JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

BERBAK - Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umi (Balitkabi) melakukan Temu Lapang Pengembangan Teknologi Unggul Budi Daya Kedelai Lahan Pasang Surut (KEPAS) di kelompok tani Desa Simpang, Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, pada Sabtu (26/8).

Acara ini dihadiri oleh Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, DR. Dr. Ir. Sumardjo Gatot Irianto, MS. DAA, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan) Dr. Andriko Noto Susanto, SP, MP, Direktur Alsintan Direktorat Jenderal Prasrana Sarana Pertanian Kementrian Pertanian Ir. Suparti, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Provinsi Jambi, Kepala BPTP Balitbangtan Jambi, Dr. Ir. Mohammad Takdir Mulyadi, MM, Perwakilan BULOG dan PT. Pertani.

 “Alsintan akan diberikan dengan syarat petani sanggup membuka lahan baru dan tidak melakukan alih fungsi lahan yang sudah ada, dari tanaman pangan menjadi perkebunan sawit” ujar Ditjen Tanaman Pangan (TP) seraya  menantang petani. Beliau juga menyampaikan bahwa untuk menjaga harga kedelai maka akan dilakukan kerjasama dengan BULOG dan PT. Pertani untuk menyerap semua hasil panen kedelai petani dengan harga yang sudah ditetapkan bersama antara Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, BULOG dan PT. Pertani.

Kepala Badan Litbang Kementerian Pertanian yang diwakili oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan) Dr. Andriko Noto Susanto, SP, MP mengatakan budidaya kedelai pada lahan pasang surut (KEPAS) ini merupakan solusi untuk mencapai swasembada kedelai yang sudah ditargetkan Kementrerian Pertanian, pada teknologi KEPAS ini ditampilkan Teknologi PTT eksiting, Teknologi PTT perbaikan dan Superimposed.

Pada akhir acara dilakukan kunjungan ke stand pameran Temu Lapang yang dilaksanakan bersama antara Balitkabi dan BPTP Balitbangtan Jambi yang menampilkan berbagai hasil produk kedelai dan olahan pangan.