JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

RANTAU RASAU - Teknologi Balitbangtan untuk meningkatkan optimalisasi pemanfaatan lahan rawa pasang surut dan peningkatan produksi padi telah ada. Inovasi teknologi terkini peningkatan produktivitas padi yang dikembangkan oleh Balitbangtan adalah Jarwo Super. Teknologi meliputi penggunaan bibit unggul, pupuk hayati, pengendalian hama penyakit terpadu dengan biopestisida serta penerapan mekanisasi pertanian.

Aplikasi teknologi jarwo super yang dilakukan pada MT II/MK 2017 di lahan pasang surut dengan mempertimbangkan karakteristik lahan dan pengelolaan air dapat meningkatkan produktivitas padi. Penggunaan pupuk hayati untuk lahan rawa harus memperhatikan jenis pupuk yang digunakan agar efektivitasnya tinggi. Balitbangtan telah menghasilkan pupuk hayati “BIOTARA” (khusus lahan rawa) yang mampu meningkatkan produksi padi sampai 25%. Teknologi jarwo super ditambah pengunaan pupuk hayati dan pemupukan tepat spesifik lokasi/berdasarkan tipologi lahan akan meningkatkan keberhasilan dan produktivitas lahan. Peningkatan produksi tanaman padi di lahan rawa pasang surut dengan penerapan teknologi jarwo super, salah satunya dengan menggunakan pupuk hayati Biotara telah terbukti dengan dilakukannya panen padi VUB Inpara 8 dan 2 di lokasi pengkajian Desa Karya Bakti, Kecamatan Rantau Rasau, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Panen padi Varietas Unggul Baru Inpara 8 dan 2 seluas 3 ha ini dilakukan pada Selasa 10 Oktober 2017. Panen padi di lahan pasang surut ini merupakan rangkaian dari Kegiatan Kerjasama Penelitian Pengkajian dan Pengembangan Pertanian Strategis (KP4S).

Panen dihadiri oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Ir. Husni Rahman), Kabid Tanaman Pangan (Ir. Mahmud), Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jambi (Dr. Ir. Mohammad Takdir Mulyadi, MM), Kasubag TU UPTD Rantau Rasau (Moertejo), Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Kepala Desa Karya Bakti, Ketua Kelompok Tani Karya Tani, Ketua Kelompok Tani Karya Baru, Penyuluh Pendamping Lapang (PPL), petani Desa Karya Bakti serta petani sekitar lokasi kegiatan, penyuluh serta peneliti dari BPTP Balitbangtan Jambi.

Pengambilan ubinan dilakukan oleh BPS Kabupaten Tanjung Jabung Timur dengan hasil ubinan varietas Inpara 2 sebesar 6 ton/ha GKP (Gabah Kering Panen) atau setara dengan  5,16 ton/ha GKG (Gabah Kering Giling). Diperkirakan hasil padi ini akan menghasilkan beras sebanyak 3,24 ton dan memberikan pendapatan kepada petani sebesar Rp 27.540.000/ ha/musim tanam  dengan harga beras Rp 8.500 per kg. Sementara itu varietas Inpara 8 menghasilkan produksi sebesar 4,56 ton/ha GKP atau setara 3,92 GKG, dengan hasil beras sebesar 2,43 ton. Harga beras saat ini di lokasi pengkajian sebesar Rp. 8.500, maka akan memberikan pendapatan sebesar Rp. 20.655.000/ha/musim tanam. Hasil produksi padi yang diperoleh dengan aplikasi teknologi Jarwo super ini lebih tinggi 71,43% dibandingkan dengan rata-rata produktivitas yang diperoleh petani pada MT I/MH.

Kepala BPTP Jambi, Dr. Ir. Mohammad Takdir Mulyadi, MM menyampaikan bahwa Teknologi Jajar Legowo/Jarwo Super adalah teknologi yang dicirikan oleh penggunaan Varietas Unggul Baru (VUB) yang memiliki potensi hasil tinggi dan didukung oleh penggunaan biodekomposer saat pengolahan tanah, pupuk hayati sebagai seed treatment dan pemupukan berimbang, pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) menggunakan pestisida nabati, percepatan tanam menggunakan alsintan dan panen dengan combine harvester yang memperkecil kehilangan hasil. Khusus untuk lahan rawa (pasang surut dan lebak) VUB yang digunakan adalah Inpara (inbrida padi rawa). Pupuk hayati yang digunakan khusus untuk lahan rawa adalah Biotara. Biotara merupakan pupuk hayati yang adaptif dengan tanah masam lahan rawa dan mampu meningkatkan produktivitas tanaman dan keberlanjutan sumberdaya lahan.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Tanjung Jabung Timur, Ir. Husni Rahman menyatakan teknologi jarwo super yang diaplikasikan di lahan pasang surut pada MT II telah memberikan hasil yang tinggi, di mana selama ini petani yang melakukan penanaman padi pada MT II belum pernah memperoleh hasil atau selalu gagal. Kegagalan ini disebabkan oleh bertanam di luar musim sehingga menyakibatkan tingginya serangan hama dan penyakit, seperti hama putih palsu, penggerek batang, wereng coklat, walang sangit, tikus, dan burung. Kepala Dinas mengucapkan terima kasih kepada BPTP Jambi karena sudah banyak memberikan teknologi, khususnya untuk Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Kepala Dinas sangat mengharapkan petani khususnya di Desa Karya Bakti mau melakukan usahatani pada MT II setiap tahunnya.