JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

GERAGAI - Tahun 2018 yang akan datang merupakan tahun “benih” yang dicanangkan oleh Kementan. Berkaitan erat dengan hal tersebut, jagung yang merupakan salah satu komoditas strategis Kementan dan tanaman pangan utama di Indonesia perlu akselerasi untuk peningkatan produksi dan luas tanam. Jagung hibrida memiliki potensi produksi tinggi (> 10 ton/ha), merupakan inovasi teknologi pertanian yang memiliki prospek pengembangan baik, khususnya untuk pemenuhan bahan pakan ternak yang sampai saat ini masih impor. Upaya lain dengan keluarnya kebijakan pemerintah tentang benih jagung 40% harus berasal dari benih pemerintah, maka penanaman jagung hibrida varietas Bima 20 URI semakin mendukung hal tersebut. Sehubungan  dengan ini, maka BPTP Balitbangtan Jambi telah melakukan panen jagung Bima 20 URI di beberapa lokasi, salah satu lokasinya di Lokasi kegiatan Taman Teknologi Pertanian (TTP).

Panen perdana Jagung Hibrida Varietas Bima 20 URI seluas 1,2 ha ini dilakukan pada Jumat 6 Oktober 2017.  Panen dilaksanakan di Desa Kota Baru, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Panen jagung hibrida ini merupakan rangkaian dari kegiatan Dukungan Inovasi Pertanian dalam Peningkatan Indeks Pertanaman Padi Jagung Kedelai (Pajale) di Lahan Kering dan Tadah Hujan.

Panen perdana jagung hibrida dihadiri oleh Kabid Tanaman Pangan dan Kabid Sapras Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Ir. Mahmud dan Ir. Erdison), Kepala PT. Pertani Cabang Jambi (Lalu Sufyan Ashari Sasmita, SP), Kepala BPSPT Prov. Jambi/mewakili (Yudi Margustian), BPT Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Ruli Efiriko), penyuluh,  serta peneliti dari BPTP Balitbangtan Jambi.

Jagung hibrida Bima 20 URI berasal dari penyilangan antara hibrida silang tunggal G180/Mr14 sebagai tetua betina dengan galur Nei9008P sebagai tetua jantan. Varietas ini mempunyai perakaran yang kuat, tahan rebah, batang bentuk bulat, tinggi tanaman 210 cm, warna malai kuning muda dengan sedikit jingga, warna biji kuning jingga, jumlah baris per tongkol 14-16 baris. Varietas ini tahan terhadap bulai, karat daun, hawar daun dan toleran kekeringan. Potensi hasil 12,81 t/ha pipilan kering dengan rata rata hasil 11,0 t/ha pada kadar air 15%, bobot 1.000 biji 339 g.

Disampaikan oleh Kepala BPTP Balitbangtan Jambi Dr. Ir. Mohammad Takdir Mulyadi, MM bahwa tahun 2045 Indonesia menjadi lumbung pangan dunia. Jika kebutuhan karbohidrat dipenuhi dari padi, maka kebutuhan protein salah satunya dapat dipenuhi dari ternak ayam, di mana pakan ternak dipenuhi dari jagung. Untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak ini, maka mulai tahun 2017 ini perbenihan dan pengembangan jagung hibrida varietas Kementan harus segera dilakukan. Pada tahun 2018 kebijakan politis mengarah kepada kebutuhan benih jagung nasional dengan target tanam lebih kurang seluas 3 juta ha, di mana 70% dipenuhi dari varietas Kementan. Konsekuensi dari kebijakan ini, maka sangat perlu dan penting untuk mengambil peran mempersiapkan dan melaksanakan perbenihan jagung hibrida dari sekarang.

Yudi Margustian dari BPSPT mengatakan syarat mutlak untuk dapat menjadi produsen benih adalah adanya rekomendasi dari BPSPT dan label, di mana benih yang sudah dihasilkan harus diceck secara visual dan lolos uji. Selama ini benih padi, jagung dan kedelai yang dihasilkan BPTP Jambi lolos uji dan siap untuk digunakan. Lebih lanjut Bapak Yudi mengatakan pembangunan pertanian akan berhasil apabila benih yang digunakan baik dan bagus. BPTP Jambi diharapkan dapat melakukan pelatihan khusus untu penangkar benih yang lebih advance.

Lalu Sufyan Ashari Sasmita, SP dari PT. Pertani menyampaikan bahwa benih jagung hibrida yang dihasilkan oleh BPTP sudah diambil oleh PT.Pertani. PT. Pertani bekerjasama dalam hal pemasaran dan distribusi ke petani di Provinsi Jambi. Ke depan Kepala PT. Pertani ini mengharapkan BPTP Jambi terus melaporkan kegiatan perbenihan yang dilakukan. Ir. Mahmud, Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura pada kesempatan ini juga menyampaikan bahwa Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Tanjung Jabung Timur siap membantu dan melaksanakan perbenihan jagung hibrida Bima 20 URI, asal ada pasar dan jaminan harga di hilir.