Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
juknis pengendalian ulat bulu
bank ilmu padi
katam
jambi dlm angka
pustakadigital
epetani
Sinartani
eproduk

Forum Litbang/Katalog Online

Kalender Kegiatan 2014

Pengunjung online

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini49
mod_vvisit_counterKemarin340
mod_vvisit_counterMinggu ini1038
mod_vvisit_counterBulan ini6353
mod_vvisit_counterAll188875
Berita Terkini
Tanaman Lokal yang Perlu Dilestarikan PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Kamalia Mulyanti, S.TP   
Selasa, 28 Oktober 2014 00:00

Kabupaten Tebo merupakan salah satu kabupaten yang terletak di Propinsi Jambi. Kabupaten Tebo memiliki beragam tanaman lokal yang perlu dilestarikan. Kegiatan Sumber Daya Genetik (SDG) Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jambi berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Tebo, dan bertemu dengan kepala Dinas Ir. Sarjono untuk menginventaris tanaman lokal yang masih ada di kabupaten Tebo, baik itu tanaman pangan maupun tanaman hortikultura. Oleh kepala dinas kami dihubungkan dengan PPL Desa Lubuk Mandrasah Kecamatan Tengah Ilir, bapak Karniman dan PPL swadaya Bapak Yusuf di Desa yang sama.

Perjalanan ke Desa Lubuk Mandrasah dari Kantor Dinas Pertanian Tanaman Pangan menempuh jarak ± 55 km, di Desa Lubuk Mandrasah bertemu dengan Kepala Desa, Sekretaris Desa, PPL swadaya, dan  Ketua Rt setempat, oleh ketua Rt ditunjukkan beberapa lokasi tanaman pangan berupa pertanaman padi lokal lahan kering dengan varietas seribu naik, kuku balam, sungut. Benih padi yang didapatkan yaitu varietas seribu naik, kuku balam, sungut, rias, gogo, pulut hitam dan pulut putih. Padi lokal varietas Gretel, tidak lagi ditanaman di Desa Lubuk Mandrasah karena hasil produksi sedikit, rasa nasi yang tidak enak dan tidak harum, tetapi pertumbuhan sangat baik.

Inventaris tanaman hortikultura di peroleh dari bapak Jangcik seorang petani di Kecamatan Tebo Tengah, tanaman hortikultura merupakan tanaman hutan yang dapat dikonsumsi hanya saja saat kunjungan ke lokasi tanaman hortikultura tersebut sedang tidak berbuah. Tanaman hortikultura merupakan tanaman lokal yang berada di Kabupaten Tebo yaitu kedebot kancil yang hidup liar, tumbuhannya memiliki sulur, manggis burung, kedondong hutan, durian hutan.

LAST_UPDATED2
 
Kunjungan Kapuslitbangnak Ke Visitorplot BPTP Jambi PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Sari Yanti Hayanti   
Senin, 27 Oktober 2014 13:22

Tepat pada tanggal 27 Oktober 2014, Kapuslitbangnak dan Tim Humas Balitbangtan mengunjungi BPTP Jambi. Dalam kesempatan yang sama Kapuslitbangnak meluangkan waktu untuk melihat visitorplot BPTP Jambi. Visitorplot BPTP Jambi merupakan salah satu sarana yang digunakan untuk mendiseminasikan teknologi pertanian.

Dalam kunjungan ke visitorplot Kapuslitbangnak dan tim didampingi oleh Kepala BPTP Jambi, KSPP, Penanggungjawab Visitor plot dan Tim Peternakan BPTP Jambi. Display percontohan yang langsung dihampiri oleh Kapuslitbangnak, adalah pemeliharaan ternak sapi potong.  Visitorplot BPTP Jambi, telah memiliki display pemeliharaan sapi potong sejak awal bulan Oktober tahun 2014. Jumlah sapi yang dipelihara sebanyak enam ekor yang terdiri dari satu ekor jantan dan lima ekor betina. Kapuslitbangnak memberikan saran kepada BPTP Jambi untuk dapat memelihara sapi yang ada sebaik mungkin. Sehingga diharapkan dari populasi sapi yang ada, satu tahun yang akan datang terjadi penambahan populasi. Karena dengan penambahan populasi, maka diplay pemeliharaan sapi potong akan layak menjadi contoh yang baik bagi pengunjung baik itu petani, peternak, masyarakat sekitar, mahasiswa dan pelajar.

Selain display pemeliharaan sapi potong, Kapuslitbangnak dan tim juga menyempatkan diri untuk melihat display pemeliharaan kambing. Yang menarik ketika melihat display ternak kambing,  tampak rasa tidak canggung Kapuslitbangnak ketika memasuki kandang kambing. Di kandang kambing, terjadi diskusi ringan, berupa saran Kapuslitbangnak kepada panggungjawab Visitorplot dan Tim Ternak BPTP Jambi untuk merubah tatanan kandang. Tatanan kandang dirubah sebagian menjadi kandang koloni yang dapat digunakan untuk kandang kawin. Selain merubah tatanan kandang, Kapuslitbangnak juga menyarankan untuk menngunakan sistem kawin dengan Inseminasi Buatan (IB).

Saran yang diberikan Kapuslitbangnak diharapkan menjadi masukan untuk memajukan display ternak yang ada di Visitorplot, sehingga dapat menjadi percontohan yang layak bagi pengunjung.

LAST_UPDATED2
 
Rekaman Wawancara Di RRI Untuk Siaran Pedesaan PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Henri Purnama, SP, M.Si   
Jumat, 24 Oktober 2014 00:00

BPTP Jambi bekerjasama dengan RRI Stasiun Jambi kembali mengadakan rekaman wawancara untuk mengisi Salah satu acara di RRI Jambi tersebut yaitu Siaran Pedesaan. Rekaman ini rutin dilakukan setiap bulan dengan nara sumber para peneliti BPTP Jambi dari masing-masing Kelji. Untuk bulan Oktober, Rekaman wawancara ini dilakukan oleh para peneliti BPTP Jambi kelji MTHP sebagai nara sumber. Rekaman dilaksanakan di Studio PRO 1 RRI Jambi Telanai pura pada gelombang 88,5 FM. Adapun materi yang disampaikan adalah sebagai berikut :

  1. Inovasi Teknologi Pengolahan Bioetanol dari Jerami padi dengan nara sumber yaitu Ir. Lindayanti, MSi
  2. Teknologi Penanganan Panen dan Pasca Panen Padi oleh Dewi Novalinda, SP
  3. Teknologi Penyimpanan Beras oleh Desi Nofriyanti, SP, MSi
  4. Alatdan Mesin Panen/Perontokan Padi di Indonesia Pada Umumnya Untuk Mendukung P2BN oleh Kiki Suheiti, S.TP. M.Eng.
LAST_UPDATED2
 
Inventarisasi SDG di Kabupaten Sarolangun dan Merangin PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Sari Yanti Hayanti   
Rabu, 22 Oktober 2014 20:00

Pada tanggal 22 Oktober 2014 tim SDG BPTP Jambi melakukan inventarisasi Sumber Daya Genetik (SDG) di Kabupaten Sarolangun dan Merangin. Inventarisasi di Kabupaten Sarolangun dilakukan di Taman Nasional Bukit Dua Belas dan Desa Lidung sedangkan Dikabupaten Merangin dilakukan di Lembah Masurai.

Inventarisasi di Taman Nasional Bukit Dua Belas diawali dengan koordinasi ke kantor Balai Taman Nasional Bukit Dua Belas melalui Bagian Humas Balai Taman Nasional Bukit Dua Belas. Di Taman Nasional Bukit Dua Belas akan dilakukan inventarisasi tumbuhan obat yang sudah dikoleksi di taman tersebut. Dalam koordinasi tersebut di sampaikan bahwa koleksi tanaman obat yang ada di dalam kawasan tidak bisa dibawa keluar, namun apabila tanaman obat tersebut ditemukan diluar kawasan sampelnya bisa diambil untuk di koleksi. Inventarisasi di Bukit Dua belas dilakukan untuk mendapatkan dokumentasi dan koleksi tumbuhan yang selama ini digunakan oleh suku anak dalam (SAD) dalam pengobatan penyakit dikehidupan sehari-hari. Pada Inventarisasi tim SDG BPTP Jambi didampingi oleh staff UPT Taman Nasional dan  satu orang suku anak dalam (SAD) yang menguasai jenis tumbuhan yang digunakan untuk pengobatan. Dalam inventarisasi tim SDG menemukan 11 jenis tumbuhan yang biasa digunakan sebagai obat oleh suku anak dalam (SAD).  Selain tanaman obat di Kabupaten Sarolangun juga didapatkan titik koordinat dan dokumentasi berupa foto jeruk Lidung.

Inventarisasi di Lembah Masurai di awali dengan koordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Merangin melalui Sekrertaris Dinas. Dalam koordinasi tersebut, Sekrertaris Pertanian sangat mendukung kegiatan inventarisasi yang dilakukan Tim SDG BPTP Jambi. Dalam inventarisasi tersebut Dinas Pertanian berharap, SDG tanaman pangan yang ditemukan di Kabupaten Merangin dapat dikembangkan menjadi salah satu varietas yang mampu menghasilkan produksi yang tinggi. Inventarisasi di Lembah Masurai di dampingi oleh kepala BP3K Lembah Masurai. Pada inventarisasi di Lembah Masurai didapatkan beberapa padi lokal yang sering ditanam petani.

Kegiatan inventarisasi tanaman obat dan padi lokal dilengkapi dengan titik koordinat tempat tumbuh tanaman obat dan penanaman padi lokal. Diharapkan kegiatan inventarisasi SDG ini dapat menambah koleksi sumber daya genetik di BPTP Jambi dan dipelajari lebih lanjut sehingga menghasilkan manfaat bagi dunia pertanian.

LAST_UPDATED2
 
Mengenal Kopi Liberika Tungkal Komposit (Libtukom) Khas Jambi PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Rima Purnamayani   
Rabu, 22 Oktober 2014 16:00

Kopi Liberika Tungkal Komposit atau disingkat menjadi Kopi Litbtukom merupakan kopi spesifik lokasi Jambi yang mampu tumbuh di dataran rendah, yaitu di lahan gambut.  Kopi yang dahulunya dikenal dengan nama Kopi Ekselsa ini merupakan khas daerah Tanjung Jabung Barat dan telah ditetapkan sebagai varietas bina melalui Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia No. 4968/SR.120/12/2013 tanggal 6 Desember 2013.

Kopi ini sudah ada semenjak tahun 1940-an dan memiliki cita rasa, daun dan buah yang berbeda dengan kopi robusta atau arabika.  Kopi liberika ini memiliki keunggulan dari ukuran buah kopi yang lebih besar dan produktivitas lebih tinggi dibandingkan robusta, harganya lebih menarik dan bisa berbuah sepanjang tahun dengan panen sekali sebulan serta tidak adanya gangguan hama dan penyakit yang serius.

Saat ini, kopi libtukom sedang gencar-gencarnya dikenalkan oleh Provinsi Jambi sebagai kopi spesifik lokasi daerah Jambi.  BPTP Jambi juga turut mendukung diseminasi kopi libtukom ini, terutama dari program penguatan sistem inovasi daerah.  Teknologi yang diberikan oleh BPTP Jambi berupa teknologi perbanyakan vegetatif secara sambung pucuk karena kondisi eksisting pembibitan adalah dari biji.  Oleh karena itu, perkembangan kopi libtukom dapat lebih meluas dan bisa lebih dikenal oleh masyarakat di luar Tanjung Jabung Barat.

LAST_UPDATED2
 


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
Joomla Templates by JoomlaVision.com