Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
juknis pengendalian ulat bulu
bank ilmu padi
katam
jambi dlm angka
pustakadigital
epetani
Sinartani
eproduk

Forum Litbang/Katalog Online

Kalender Kegiatan 2014

Pengunjung online

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini316
mod_vvisit_counterKemarin365
mod_vvisit_counterMinggu ini965
mod_vvisit_counterBulan ini6280
mod_vvisit_counterAll188802
Berita Terkini
Inventarisasi SDG di Kabupaten Sarolangun dan Merangin PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Sari Yanti Hayanti   
Rabu, 22 Oktober 2014 20:00

Pada tanggal 22 Oktober 2014 tim SDG BPTP Jambi melakukan inventarisasi Sumber Daya Genetik (SDG) di Kabupaten Sarolangun dan Merangin. Inventarisasi di Kabupaten Sarolangun dilakukan di Taman Nasional Bukit Dua Belas dan Desa Lidung sedangkan Dikabupaten Merangin dilakukan di Lembah Masurai.

Inventarisasi di Taman Nasional Bukit Dua Belas diawali dengan koordinasi ke kantor Balai Taman Nasional Bukit Dua Belas melalui Bagian Humas Balai Taman Nasional Bukit Dua Belas. Di Taman Nasional Bukit Dua Belas akan dilakukan inventarisasi tumbuhan obat yang sudah dikoleksi di taman tersebut. Dalam koordinasi tersebut di sampaikan bahwa koleksi tanaman obat yang ada di dalam kawasan tidak bisa dibawa keluar, namun apabila tanaman obat tersebut ditemukan diluar kawasan sampelnya bisa diambil untuk di koleksi. Inventarisasi di Bukit Dua belas dilakukan untuk mendapatkan dokumentasi dan koleksi tumbuhan yang selama ini digunakan oleh suku anak dalam (SAD) dalam pengobatan penyakit dikehidupan sehari-hari. Pada Inventarisasi tim SDG BPTP Jambi didampingi oleh staff UPT Taman Nasional dan  satu orang suku anak dalam (SAD) yang menguasai jenis tumbuhan yang digunakan untuk pengobatan. Dalam inventarisasi tim SDG menemukan 11 jenis tumbuhan yang biasa digunakan sebagai obat oleh suku anak dalam (SAD).  Selain tanaman obat di Kabupaten Sarolangun juga didapatkan titik koordinat dan dokumentasi berupa foto jeruk Lidung.

Inventarisasi di Lembah Masurai di awali dengan koordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Merangin melalui Sekrertaris Dinas. Dalam koordinasi tersebut, Sekrertaris Pertanian sangat mendukung kegiatan inventarisasi yang dilakukan Tim SDG BPTP Jambi. Dalam inventarisasi tersebut Dinas Pertanian berharap, SDG tanaman pangan yang ditemukan di Kabupaten Merangin dapat dikembangkan menjadi salah satu varietas yang mampu menghasilkan produksi yang tinggi. Inventarisasi di Lembah Masurai di dampingi oleh kepala BP3K Lembah Masurai. Pada inventarisasi di Lembah Masurai didapatkan beberapa padi lokal yang sering ditanam petani.

Kegiatan inventarisasi tanaman obat dan padi lokal dilengkapi dengan titik koordinat tempat tumbuh tanaman obat dan penanaman padi lokal. Diharapkan kegiatan inventarisasi SDG ini dapat menambah koleksi sumber daya genetik di BPTP Jambi dan dipelajari lebih lanjut sehingga menghasilkan manfaat bagi dunia pertanian.

LAST_UPDATED2
 
Mengenal Kopi Liberika Tungkal Komposit (Libtukom) Khas Jambi PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Rima Purnamayani   
Rabu, 22 Oktober 2014 16:00

Kopi Liberika Tungkal Komposit atau disingkat menjadi Kopi Litbtukom merupakan kopi spesifik lokasi Jambi yang mampu tumbuh di dataran rendah, yaitu di lahan gambut.  Kopi yang dahulunya dikenal dengan nama Kopi Ekselsa ini merupakan khas daerah Tanjung Jabung Barat dan telah ditetapkan sebagai varietas bina melalui Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia No. 4968/SR.120/12/2013 tanggal 6 Desember 2013.

Kopi ini sudah ada semenjak tahun 1940-an dan memiliki cita rasa, daun dan buah yang berbeda dengan kopi robusta atau arabika.  Kopi liberika ini memiliki keunggulan dari ukuran buah kopi yang lebih besar dan produktivitas lebih tinggi dibandingkan robusta, harganya lebih menarik dan bisa berbuah sepanjang tahun dengan panen sekali sebulan serta tidak adanya gangguan hama dan penyakit yang serius.

Saat ini, kopi libtukom sedang gencar-gencarnya dikenalkan oleh Provinsi Jambi sebagai kopi spesifik lokasi daerah Jambi.  BPTP Jambi juga turut mendukung diseminasi kopi libtukom ini, terutama dari program penguatan sistem inovasi daerah.  Teknologi yang diberikan oleh BPTP Jambi berupa teknologi perbanyakan vegetatif secara sambung pucuk karena kondisi eksisting pembibitan adalah dari biji.  Oleh karena itu, perkembangan kopi libtukom dapat lebih meluas dan bisa lebih dikenal oleh masyarakat di luar Tanjung Jabung Barat.

LAST_UPDATED2
 
Penguatan Sistem Inovasi Daerah (SIDA) Melalui Model Pembangunan Pertanian Perdesaan Melalui Inovasi (MP3MI) PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Dr. Araz Meilin   
Rabu, 22 Oktober 2014 15:00

BPTP Jambi menjadi salah satu instansi yang harus mendukung penguatan Sistem  Inovasi Daerah (SIDA) di Provinsi Jambi.  Penguatan SIDA ini bekerjasama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbangda) Provinsi Jambi, Kantor Litbangda Tanjung Jabung Barat serta Lembaga Penelitian Universitas Jambi.  Salah satu strategi BPTP Jambi untuk penguatan SIDA ini adalah melalui Model Pengembangan Pertanian Perdesaan Melalui Inovasi (MP3MI).  Lokasi kegiatan ini adalah Kelurahan Mekar Jaya Kecamatan Betara Kabupaten Tanjung Jabung Barat, dengan komoditas utama kopi liberika tungkal komposit (Libtukom).

Kopi libtukom merupakan kopi spesifik lokasi Tanjung Jabung Barat yang adaptif tumbuh di lahan gambut.  Terdapat beberapa permasalahan mengenai budidaya kopi tersebut yaitu pengolahan kopi basah karena kehilangan hasil masih tinggi; limbah kulit kopi yang berlimpah dan pemanfaatannya masih jarang, hama dan penyakit pada tanaman kopi, jarak tanam belum seragam, kuantitas produksi per hektar per tahun (saat ini rekomendasi Puslitkoka adalah 600-800 kg per hektar per tahun, sedangkan perhitungan petani sampai 1,2-1,5 ton per hektar per tahun) serta pemasaran kopi dilakukan dalam bentuk kopi beras dengan harga Rp. 38.000 per kg (kopi Liberika) dan Rp. 18.000,- (kopi Arabika dan Robusta) ke Malaysia.

Program mP3MI harus mengupayakan peningkatan pendapatan masyarakat melalui inovasi yang diberikan oleh BPTP.  Dari permasalahan tersebut, salah satu upaya yang dilakukan oleh BPTP Jambi  adalah menindaklanjuti melalui teknologi pembuatan kompos dari limbah kulit kopi. Pada bulan lalu telah dilaksanakan pelatihan pembuatan kompos dari limbah kulit kopi.  Pada kesempatan ini, BPTP Jambi membantu pembangunan rumah kompos di 3 kelompok tani yaitu Kelompok Sri Utomo I, II dan III.  Pelatihan dihadiri oleh 65 orang peserta. Turut hadir pada acara pembukaan pelatihan adalah Kepala BP3K Kec. Betara, PPL Pendamping, Lurah setempat dan Tim SIDa dari Kantor Litbangda Kab. Tanjung Jabung Barat.  Selain dihadiri oleh petani dari masing-masing kelompok, juga turut hadir mahasiswa yang sedang melakukan KKN dari Universitas Jambi.  Praktek pengolahan limbah kopi dilaksanakan pada tiap kelompok. Pengolahan limbah kopi dilaksanakan dengan 3 perlakuan yaitu : 1) pemberian Trichoderma, 2) Pemberian EM4, 3) Pemberian Trichoderma+EM4.  Masing-masing cara kerja disampaikan melalui leaflet kepada peserta.

Sampai saat ini, kompos masih dalam proses dekomposisi dan secara visualisasi, perlakuan pemberian trichoderma+EM4 terlihat lebih cepat matang walaupun belum sempurna.  Diperkirakan pada akhir bulan November akan panen kompos.

LAST_UPDATED2
 
Inventarisasi Sumber Daya Genetik (SDG) di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Tanjung Jabung Barat PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Joko Supriyanto   
Selasa, 21 Oktober 2014 00:00

Invetarisasi Sumber Daya Genetik dilaksanakan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Inventarisasi SDG di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dilaksanakan pada 2 kecamatan yaitu Kecamatan Sabak Timur dan Rantau Rasau. Sedangkan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat dilaksanakan pada tiga kecamatan yaitu Kecamatan Batara desa Bunga Tanjung, Kecamatan Bramitam Desa Semau, Kecamatan Tungkal Ilir Desa Sungai Saren. Sebelum melakukan inventarisasi SDG, kegiatan diawali dengan koordinasi di Dinas Pertanian Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Tanjung Jabung Barat.

Kegiatan dilanjutkan dengan invetarisasi tanaman padi lokal Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang dilaksanakan di Desa Lambur 1, Lambur 2, Bandar Jaya dan Simbur Naik. Hasil invetarisasi di peroleh padi lokal sebanyak 8 varietas. Sedangkan kegiatan inventarisasi SDG di Kabupaten Tanjung Jabung Barat dilakukan di desa Semau, Sungai Saren dan Bunga Tanjung. Hasil inventarisasi di Kabupaten Tanjung Jabung Barat diperoleh padi lokal sebanyak 13 varietas dan tanaman hortikultura spesifik dua jenis yaitu buah Pedada dan Nanas Paun.

Kelebihan varietas padi lokal adalah tahan terhadap hama dan penyakit, adaptif lingkungan,  batang lebih besar tidak mudah roboh dan rasa nasi disukai petani. Kelemahannya mudah roboh, umur panen 5-7 bulan. Kegiatan inventarisasi dilengkapi dengan titik koordinat tempat padi lokal dan tanaman hortikultura. Diharapkan hasil inventarisasi SDG ini akan merupakan calon varietas uggul spesifik Jambi yang menghasilkan produksi yang tinggi dan bisa dikembangkan di Provinsi Jambi.

LAST_UPDATED2
 
Kerjasama BPTP Jambi dan BBI Padi Sukajaya PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Kamalia Mulyanti   
Rabu, 15 Oktober 2014 00:00

Salah satu kendala yang sering terjadi di lapangan khususnya di tingkat petani padi yaitu tidak memiliki benih padi pada saat musim tanam karena terjadi keterlambatan datangnya benih padi.  Untuk mengatasi hal tersebut, BPTP Jambi membuat suatu Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) untuk benih padi.  Kegiatan UPBS Padi BPTP Jambi bekerja sama dengan Balai Benih Induk (BBI) Padi Sukajaya untuk penyedian stok benih padi yang berada di Propinsi Jambi.  Dengan adanya kerjasama ini maka petani akan lebih mudah memperoleh benih yang akan ditanam.

BBI Padi Sukajaya terletak di Desa Jembatan Mas, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari, Jambi. Saat ini, varietas padi yang ditanam di BBI Padi Sukajaya adalah varietas inpara 3 (label kuning)dengan luasan tanam 2 ha, nantinya diharapkan akan dihasilkan varietas inpara dengan label putih dan akan di turunkan kembali oleh penangkar padi yang ada di Propinsi Jambi. BBI Padi Sukajaya telah menggunakan teknologi tanam jajar legowo 2:1 dan juga telah menggunakan mesin tanam padi, hanya saja mesin yang ada menggunakan jajar legowo 4:1 tanpa sisipan, sehingga untuk menjadikan pertanaman menjadi jajar legowo 2:1 dilakukan penyisipan secara manual. Pemeliharaan tanaman dilakukan dengan baik sehingga dapat mengurangi hama dan penyakit pada tanaman padi dan untuk menjaga agar padi tidak dimakan burung serta produksi tetap tinggi, BBI Sukajaya memberi jaring pada tanaman padi.

Hasil yang diharapkan adalah  seluruh padi dapat dijadikan benih, sehingga stok benih untuk Propinsi Jambi dapat tercukupi.

LAST_UPDATED2
 


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
Joomla Templates by JoomlaVision.com