JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

SEI. TIGA- Provinsi Jambi ternyata kaya dengan Sumber Daya Genetik (SDG) Anggrek alamnya yang tersebar di 11 kabupaten/kota. Tanaman anggrek tersebut umumnya tumbuh liar di hutan-hutan dan kebun atau ladang serta belum dibudidayakan secara optimal. Perlahan tapi pasti BPTP Balitangtan Jambi mulai membudidayakan anggrek lokal tersebut.   Saat ini sudah terdapat 6 jenis anggrek lokal dan 11 jenis Dendrobium Gasol persilangan di kebun koleksi, yaitu: Arundina graminifolia (D.Don), Caologyne asperata Lind, Btomheadia finlaysoniana (Lindl), Dendrobium sp, Liparis sp dan Paphiopedilum sp. Arundina graminifolia (D.Don) berasal dari Kabupaten Kerinci, merupakan anggrek tanah dengan tinggi 1-2 m, umumnya tumbuh di padang rumput terbuka atau tebing berbatuan di pinggir jalan dengan penyinaran matahari penuh dan dapat beradaptasi pada ketinggian 300 -2000 m dpl. Bunga berwarna putih dengan lidah ungu, panjang 40 cm dengan 15 kuntum bunga mekar yang secara bergantian.  Coelogyne asperata Lindl termasuk tipe anggrek epifit yang kadang kala juga ditemukan tumbuh di bebatuan, panjang bunga bisa mencapai 50 cm, memiliki 15 kuntum bunga dengan kombinasi warna putih, jingga atau merah. Bromheadia finlaysoniana (Lindl) adalah anggrek tanah yang tumbuh diantara semak belukar didalam hutan yang sudah dibuka di Kabupaten Tebo, Batanghari dan Muaro Jambi. Kelopak bunga berwarna putih dengan bibir bunga kombinasi warna putih dan ungu. Jenis anggrek lainnya yaitu Dendrobium sp yang berasal dari Kabupaten Merangin dan juga ditemukan di Taman Nasional Kerinci Seblat, sedangkan Liparis sp juga tumbuh terestrial di hutan semi terbuka Kabupaten Merangin.  Koleksi lain yang menarik adalah jenis anggrek Paphiopedilum sp dengan bunga menyerupai kantong semar dengan kombinasi warna unggu dan putih.