JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

PUAP Provinsi Jambi


Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) adalah
bagian dari pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri melalui
bantuan modal usaha yang disalurkan melalui Gapoktan dalam menumbuhkembangkan
usaha agribisnis sesuai dengan potensi pertanian desa sasaran.


        
         Program PUAP bertujuan untuk penanggulangan kemiskinan, penurunan tingkat pengangguran, dan penciptaan lapangan kerja di perdesaan, serta meningkatkan fungsi kelembagaan ekonomi petani menjadi jejaring atau mitra lembaga keuangan dalam rangka akses ke permodalan. Pelaksanaan program PUAP di Provinsi Jambi adalah sebanyak 803 Desa/Gapoktan, yang terdiri dari tahun 2008 sebanyak 283 Desa/Gapoktan, tahun 2009 sebanyak 369 Desa/Gapoktan, dan tahun 2010 sebanyak 151 Desa/Gapoktan yang tersebar di 10 kabupaten/kota. Untuk menunjang keberhasilan kegiatan PUAP di tingkat lapangan pemerintah telah merekrut tenaga Penyelia Mitra Tani (PMT) dengan tugas utama : (a) melakukan supervisi dan advokasi proses penumbuhan kelembagaan ekonomi perdesaan (unit usaha simpan pinjam) melalui penyuluh pendamping; (b) melaksanakan pertemuan reguler dengan penyuluh pendamping dan Gapoktan; (c) melakukan verifikasi awal terhadap Rencana Usaha Bersama (RUB) dan dokumen administrasi lainnya; (d) melaksanakan pengawalan pemanfaaatan dana BLM PUAP yang dikelola Gapoktan; (e) melaksanakan fungsi pendampingan bagi Gapoktan PUAP yang telah berhasil meningkatkan kinerja usaha dan jumlah dana keswadayaan sehingga tumbuh menjadi lembaga ekonomi petani atau lembaga keuangan mikro; dan (f) pelaporan baik dalam bentuk manual maupun elektronik form (E-Form).

         Jumlah tenaga Penyelia Mitra Tani (PMT) program PUAP di Provinsi Jambi pada tahun 2008 adalah sebanyak 11 orang, tahun 2009 sebanyak 24 orang, dan tahun 2010 sebanyak 34 orang.

         Sesuai dengan tugas dan fungsinya dalam kegiatan PUAP, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jambi telah berperan dalam melaksanakan fungsi kesekretariatan PUAP di tingkat provinsi, memfasilitasi dan mengkoordinir pembayaran biaya operasional Penyelia Mitra Tani, memfasilitasi pelaksanaan sosialisasi PUAP, verifikasi Rencana Usaha Bersama (RUB) dan dokumen administrasi Gapoktan, verifikasi administrasi usulan desa dan Gapoktan PUAP, pendampingan teknologi, dan melakukan supervisi kegiatan PUAP. Disamping itu sebagai lembaga penyedia inovasi teknologi, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jambi juga telah memfasilitasi Gapoktan dengan berbagai teknologi yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan berbagai kegiatan yang tertuang dalam Rencana Usaha Bersama (RUB) Gapoktan.
        
         Kegiatan PUAP di BPTP pada tahun 2010 dalam pendampingan Gapoktan terhadap adopsi inovasi teknologi difokuskan pada lokasi desa PUAP tahun 2008 dan 2009 yang terintegrasi dengan program FEATI dan Prima Tani. Di Provinsi Jambi lokasi desa PUAP yang terintegrasi (overlay) dengan program FEATI dan Prima Tani adalah sebanyak 52 desa, yang terdapat di Kabupaten Merangin sebanyak 20 desa dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat sebanyak 32 desa. Pelaksanaan Apresiasi Inovasi Teknologi pada Gapoktan PUAP dilakukan dengan metoda pertemuan, Gelar Teknologi, penyampaian media diseminasi dalam bentuk tercetak, dan Temu Lapang. Berdasarkan Pedoman Umum PUAP, secara garis besarnya terdapat 2 (dua) jenis usaha yang bisa dituangkan dalam RUB Gapoktan yakni: 1) budidaya pertanian (on farm) meliputi: tanaman pangan, hortikultura, peternakan dan perkebunan, 2) non budidaya (of farm) meliputi: industri rumah tangga pertanian, pemasaran hasil pertanian skala mikro (bakulan), dan usaha lain berbasis pertanian. Pemanfaatan Dana BLM-PUAP yang disalurkan kepada Gapoktan PUAP di Provinsi Jambi seperti tertuang dalam Rencana Usaha Bersama (RUB) pada tahun 2008 digunakan untuk membiayai usaha budidaya sebesar 86,54 % dan non budidaya 13,46 %, tahun 2009 untuk usaha budidaya 81,43 % dan non budidaya 18,57 %, sedangkan tahun 2010 penggunaan dana PUAP untuk usaha budidaya sebesar 84,38 % dan non budidaya 15,62 %.

         Pelaksanaan kegiatan PUAP oleh Gapoktan secara umum menunjukkan perkembangan dan memberikan manfaat yang signifikan baik dari aspek ekonomis, teknis maupun sosial. Adanya dana BLM-PUAP yang telah disalurkan melalui Gapoktan telah banyak membantu para petani. Berdasarkan pengamatan dan laporan dari tingkat lapangan, beberapa manfaat yang diperoleh petani dengan program PUAP adalah sebagai berikut: (1) membantu mengatasi masalah permodalan petani; (2) menghilangkan/mengurangi ketergantungan petani kepada tengkulak/rentenir; (3) tingkat kerjasama petani semakin kuat dalam wadah Gapoktan; (4) petani semakin mudah dalam memperoleh pupuk bersubsidi; (5) Gapoktan PUAP dijadikan sebagai tempat studi banding bagi petani yang lain; (6) usaha agribisnis semakin berkembang di lokasi desa PUAP; dan (7) beberapa Gapoktan telah berhasil dalam menumbuhkan Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis. Secara keseluruhan dana BLM-PUAP tahun 2008 yang dialokasikan pada 283 Gapoktan telah dimanfaatkan oleh 19.989 orang petani dari 27.349 orang anggota Gapoktan, sedangkan dana BLM-PUAP tahun 2009 yang dialokasikan pada 369 Gapoktan telah dimanfaatkan oleh 21.928 orang petani dari 45.265 orang anggota Gapoktan.

         Melihat tingkat perkembangan dana BLM-PUAP yang telah disalurkan kepada Gapoktan menunjukkan hasil yang bervariasi. Beberapa Gapoktan telah menunjukkan kinerja dengan baik dan berhasil dalam mengembangkan dana tersebut, namun ada sebagian Gapoktan yang belum berkembang karena mengalami kemacetan dalam pengembalian dana dari anggota sehingga perputaran dana BLM-PUAP menjadi terhambat. Keadaan ini lebih banyak ditentukan oleh tingkat SDM yang ada di Gapoktan serta kemampuan pengurus Gapoktan dalam mengelola dana BLM-PUAP. Dari Rp. 28.300.000.000, dana BLM-PUAP tahun 2008 yang telah disalurkan kepada Gapoktan telah berkembang menjadi Rp. 31.746.321,083 atau terjadi peningkatan sebesar 12,18 %, sedangkan dana BLM-PUAP tahun 2009 sebanyak Rp. 36.900.000,000 telah berkembang menjadi Rp. 39.700.017,420 atau terjadi peningkatan sebesar 7,59 %.



There are no articles in this category. If subcategories display on this page, they may contain articles.