JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

MUARO JAMBI - Senin, 11 September 2107 BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) Stasiun Klimatologi Muaro Jambi melalui Kegiatan Sekolah Lapang Ikllim (SLI) 3 melakukan panen raya padi di Desa Pematang Pulai,  Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi. Panen raya pada kegiatan SLI 3 ini dihadiri oleh Gubernur Provinsi Jambi, Zumi Zola Zulkifli,S.TP.,M.A, Bupati Kabupaten Muaro Jambi, Hj. Masnah Busro, SE, Deputi Klimatologi BMKG, Drs. R. Mulyono Rahadi Prabowo, M.Sc, Direktur Pengelolaan Air Irigasi Kementerian Pertanian, Ir. Tunggul Iman Panudju.,M.Sc, Dandim Batanghari, Kapolda Jambi, Kadistan Prov,Jambi, BPTP Jambi, BPTPH Prov.Jambi, SKPD terkait Kab.Muaro Jambi, dan Kelompok Tani Kecamatan Sakernan.

Peserta SLI 3 selama 4 bulan sebanyak 28 orang yang tergabung dalam perwakilan kelompok tani Mekar Sari 1 yang ada di Desa Pematang Pulai dan desa sekitarnya. Kegiatan SLI 3 ini telah dibimbing dan dipandu oleh narasumber dari POPT (Pengamat Organisme dan Pengganggu Tanaman), BPTPH  (Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura), BPTP (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian), PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan), Dinas Pertanian Kab. Muaro Jambi dan dari Stasiun Klimatologi Jambi. Materi yang akan diberikan selama pelaksanan sekolah lapang terdiri dari 75% materi tentang iklim, dan 25% tentang pertanian.

Hamparan sawah pada lokasi panen ini seluas 73 ha, dengan demplot untuk kegiatan SLI 3 seluas 4 ha. Adapun teknologi BPTP Balitbangtan Jambi yang diterapkan di lokasi demplot adalah : 1. Katam Terpadu, 2. Varietas Unggul Baru Inpara 3, 3. Sistem Tanam Jajar Legowo 2 : 1, 4. Pemupukan berdasarkan PUTS. Teknologi ini disampaikan oleh peneliti dari BPTP Jambi Hendri Purnama, SP.M.Si sebagai narasumber pada kegiatan SLI 3.

Adapun aspek teknologi yang diterapkan pada demplot SLI 3 ini terdiri dari : aspek Iklim dan aspek budidaya. Aspek Iklim : 1. Menanam padi di awal musm kemarau periode Juni-Juli-Agustus-September (JJAS) 2017, dengan asumsi tahun 2017 ini merupakan tahun normal. Di mana, prakiraan curah hujan bulanan pada periode JJAS berkisar antara Normal – Atas Normal, 2. Menggunakan VUB Inpara 3 yang berumur pendek (116 – 125 HST) untuk mengantisipasi kemungkinan banjur di awal Musin Hujan Tahun 2017/2018. Aspek budidaya terdiri dari : 1. Menggunakan petrogenik sebagai pupuk daasar, 2. Menggunakan sistem tanam jarwo 2 : 1 yang bertujuan untuk meningkatkan produktifitas tanaman padi dengan pengaturan jarak tanam dan mempermudah aplikasi pupuk dan pengendalian OPT.

Hasil ubinan yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kab. Muaro Jambi pada lahan SLI 3 sebesar 5,61 ton/ha (dengan nilai tertinggi 7,02 ton/ha dan terendah 4,16 ton/ha) lebih tinggi 47,6% disbanding produktivitas di tingkat petani (3,80 ton/ha), dan meningkat 21,9% disbanding produktifitas padi Kab.Muaro Jambi (4,40 ton/ha). Peningkatan produkstifitas tanaman padi di lokasi demplot SLI ini merupakan bukti nyata bahwa perawatan tanaman, penetapan jadwal tanam yang tepat dari BMKG, penerapan teknologi dari BPTP Balitbangtan Jambi, pengawalan Dinas Pertanian dan BPTPH selama musim tanam berhasil memberikan manfaat yang besar bagi petani.

Menurut Kepala Stasiun Klimatologi Muaro Jambi, Syafrinal, S,  tujuan dari pelaksanaan SLI 3 adalah untuk meningkatkan pemahaman petani tentang pentingnya informasi iklim sehingga waktu tanam padi dapat sesuai dengan kondisi iklim. Kerugian akibat iklim ekstrim yang disebabkan oleh perubahan iklim dapat dikurangi, Merubah kebiasaan petani setempat yang meninggalkan tanaman padi tanpa dirawat setelah ditanam yang sering disebut dengan 3T (Tanam-Tinggal-Tuai). Deputi Klimatologi BMKG menambahkan bahwa sumberdaya iklim tidak bisa dikelola tapi hanya bisa dimanfaatkan sebagai informasi kapan waktu tanam terbaik, sehingga aktivitas budidaya pertanian dapat dilakukan dengan baik, tanaman akan terhindar dari banjir dan kekeringan. Gubernur Prov. Jambi dan Bupati Muaro Jambi, serta Dirjen Air Kementan secara serentak menyampaikan kegiatan SLI 3 di Prov. Jambi yang sudah dilaksanakan di Kab.Batanghari dan Muaro Jambi perlu di scaling-up untuk seluruh kabupaten di Prov. Jambi. Selain memperhatikan aspek iklim dan budidaya dalam berusaha tani di lokasi demplot SLI 3 perlu juga upaya untuk melakukan tanggulisasi sungai Batanghari untuk mencegah tanaman akibat banjir dari hulu sungai. Upaya lain yang tidak kalah pentingnya adalah pengandangan ternak sapi, sehingga ternak tidak lagi mengganggu tanaman padi petani khususnya di lokasi demplot SLI, umumnya di Kec.Sakernan dan Kab.Muaro Jambi.