JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

SURABAYA - Guna meningkatkan kontribusi dalam mewujudkan program strategis Kementerian Pertanian dan Nawacita pemerintah maka seluruh jajaran UK/UPT Balitbangtan harus selalu mencermati dinamika lingkungan strategis dalam melakukan reorientasi kebijakan penelitian/pengkajian dan pengembangan pertanian kedepan. Untuk itu pada tanggal 4-6 Oktober 2017, bertempat di Hotel Aria Centra Surabaya diselenggarakan koordinasi pengelola TIK Balitbangtan dengan tema ‘TIK untuk Pembangunan Pertanian Indonesia’. Kegiatan diikuti oleh 80 orang peserta, terdiri dari penanggung jawab dan pengelola TIK di UK dan UPT lingkup Balitbangtan termasuk BPTP Balitbangtan Jambi yang diwakili oleh Parulian Simarmata, SST.

Pengelola TIK perlu melaksanakan implementasi pengelolaan informasi sesuai dengan UU No. 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik beserta Permentan No. 32 tahun 2011 dan Permentan No. 25 tahun 2016 tentang pengelolaan dan pelayanan informasi publik. Dalam lingkup Kementerian Pertanian penyelenggaraan TIK diatur dalam Permentan No. 51 tahun 2016. Dalam upaya mendukung pencapaian program strategis Kementan, maka pemanfaatan TIK berpeluang menjadi daya ungkit utama peningkatan produksi dan produktifitas. Selanjutnya kreatifitas pengelola TIK perlu ditingkatkan untuk mempercepat penderasan informasi inovasi teknologi pertanian kepada publik melalui media on-line.

Balitbangtan juga harus mampu ikut dalam era globalisasi dengan memanfaatkan teknologi Internet of Think (IoT) dalam pengembangan pertanian. Permasalahan umum yang dihadapi oleh Satker dalam pengelolaan TIK dan layanan informasi publik seperti keterbatasan SDM, infrastruktur dan keterbatasan anggaran diharapkan dapat diatasi dengan pengembangan kapasitas SDM melalui berbagai pelatihan dan pendampingan khusus dalam pengelolaan LAN, VPN, IPPhone, Internet dan manajemen jaringan. Paradigma dalam pengelolaan TIK perlu dirubah dengan mengedepankan apa yang bisa TIK lakukan dalam mendukung kegiatan penelitian dan pengembangan ataupun diseminasi inovasi pertanian.