JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Penerapan Good Agricultural Practices (GAP) Pada Produksi Benih Jagung Hibrida

User Rating: 2 / 5

Star ActiveStar ActiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Kebutuhan terhadap jagung diproyeksikan akan terus meningkat seiring dengan terus bertambahnya jumlah penduduk, berkembangnya industri berbasis jagung baik pakan ternak,  makanan ringan maupun bahan bakar alternatif. Pemerintah menggelontorkan program pengembangan jagung untuk mencukupi kebutuhan tersebut. Sasaran produksi yang akan diraih pada tahun 2017 sebanyak 30.544.728 ton dengan luas pengembangan jagung 3 juta hektar (ha), terdiri dari jagung hibrida 2,6 juta ha, dan jagung komposit 400.000 ha (Dirjentan, 2016).

Pengembangan jagung membutuhkan benih yang cukup banyak, sebagai ilustrasi jika 1 ha lahan membutuhkan 15 kg benih hibrida, maka jumlah benih yang harus disediakan adalah 2.600.000 x 15 kg = 39 ribu ton.  Benih hibrida ini harganya sangat mahal, biasanya merupakan benih impor, ataupun benih yang dihasilkan oleh perusahaan asing.  Untuk mendukung kedaulatan pangan maka pemerintah  membuka peluang seluas-luasnya untuk anak bangsa memproduksi benih hibrida dalam negeri. Secara bertahap benih impor akan digantikan oleh benih yang diproduksi anak negeri, dengan porsi benih yang dapat disediakan adalah 40%, 80% dan 100% dimulai pada tahun 2017 hingga tahun 2019. Informasi selanjutnya silahkan klik disini.