JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Teknologi Pembekuan Lateks dengan Deorub

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Sebagian petani karet di Indonesia membuat bahan olahan karet (bokar) masih menggunakan bahan pembeku yang dapat merusak mutu karet seperti cuka para, TSP dan tawas. Disamping itu, petani juga merendam bokar di dalam kolam/sungai selama 7-14 hari. Hal ini dapat menyebabkan terjadi kerusakan pada mutu karet juga menimbulkan bau busuk yang sangat mengganggu masyarakat sekitar tempat petani mengolah lateks.

Kebiasaan yang selama ini dilakukan akan memacu berkembangnya bakteri perusak antioksidan alami didalam bokar, sehingga nilai plastisitas awal (Po) dan plastisitas setelah dipanaskan selama 30 menit pada suhu 1400C (PRI) menjadi rendah.  Bau busuk disebabkan pertumbuhan bakteri pembusuk yang melakukan biodegradasi protein di dalam bokar menjadi amonia dan sulfida.  Kedua hal tersebut terjadi karena bahan pembeku lateks yang digunakan saat ini tidak dapat mencegah pertumbuhan bakteri.

Lebih lanjut dapat dilihat disini.

By : Dewi Novalinda, SP