Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
juknis pengendalian ulat bulu
bank ilmu padi
katam
jambi dlm angka
pustakadigital
epetani
Sinartani
eproduk

Forum Litbang/Katalog Online

Kalender Kegiatan 2014

Pengunjung online

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini73
mod_vvisit_counterKemarin276
mod_vvisit_counterMinggu ini1338
mod_vvisit_counterBulan ini6653
mod_vvisit_counterAll189175
Berita Terkini
Penguatan Sistem Inovasi Daerah (SIDA) Melalui Model Pembangunan Pertanian Perdesaan Melalui Inovasi (MP3MI) PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Dr. Araz Meilin   
Rabu, 22 Oktober 2014 15:00

BPTP Jambi menjadi salah satu instansi yang harus mendukung penguatan Sistem  Inovasi Daerah (SIDA) di Provinsi Jambi.  Penguatan SIDA ini bekerjasama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbangda) Provinsi Jambi, Kantor Litbangda Tanjung Jabung Barat serta Lembaga Penelitian Universitas Jambi.  Salah satu strategi BPTP Jambi untuk penguatan SIDA ini adalah melalui Model Pengembangan Pertanian Perdesaan Melalui Inovasi (MP3MI).  Lokasi kegiatan ini adalah Kelurahan Mekar Jaya Kecamatan Betara Kabupaten Tanjung Jabung Barat, dengan komoditas utama kopi liberika tungkal komposit (Libtukom).

Kopi libtukom merupakan kopi spesifik lokasi Tanjung Jabung Barat yang adaptif tumbuh di lahan gambut.  Terdapat beberapa permasalahan mengenai budidaya kopi tersebut yaitu pengolahan kopi basah karena kehilangan hasil masih tinggi; limbah kulit kopi yang berlimpah dan pemanfaatannya masih jarang, hama dan penyakit pada tanaman kopi, jarak tanam belum seragam, kuantitas produksi per hektar per tahun (saat ini rekomendasi Puslitkoka adalah 600-800 kg per hektar per tahun, sedangkan perhitungan petani sampai 1,2-1,5 ton per hektar per tahun) serta pemasaran kopi dilakukan dalam bentuk kopi beras dengan harga Rp. 38.000 per kg (kopi Liberika) dan Rp. 18.000,- (kopi Arabika dan Robusta) ke Malaysia.

Program mP3MI harus mengupayakan peningkatan pendapatan masyarakat melalui inovasi yang diberikan oleh BPTP.  Dari permasalahan tersebut, salah satu upaya yang dilakukan oleh BPTP Jambi  adalah menindaklanjuti melalui teknologi pembuatan kompos dari limbah kulit kopi. Pada bulan lalu telah dilaksanakan pelatihan pembuatan kompos dari limbah kulit kopi.  Pada kesempatan ini, BPTP Jambi membantu pembangunan rumah kompos di 3 kelompok tani yaitu Kelompok Sri Utomo I, II dan III.  Pelatihan dihadiri oleh 65 orang peserta. Turut hadir pada acara pembukaan pelatihan adalah Kepala BP3K Kec. Betara, PPL Pendamping, Lurah setempat dan Tim SIDa dari Kantor Litbangda Kab. Tanjung Jabung Barat.  Selain dihadiri oleh petani dari masing-masing kelompok, juga turut hadir mahasiswa yang sedang melakukan KKN dari Universitas Jambi.  Praktek pengolahan limbah kopi dilaksanakan pada tiap kelompok. Pengolahan limbah kopi dilaksanakan dengan 3 perlakuan yaitu : 1) pemberian Trichoderma, 2) Pemberian EM4, 3) Pemberian Trichoderma+EM4.  Masing-masing cara kerja disampaikan melalui leaflet kepada peserta.

Sampai saat ini, kompos masih dalam proses dekomposisi dan secara visualisasi, perlakuan pemberian trichoderma+EM4 terlihat lebih cepat matang walaupun belum sempurna.  Diperkirakan pada akhir bulan November akan panen kompos.

LAST_UPDATED2
 
Inventarisasi Sumber Daya Genetik (SDG) di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Tanjung Jabung Barat PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Joko Supriyanto   
Selasa, 21 Oktober 2014 00:00

Invetarisasi Sumber Daya Genetik dilaksanakan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Inventarisasi SDG di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dilaksanakan pada 2 kecamatan yaitu Kecamatan Sabak Timur dan Rantau Rasau. Sedangkan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat dilaksanakan pada tiga kecamatan yaitu Kecamatan Batara desa Bunga Tanjung, Kecamatan Bramitam Desa Semau, Kecamatan Tungkal Ilir Desa Sungai Saren. Sebelum melakukan inventarisasi SDG, kegiatan diawali dengan koordinasi di Dinas Pertanian Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Tanjung Jabung Barat.

Kegiatan dilanjutkan dengan invetarisasi tanaman padi lokal Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang dilaksanakan di Desa Lambur 1, Lambur 2, Bandar Jaya dan Simbur Naik. Hasil invetarisasi di peroleh padi lokal sebanyak 8 varietas. Sedangkan kegiatan inventarisasi SDG di Kabupaten Tanjung Jabung Barat dilakukan di desa Semau, Sungai Saren dan Bunga Tanjung. Hasil inventarisasi di Kabupaten Tanjung Jabung Barat diperoleh padi lokal sebanyak 13 varietas dan tanaman hortikultura spesifik dua jenis yaitu buah Pedada dan Nanas Paun.

Kelebihan varietas padi lokal adalah tahan terhadap hama dan penyakit, adaptif lingkungan,  batang lebih besar tidak mudah roboh dan rasa nasi disukai petani. Kelemahannya mudah roboh, umur panen 5-7 bulan. Kegiatan inventarisasi dilengkapi dengan titik koordinat tempat padi lokal dan tanaman hortikultura. Diharapkan hasil inventarisasi SDG ini akan merupakan calon varietas uggul spesifik Jambi yang menghasilkan produksi yang tinggi dan bisa dikembangkan di Provinsi Jambi.

LAST_UPDATED2
 
Kerjasama BPTP Jambi dan BBI Padi Sukajaya PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Kamalia Mulyanti   
Rabu, 15 Oktober 2014 00:00

Salah satu kendala yang sering terjadi di lapangan khususnya di tingkat petani padi yaitu tidak memiliki benih padi pada saat musim tanam karena terjadi keterlambatan datangnya benih padi.  Untuk mengatasi hal tersebut, BPTP Jambi membuat suatu Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) untuk benih padi.  Kegiatan UPBS Padi BPTP Jambi bekerja sama dengan Balai Benih Induk (BBI) Padi Sukajaya untuk penyedian stok benih padi yang berada di Propinsi Jambi.  Dengan adanya kerjasama ini maka petani akan lebih mudah memperoleh benih yang akan ditanam.

BBI Padi Sukajaya terletak di Desa Jembatan Mas, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari, Jambi. Saat ini, varietas padi yang ditanam di BBI Padi Sukajaya adalah varietas inpara 3 (label kuning)dengan luasan tanam 2 ha, nantinya diharapkan akan dihasilkan varietas inpara dengan label putih dan akan di turunkan kembali oleh penangkar padi yang ada di Propinsi Jambi. BBI Padi Sukajaya telah menggunakan teknologi tanam jajar legowo 2:1 dan juga telah menggunakan mesin tanam padi, hanya saja mesin yang ada menggunakan jajar legowo 4:1 tanpa sisipan, sehingga untuk menjadikan pertanaman menjadi jajar legowo 2:1 dilakukan penyisipan secara manual. Pemeliharaan tanaman dilakukan dengan baik sehingga dapat mengurangi hama dan penyakit pada tanaman padi dan untuk menjaga agar padi tidak dimakan burung serta produksi tetap tinggi, BBI Sukajaya memberi jaring pada tanaman padi.

Hasil yang diharapkan adalah  seluruh padi dapat dijadikan benih, sehingga stok benih untuk Propinsi Jambi dapat tercukupi.

LAST_UPDATED2
 
Pendampingan m-KRPL : Mengolah Umbi – Umbian Menjadi Olahan Menarik dan Bercita Rasa PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Linda Yanti   
Rabu, 15 Oktober 2014 00:00

Pendampingan kegiatan m-KRPL di desa Sendangsari Kecamatan Singkut di Kabupaten Sarolangun pada Rabu/15 Oktober 2014 dipenuhi oleh riuh rendah suara ibu – ibu anggota Kelompok wanita Tani (KWT) yang hadir. Pada kegiatan kali ini yang dikemas dalam bentuk pertemuan dihadiri sekitar 60 orang yang terdiri dari anggota KWT Mawar desa Sendangsari dan Kepala Desa Sendangsari, KWT dari Desa Bathin VIII dan Sukajadi, Camat Singkut dan Bathin VIII serta ibu – ibu PKK. Pertemuan ini sangat menarik dan menjadi perhatian khusus bagi ibu – ibu KWT karena materi yang disampaikan salah satunya adalah inovasi pengolahan non beras dari umbi – umbian. Ubi kayu diolah jadi Kasava blanka.....kenapa tidak?, memberi cita rasa yang menggugah selera dan juga tampilan lebih menarik, demikian juga dengan olahan dari bahan lokal lainnya seperti kroket talas, es krim ubi jalar dan risoles gadung. Pelatihan ini dibimbing langsung oleh tim Peneliti BPTP Jambi yang melakukan pendampingan untuk memotivasi mengenai keberlanjutan KRPL serta pemanfaatan sumber pangan lokal yang ada di sekitar lingkungan Kecamatan Singkut.  Pada kesempatan ini kepala BP4K yang memberikan arahan dan membuka acara ini menghimbau agar pengolahan umbi – umbian lebih digalakkan, terutama wilayah KRPL binaan BPTP. Hal ini disamping dapat meningkatkan keragaman pangan masyarakat dapat meningkatkan pendapatan.

Kegiatan pelatihan ini diakhiri dengan menyicipi berbagai hasil olahan umbi –umbian oleh semua peserta dengan rasa puas dan antusias. Ibu – ibu KWT memberikan respon positif terhadap kegiatan ini dan akan melanjutkan pengolahan umbi – umbian ini lebih lanjut.....semoga menjadi salah satu inspirasi dan motivasi bagi anggota KWT.

LAST_UPDATED2
 
Panen Kegiatan Kaji Terap Pengelolaan Tanaman Terpadu Padi Sawah di Kota Sungai Penuh PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Sari Yanti Hayanti   
Senin, 13 Oktober 2014 00:00

Tahun 2014 Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BP2KP) Kota Sungai Penuh dan BPTP Jambi melakukan kegiatan kaji terap pengelolaan tanaman terpadu padi sawah. Pada kaji terap dilakukan penanaman padi Inpara 28 dan lokal yang dianam dengan sistem jajar legowo 4:1 dan penerapan PTT Padi lainnya. Pada tanggal 13 Oktober 2014 telah dilaksanakan panen padi sawah di Desa Koto Bento, Kecamatan Kecamatan Pesisir Bukit, Kota Sungai Penuh. Acara ini dihadiri oleh Kepala Badan Koordinasi Penyuluh Provinsi Jambi (Bakorluh), Kepala BP2KP Kota Sungai Penuh, Kepala BPTP Jambi yang diwakili oleh Peneliti, Kepala Desa Koto Bento, penyuluh se-Kota Sungai Penuh, Kelompok Petani Suka Maju dan Ibu-ibu KWT di Desa Koto Bento, yang jumlahnya mencapai hampir 80 peserta.

Acara ini diisi dengan panen padi yang dilanjutkan dengan kata sambutan oleh kepala Bakorluh Provinsi Jambi. Dari hasil panen ubinan pertama pada padi Inpara 28 11,36 ton/Ha GKP dan ubinan ke dua diperoleh gabah seberat 11,52 ton/Ha GKP. Hasil ubinan pada padi lokal didapatkan hasil 7,52 ton/Ha GKP. Dalam sambutannya Kepala Bakorluh Provinsi Jambi memberikan apresiasi terhadap hasil kegiatan yang diperoleh. Kepala Bakorluh Provinsi Jambi juga menyampaikan pesan agar seluruh PPL yang hadir dapat menerapkan teknologi yang telah terbukti memberikan hasil yang menguntungkan bagi petani untuk diterapkan atau diaplikasikan di lokasi masing-masing.

Melalui hasil kaji terap ini, diharapkan menjadi motivasi bagi petani untuk terbuka menerapkan teknologi yang mampu memberikan hasil positif bagi petani.

LAST_UPDATED2
 


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
Joomla Templates by JoomlaVision.com