JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

SEKERNAN -Selasa (22/8) telah dilalukan pemberian materi oleh peneliti BPTP Balitbangtan Jambi, Hendri Purnama, SP.,M.Si terkait verifikasi kalender tanam dan pola tanam tanaman pangan dalam rangka kegiatan Sekolah Lapang Iklim (SLI) tahap 3 oleh BMKG Jambi.

Kegiatan ini adalah tindak lanjut dari kegiatan untuk mengantisipasi perubahan iklim akibat perubahan pola curah hujan yang terjadi akhir-akhir ini. Diketahui, BPTP Balitbangtan Jambi telah membuat verifikasi kalender tanam bekerjasama dengan BMKG Provinsi Jambi, yang mengadakan sekolah lapang iklim tahap 3 di Desa Pematang Pulai, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi. Verifikasi kalender tanam ini sendiri merupakan bagian dari kegiatan pola tanam tanaman pangan tahun 2017 (yang uji coba lapangan nya dilakukan di Desa Teluk Pandak, Kabupaten Bungo, sedangkan verifikasi kalender tanam dilakukan di Desa Pematang Pulai bekerjasama dengan SLI 3 BMKG) Verifikasi kalender tanam ini sangat penting dilakukan untuk mengetahui sejauh mana keakuratan sistem kalender tanam terpadu yang didasarkan pada informasi iklim dari BMKG yang diterapkan di lapangan. Kegiatan dilakukan pada agroekosistem lahan sawah tadah hujan.

Dalam Kegiatan ini, waktu penanaman dilakukan menurut kalender tanam Litbang Pertanian yaitu pada Bulan Mei dasarian ketiga. Teknologi yang diadopsi adalah teknologi dalam Katam Terpadu yaitu penggunaan varietas unggul Inpara 3, pemupukan berdasarkan hasil analisis tanah menggunakan PUTS dan pemberian Urea berdasarkan BWD serta menerepkan PHT (pengendalian hama terpadu). Adapun demplot kegiatan ini yaitu luasan 4 ha dan yang serentak menanam yaitu dalam luasan 73 ha.

Dari hasil pengamatan di lapangan dan diskusi dengan kelompok tani, sejauh ini verifikasi kalender tanam pertumbuhan padi sangat baik dan telah memasuki masa generatif, diharapkan untuk selanjutnya petani terus menanam padi setelah panen pada akhir Bulan September sehingga pada pola tanam padi selanjutnya dapat menghindari potensi banjir yang diperkirakan terjadi pada akhir Bulan Januari atau awal Bulan Februari.