10 juta ton beras di tahun 2014.

LAST_UPDATED2
 
Tanam Perdana Padi dan Temu Wicara Model Pengembangan Tani Padi Sawah di Lokasi Cetak Sawah SecaraSwadaya PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Rima Purnamayani   
Kamis, 12 September 2013 00:00

Sejalan dengan keinginan pemerintah dalam mewujudkan salah satu dari empat target sukses Kementerian Pertanian yakni  pencapaian swasembada dan swasembada berkelanjutan.  pada tanggal 11 September 2013 Balai Pengkajian Teknologi (BPTP) Jambi beserta Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jambi dan Dinas Pertanian Kota Jambi mengadakan kegiatan Temu Wicara Model Pegembangan Padi Sawah di Lokasi Cetak Sawah Secara Swadaya di Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Danau Teluk Kota Jambi. Acara ini dihadiri oleh Gubenur Hasan Basri Agus yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi Bapak Ir. Erman Rahim, Ketua Asosiasi Kelompok Tani Seluruh Kota Jambi Bapak Zul Zaini, Seluruh Petugas Penyuluh lapang (PPL) Kota Jambi, perwakilan PT. Sang Hyang Sri, PT. Pertani, PT. Pusri dan petani di Kelurahan Pasir Panjang.

Dalam sambutannya petani kooperator, Bapak H. Mochtar HS menyampaikan rasa keprihatinannya mengenai makin terbatasnya lahan pertanian terutama padi, sedikitnya petani yang ingin mengembangkan varietas unggul baru dan tenaga kerja yang lebih memilih bekerja di kota ketimbang menjadi petani. Untuk itulah beliau tergerak untuk mencetak sawah secara swadaya yang dalam pengembangan usaha tani padinya didukung oleh teknologi dr BPTP Jambi.

Dalam sesi tanya jawab, petani lebih banyak mengungkapkan keluhan mengenai banyaknya lahan pertanian padi yang belum digarap karena kondisi irigasi yang belum tersedia, benih  yang sering terlambat datangnya sementara musim tanam telah tiba. Selain itu para petani juga meminta pengadaan infrastruktur tanaman misalnya pengadaan daerah irigasi dan jaringan irigasi, pencetakan lahan tanaman pangan khususnya padi.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan acara tanam padi oleh Gubenur Jambi yang diwakili staf ahli bidang Ekonomi,Kepala BPTP Jambi yang diwakili oleh koordinator SL-PTT, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan ProvinsiJambi, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Kota Jambi. Varietas Unggul Padi yang ditanam adalah Batang Piaman, Inpari 13, Inpari 15 dan Inpari 18 dengan menggunakan sistem jajar legowo 4 : 1, serta paket teknologi PTTPadi sawah.  Untuk mendukung program  ini, BPTP Jambi juga sudah menyusun Rekomendasi Teknologi  LahanSawah  Bukaan Baru

LAST_UPDATED2
 
Optimalisasi Lahan Peremajaan Kelapa Sawit Dengan Tanaman Hortikultura PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Rima Purnamayani   
Jumat, 06 September 2013 00:00

Salah satu kegiatan pengkajian BPTP Jambi pada tahun anggaran 2013 ini adalah "Optimalisasi Lahan dengan Tanaman Hortikultura pada Kawasan Replating Kepala Sawit Tua di Provinsi Jambi".  Kegiatan ini mendukung program peremajaan tanaman kelapa sawit di Provinsi Jambi karena rata2 tanaman kelapa sawit yang ada sudah berumur diatas 25 tahun. Dengan melakukan peremajaan berarti petani akan kehilangan pendapatan atau penghasilan selama menunggu tanaman kelapa sawit berproduksi selama lebih kurang 3-4 tahun.  Untuk mengatasi permasalahan ini akan diusahakan penanaman tanaman hortikultura, agar petani tetap mendapat penghasilan dari tanaman hortikultura. Komoditas tanaman yang ditanam pada kegiatan ini adalah terung, kacang panjang, pare, gambas, timun, melon dan semangka. Perlakuan yang diberikan adalah pemberian MPHP dan tanpa MPHP, serta penggunaan jenis pupuk organik yang berbeda (pupuk kandang dan kompos sampah kota).

Pada hari Rabu 4 September 2013 diadakan temu lapang kegiatan ini, yang dihadiri oleh anggota kelompok tani di lokasi demplot tempat pengkajian serta para PPL.  Acara ini juga dihadiri oleh Kabid Produksi Perkebunan Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Kepala UPTD Dinas Perkebunan Kecamatan Sungai Bahar, Kepala BPP Kecamatan Sungai Bahar dan Kepala BPTP Jambi.  Dalam sambutannya, Kepala BPTP Jambi menyatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan informasi tanaman yang tepat yang dapat ditanami di kawasan replanting kepala sawit, sehingga pendapatan petani dapat digantikan selama kelapa sawit belum menghasilkan.  Kabid Produksi Perkebunan memberikan arahan bahwa petani harus percaya dan mau menerima perubahan/teknologi.  Kelapa sawit yang sudah berumur lebih dari 25 tahun sudah menurun produktivitasnya sehingga harus diremajakan.  Dari hasil penelitian, sistem peremajaan yang bagus adalah ditumbang habis, baru kemudian ditanami.  Untuk itulah perlu tanaman sela diantara kelapa sawit muda ini.  Ke depannya, program peremajaan kelapa sawit ini harus mendukung ketahanan pangan, sehingga perlu diketahui juga secara ekonomi jika ditanami dengan tanaman pangan (padi, jagung, kedelai).

Dari paparan penanggung jawab kegiatan ini, disampaikan bahwa dari ketujuh tanaman yang ditanam, hanya terung dan kacang panjang yang menunjukkan pertumbuhan terbaik.  Pertumbuhan tanaman lainnya kurang optimal bahkan untuk tanaman semangka dan melon selalu diserang hama.  Hal ini terjadi karena musim kemarau tiba saat selesai tanam.  Oleh karena itu tanaman kekurangan air dan hama banyak menyerang.  Produksi kacang panjang jika dikonversikan per hektarnya adalah 6,5 ton.  Sedangkan terung masih dalam proses panen.

Diharapkan hasil ini dapat diinformasikan ke petani yang melakukan peremajaan kelapa sawitnya melalui PPL.

LAST_UPDATED2
 


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
Joomla Templates by JoomlaVision.com