JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Teknologi Penanganan Beras Berkualitas Melalui Penerapan GMP dan GWP

Beras merupakan hasil dari penanganan pasca panen padi pada tahap penggilingan dimana pada tahap ini beras dipisahkan dari kulitnya dengan cara menggunakan alat penggiling (huller). Untuk meghasilkan beras yang berkualitas sudah dimulai sejak dari penanaman sampai panen yang mengacu pada GAP (cara praktek pertanian yang baik) dan GMP. Dari hasil – hasil penelitian di beberapa  provinsi sentra produksi padi menunjukkan sekitar 90% unit penggilingan padi menghasilkan beras bermutu rendah karena kadar beras pecah lebih dari 25%. Hal ini disebabkan oleh kesalahan penjemuran dan kehilangan hasil juga dipengaruhi oleh umur, tipe, dan tata letak mesin penggilingan.

Panduan untuk mengetahui kualitas atau mutu beras  yang baik dapat dilihat di SNI  6128:2008 tentang beras. Isinya antara lain memuat persyaratan  mutu dan keamanan pangan.  Standar mutu beras  terdiri atas persyaratan umum dan persyaratan khusus. Persyaratan umum  yang harus dipenuhi di antaranya, beras harus bebas hama dan penyakit; Di antara hama yang sering ‘hinggap’ adalah kutu. Beras juga harus bebas bau apek, asam, atau bau asing lainnya.  Beras tidak boleh bercampur dengan dedak dan bekatul. Selain itu, juga bebas dari bahan kimia yang membahayakan dan merugikan konsumen, antara lain, zat pewangi zat pelicin dan zat pemutih.

Selanjutnya disini