JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Peningkatan Kapasitas Penangkaran Benih Kedelai Di Provinsi Jambi

Luas lahan potensial pertanaman kedelai di Provinsi Jambi 738.500 hektar, dimana Kabupaten Tanjung Jabung Timur salah satu daerah sentra produksinya. Permintaan akan kedelai terus meningkat, hal ini disebabkan semakin beragamnya penggunaan kedelai, meningkatnya pengetahuan masyarakat akan gizi dan pertambahan jumlah penduduk. Untuk musim tanam 2017 ini Provinsi Jambi membutuhkan 700 ton benih kedelai dengan sasaran luas pertanaman 17.500 ha. Jika diasumsikan harga benih kedelai Rp 7.500/kg, maka akan membutuhkan dana sebesar Rp 5.250.000.000,- (Lima milyar dua ratus lima puluh juta rupiah). Permasalahan bagi Provinsi Jambi dalam pengembangan kedelai adalah terbatasnya ketersediaan benih unggul 6 tepat serta belum kondusifnya kelembagaan penangkar benih. Paling tidak ada 3 elemen untuk menjadikan Tanjung Jabung Timur sebagai lumbung pangan terutama kedelai yaitu; 1) Adanya kebijakan dari Pemerintah Daerah, 2) Tersedianya teknologi dan 3) Berkem-bangnya kelembagaan penangkar yang berwawasan agribisnis.

Berbagai upaya untuk mengoptimalkan penerapan inovasi teknologi, pengawalan dan pendampingan pelaksanaan program Kementerian Pertanian tahun 2018 di Kabupaten Tebo Provinsi Jambi telah dilakukan BPTP Jambi. Salah satu bentuk kegiatan tersebut adalah pendampingan program kemandirian benih yang luasannya mencapai 500 hektar yang tersebar di Kabupaten Tebo. Bentuk kegiatan yang diimplementasikan oleh BPTP adalah : Peningkatan Kapasitas Penangkaran Benih Kedelai yang bertujuan : a) mendapatkan informasi, potensi, kendala, dan peluang peningkatan sistem perbenihan kedelai; b) meningkatkan kapasitas kelembagaan pe-nangkar benih kedelai menjadi kelemba-gaan penangkar yang mandiri; c) mengurangi ketergantungan terhadap benih kedelai dan kedelai konsumsi; d) meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Dusun Baru Kecamatan VII Koto Kabupaten Tebo, seluas 3 hektar menggunakan varietas Dena-1 dengan kelas benih FS dan Varietas Anjasmoro seluas 5 hektar kelas benin SS yang bersumber dari Balitkabi Malang. Hasil perbanyakan musim tanam I akan dapat menghasilkan benih SS + 2 ton dan 5 ton ES, dilanjutkan pada musim tanam II akan didapat benih sebar + 65 ton, diprediksi dengan jumlah benih tersebut sudah dapat membantui kebutuhan benih kedelai di Provinsi Jambi tahun 2017.

Dalam palaksanaan pendampingan dan pengawalan teknologi petani diberi bekal dengan petunjuk teknologi mulai dari penggunaan varietas unggul yang sesuai dengan AEZ lokasi. Cara tanam dengan penggunaan alat tugal yang sudah dirancang sedemikian rupa oleh petani setempat, sehingga sesuai dengan jarak tanam anjuran, demikian juga dengan pemeliharaan tanaman.

Pertumbuhan tanaman kedelai dilapangan (umur 50 hari) memperlihatkan pertumbuhan yang cukup pesat dan bagus, tampilan menarik dengan alur tanaman yang lurus dan jelas. Karena mengunakan alat tunggal yang didesain oleh petani setempat sesuai dengan kondisi lapangan sehingga hemat waktu, tenaga dan dana serta mudah di operasikan.

Keragaan tanaman umur 50 hari terlihat ada serangan ulat gerayak tapi masih rerlatif rendah, sehingga petani cukup dibimbing dengan pengendalian secara mekanis, apabila serangan melebihi ambang batas maka pengendalian dilakukan dengan mengunakan insektisida, sehingga tidak mempengaruhi masa pengisian polong.

Respon petani sekitar tempat pelak-sanaan kegiatan terutama para penangkar benih kedelai sangat positif karena mereka mendapatkan informasi dan teknologi yang sangat berharga dalam usaha pengem-bangan khususnya tanaman kedelai. Demikian juga halnya dengan aparat pemerintah terkait mereka sangat berharap terjalin hubungan yang lebih harmonis antara BPTP Jambi - Instansi terkait Kabupaten Tebo – Petani/penangkar kedelai dalam rangka peningkatan produktivitas kedelai di Provinsi Jambi.