JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Info Aktual

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Saat ini harga cabai di pasaran sama pedas dengan rasanya, baik itu cabai keriting maupun cabai rawit.  Menteri Pertanian menyikapi hal tersebut dengan menggandeng Tim Penggerak PKK Pusat untuk sama-sama mengatasi harga cabai ini dengan kembali menggerakkan pemanfaatan pekarangan dengan tanaman cabai.  MoU antara Kementerian Pertanian dan TP PKK Pusat telah dilaksanakan, dan akan diturunkan menjadi Perjanjian Kerjasama (PK) antara TP PKK Provinsi dengan unit pelaksana teknis yang ada di setiap provinsi.  BPTP Jambi yang merupakan UPT Balitbangtan yang ada disetiap provinsi mengemban misi ini yaitu bekerja sama dengan TP PKK Provinsi dalam pemanfaatan pekarangan yang juga dikenal dengan nama Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL)

Pada Selasa 9 Januari 2017, TP PKK Provinsi bersedia menyambangi BPTP Jambi untuk bertemu dan berkoordinasi mengenai hal tersebut.  Ketua Pokja III TP PKK Provinsi mewakili ketua umum beserta anggota Pokja 3 sudah sangat memahami konsep yang diharapkan Menteri Pertanian.  Begitu juga dengan BPTP Jambi yang sudah sering terlibat dalam kegiatan PKK serupa yaitu Hatinya PKK (Halaman Asri Teratur Indah dan Nyaman).  Kepala BPTP Jambi Dr. Moh. Takdir Mulyadi, MM menerima langsung audiensi TP PKK tersebut. Diawali dengan menjelaskan bagaimana sepak terjang PKK, koordinasi dan dilanjutkan dengan diskusi.  TP PKK mengharapkan agar BPTP Jambi dapat mendampingi kegiatan ini dalam hal memberikan  teknologi baik secara langsung di lapangan maupun melalui pelatihan para kader PKK.

Draft Perjanjian Kerjasama (PK) masih menunggu arahan Balitbangtan, sementara itu telah disepakati bahwa kerjasama ini juga akan melibatkan instansi terkait lainnya lingkup pertanian.  

Write comment (0 Comments)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Rabu, 28 Desember 2016 bertempat di Aula Agro Inovasi BPTP Jambi telah ditandatangani Nota Kesepahaman antara Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian dengan Pemerintah Kabupaten Kerinci tentang Pembangunan Pertanian Kabupaten Kerinci.  Nota Kesepahaman ini dilanjutkan dengan Surat Perjanjian Kerjasama antara Dinas Pertanian, Dinas Peternakan dan Perikanan serta BP4K Kabupaten Kerinci dengan BPTP Jambi yang diketahui oleh BBP2TP.  Dalam Surat Perjanjian Kerjasama ini telah disepakati kerjasama kedua belah pihak dalam pengembangan penelitian di bidang pertanian, peternakan, penyuluhan serta diseminasi teknologi pertanian dengan. 

Dalam kesempatan ini, Bupati Kerinci yang diwakili oleh Asisten 2 Bidang Ekonomi dan Pembangunan menyampaikan bahwa Kabupaten Kerinci yang yang berada di ketinggian 500 dpl – 1.500 m dpl merupakan kawasan yang sangat potensial dan berkomitmen di sektor pertanian khususnya tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan serta peternakan. Hal ini juga didukung oleh kondisi alam, tanah dan iklim. Kerinci ibarat  segumpal tanah dari surga, yang terletak disepanjang bukit barisan. Kerinci sangat membutuhkan inovasi teknologi pertanian dari Balitbangtan yang merupakan sumber teknologi pertanian, terutama komoditas hortikultura yaitu kentang,cabai dan bawang.

Kepala Balitbangtan yang diwakili oleh Kepala BBP2TP menyampaikan bahwa Balitbangtan sangat bangga dapat bekerjasama dan membantu Kabupaten Kerinci dalam pembangunan pertanian kedepan.  Saat ini strategi utama penelitian dan pengembangan pertanian kedepan adalah menyusun program  jangka panjang yang terintegrasi antar bidang, antar peneliti, antar jenjang hierarki (pusat-daerah), antar penguna dan pengambil kebijakan di daerah melalui pengembangan jejaring yang strategis, sinergis, berkualitas, dan berkelanjutan.  Nota kesepahaman ini adalah satu satu wujudnya.

Nota kesepahaman ini langsung diturunkan menjadi Surat Perjanjian Kerjasama yang akan menjadi acuan kerja bagi dinas yang terlibat serta BPTP Jambi yang merupakan UPT Balitbangtan di Provinsi Jambi.

Write comment (0 Comments)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Kegiatan Percepatan Diseminasi VUB Padi Melalui Demfarm Teknologi Jarwo Super akan dilaksanakan di 12 provinsi di  Indonesia, salah satunya Provinsi Jambi yang rencananya akan dilaksanakan pada hamparan sawah irigasi teknis seluas 10 ha di Kabupaten Sarolangun. Untuk itu, BPTP Jambi mengawali kegiatan  dengan melakukan survey lokasi pada Senin, 13 Juni 2016. Kepala BPTP Jambi beserta tim Peneliti BPTP Jambi dengan latar belakang keilmuan yang beragam melakukan koordinasi awal dengan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kab. Sarolangun,  Ir. Dulmuin. Dalam kesempatan ini, beliau menyempatkan mengikuti survey lokasi di 2 (dua) lokasi yaitu Desa Bukit Kecamatan Pelawan dan Desa Rantau Panjang Kecamatan Batang Asai. Turut pula mendampingi Kabid. Produksi dan Pengawas Benih Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kab. Sarolangun.

Teknologi Jajar Legowo Super (Jarwo Super) sendiri merupakan implementasi terpadu teknologi budidaya padi dengan 5 (lima) komponen teknologi pelengkap, hasil inovasi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan). Jarwo atau jajar legowo sudah lama dikenal di kalangan petani, yang merupakan cara bertanam padi dengan jarak 2:1 atau 4:1. Namun, jarwo super dilengkapi dengan pemanfaatan varietas unggul baru (VUB) padi dengan potensi hasil tinggi seperti; Inpari 30, Inpari 32, dan Inpari 33. Komponen pelengkap lainnya juga turut ditambahkan yakni penggunaan biodekomposer, penggunaan pupuk hayati dan pengendalian organisme pengganggu tanaman dengan pestisida nabati dan anorganik, serta pemanfaatan alat mesin pertanian khususnya transplanter dan combine harvester.

Dari kegiatan ini diharapkan dapat diperoleh lokasi demonstrasi penanaman padi dengan teknologi jarwo super. Sehingga dapat menjadi acuan bagi petani dan stakeholder untuk menduplikasi teknologi dan sebagai langkah awal upaya peningkatan hasil padi nasional.

Write comment (0 Comments)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

BPTP Jambi sebagai Unit Pelaksana teknis (UPT) dari Badan Litbang Pertanian mempunyai tugas pokok untuk menghasilkan, mengembangkan dan mendiseminasikan inovasi pertanian spesifik lokasi sesuai kebutuhan pengguna.  Hasil- hasil pengkajian yang telah dilaksanakan oleh peneliti, penyuluh dan  perekayasa BPTP Jambi tersebut disebarluaskan kepada pengguna melalui berbagai  kegiatan diseminasi, antara lain dalam bentuk demplot, temu lapang, media cetak, media elektronik, visitor plot (petak kunjungan) dan pameran.

Dalam upaya menyebarluaskan inovasi tersebut maka pada hari Rabu, 19 Agustus 2015 bertempat di ruang rapat Kepala Balai, BPTP Jambi menerima guru dan mahasiswa magang Prakerin (Praktek Kerja Industri) dari SMK Negeri I Muaro Jambi. Siswa magang berjumlah 11 orang yang berasal dari kelas XI program keahlian Agribisnis Pembibitan dan Kultur Jaringan. Kegiatan magang ini akan berlangsung selama 3 (tiga bulan) dan seluruh siswa akan ditempatkan di visitor plot BPTP Jambi yang berlokasi di Jalan Jambi-Palembang Paal 16. Diharapkan kegiatan magang ini bermanfaat bagi para siswa magang serta menambah ilmu pengetahuan khususnya bidang pertanian.

Write comment (0 Comments)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan pangan yang terus meningkat pemerintah telah menetapkan pencapaian swasembada pangan berkelanjutan yang harus dicapai dalam waktu 3 tahun. Pengawalan dan pendampingan menjadi unsur penting dalam menggerakkan para petani untuk dapat menyiapkan teknologi. Kegiatan pengawalan dan pendampingan inilah yang selanjutnya disebut sebagai kegiatan UPSUS (Upaya Khusus) peningkatan produksi tiga komoditas padi, jagung dan kedele (Pajale) dalam upaya pencapaian swasembada berkelanjutan. BPTP Jambi merupakan salah satu penggerak bagi para pelaku utama karena dapat berperan sebagai komunikator, fasilitator, advisor, motivator, edukator, organisator dan dinamisator.

Dalam rangka mendukung kegiatanUPSUS Pajale, Selasa 11 Agustus 2015 BPTP Jambi menyelenggarakan acara Panen Kegiatan Optimasi Lahan dan Pengujian Alat Panen Combine Harvester di lahan padi Ibu Fatmawati anggota Kelompok Tani Tunas Harapan Kel. Penyengat Rendah, Kec. Telanai Pura Kota Jambi. Kegiatan ini dihadiri olehKepala BPTP Jambi, Camat Telanai Pura, Kepala BPTPH Jambi, Danramil Telanai Pura, Lurah Penyengat Rendah, Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Kehutanan Kota Jambi, Kepala BP3K Telanai Pura, penyuluh dan anggota Kelompok Tani Tunas Harapan serta hadir pula Bapak Dr. Ir. E Eko Ananto, MS, peneliti Badan Litbang Pertanian. Kegiatan dibuka dengan acara panen perdana oleh Bapak Ir. Endrizal, M.Sc Kepala BPTP Jambi, Ir. Teguh Wiyono, MMKepala Dinas Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Kehutanan Kota Jambi, Kepala BPTPH Jambi, serta kepala instansi undangan lainnya. Acara dilanjutkan dengan pengujian alat panen mini combine harvester. Mesin ini menggabungkan dua fungsi sekaligus yaitu pemotongan dan perontokan sehingga dinamakan  combine harvester. Alat panen ini dapat memanen satu hektar sawah dalam waktu 6-8 jam untuk lahan kering, sementara untuk lahan rawa membutuhkan waktu dua kali lipat. Hasil padi yang diperoleh saat panen adalah Varietas Ciherang sebanyak 8,33 ton/Ha GKP dan varietas Inpara 3 menghasilkan 7,6 ton/Ha GKP.

Dalam sambutannya Bapak Ir. Teguh Wiyono mengharapkan agar pengujian alat panen combine harvester memberikan hasil yang bagus seperti yang diharapkan dan dapat diikuti oleh kelompok tani di Kota Jambi sehingga tujuan Upsus Pajale dapat tercapai dan memenuhi target meskipun hingga saat ini target yang baru dicapai masih kurang 46 % dan kota Jambi sedang dilanda masalah kekeringan. Turut menambahkan, Bapak Ir. Adri, M.Si Peneliti BPTP Jambi menyampaikan bahwa semua instansi terkait merupakan satu kesatuan yang bahu membahu  dalam mewujudkan tercapainya tujuan Upsus Pajale. Dari hasil uji coba alat panen  yang telah dilaksanakan memperlihatkan bahwa hasil panen akan bersih bila lahannya dalam kondisi kering, sebaliknya dalam kondisi basah cenderung agak sulit untuk memisahkan padi yang sudah bernas. Alat panen ini juga akan lebih mudah bila diterapkan pada sistem tanam padi jarwo 4:1 dan untuk selanjutnya akan diuji cobakan pada lahan padi dengan sistem tanam 2:1.

Dalam kesempatan ini juga turut memberikan sambutan Bapak Dr. Ir. E Eko Ananto, MS, yang menyampaikan bahwa Alsintan bukanlah alat yang bisa segalanya dan akan lebih efisien bila alat panen combine harvester diterapkan pada petakan yang lebih luas. Dalam penggunaannya alat panen combine harvester mempunyai fungsi memotong dan merontok (digabungkan menjadi satu) dengan tipe sederhana. Dalam fungsinya sebagai pemotong, agar mesin bekerja secara efektif dan tidak terlalu berat sebaiknya hindari pemotongan yang terlalu kebawah, tetapi cukup sebatas padi bisa terambil. Penggunaan alat ini berpotensi mengakibatkan kehilangan hasil 2-5 % yaitu hasil gabah yang rontok dibawah, dimana potensi kehilangan hasil ini akan sangat dipengaruhi oleh keterampilan operator.

Acara dilanjutkan dengan diskusi bersama anggota Kelompok Tani Tunas Harapan, dimana anggota kelompok tani sangat mengharapkan dukungan dari semua pihak melalui informasi, teknologi dan solusi sehingga permasalahan aktual yang sedang dihadapi petani dalam usaha taninya dapat diselesaikan, dan ditutup dengan ramah tamah dan makan bersama.

Write comment (0 Comments)