JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Rangkaian gelaran HKP yang dibuka oleh Bupati Kerinci DR. Adi Rozal M.Si, tgl 23 Juli 2017 akhirnya sampai pada hari penutupan pada tanggal 25 Juli 2017 oleh Gubernur Jambi. Kedatangan Gubernur Jambi H. Zumi Zola Zulkifli beserta ibu Hj.Sherin Tharia Zola di lokasi HKP tepatnya di Sub Terminal Agribisnis (STA) Kayu Aro Kerinci, Selasa 25 Juli 2017 dimulai dengan mengunjungi gelar teknologi yang dikomandoi oleh BPTP Balitbangtan Jambi. Diawali dengan melihat ternak sapi dan melakukan Inseminasi Buatan (IB), selanjutnya melihat teknologi pembuatan jamur,  dilanjutkan kegiatan panen Jagung, kemudian melihat budidaya kentang dan kacang buncis yang tumbuh dengan baik dengan teknologi ramah lingkungan, selanjutnya ke lokasi budidaya cabe semi organik dan berakhir pada panen kentang varietas Median yang merupakan varietas baru hasil kajian peneliti Balitbangtan, Diketahui, kentang jenis ini merupakan jenis kentang olahan yang cocok untuk dijadikan berbagai olahan seperti keripik dan stik kentang, rasanya yang renyah dan warnanya yang putih bersih menjadikannya kentang unggulan.

Gubernur Jambi, Bupati Kerinci beserta beberapa kepala daerah kabupaten dan kota di Prov.Jambi, sangat antusias melakukan panen kentang varietas median ini. “Dengan adanya varian baru kentang olahan, berharap bisa dikembangkan lebih luas lagi di dataran tinggi Provinsi Jambi terutama di Kerinci” demikian disampaikan Gubernur beserta Ibu seraya mencicipi stik kentang goreng yang renyah.  

Bupati Kerinci dalam sambutannya mengatakan bahwa Hari Krida Pertanian sebagai support bagi para petani yang bermartabat dengan harapan supaya petani mampu mandiri di bidang pangan. “Pemerintah Kabupaten Kerinci selalu berusaha terus meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan nilai jual dan produksi hasil pertanian, upaya tersebut sudah dibuktikan dengan Kerinci sebagai daerah surplus beras dan komoditi pertanian lainnya. Selain itu dengan adanya sertifikat Indek geografis (IG) untuk tanaman Kayu manis dan Kopi arabika kerinci, juga pelepasan varietas tebu  POJ 2878 Agribun Kerinci dan varietas padi Inpari 28 Kerinci, sehingga harga produk kayu manis dan kopi kerinci menjadi lebih tinggi di pasaran dan produk pertanian Kerinci menjadi terkenal, hal ini tidak terlepas dari dukungan kerjasama yang telah dilakukan dengan BPTP Balitbagtan Jambi” tambahnya.

Pada sambutannya Gubernur Jambi menyampaikan terima kasihnya kepada petani, nelayan dan semua pelaku pertanian. Zola juga memotivasi para petani agar terus meningkatkan hasil pertanian. Zola menyampaikan bahwa "Pemprov Jambi terus mendorong para petani agar meningkatkan produksi pertanian. Tanpa ada petani semua kebutuhan pangan tidak akan bisa terpenuhi. Sebab itu tidak berlebihan jika dikatakan petani dan nelayan adalah pahlawan untuk kita semuanya" pernyataan ini disambut gemuruh tepuk tangan para hadirin.

Dalam kesempatan ini pula Gubernur  Zola juga memberikan bantuan berupa alat-alat mesin pertanian (alsintan), bibit dan obat-obat tanaman. Pemberian bantuan ini juga ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani yang diterima secara simbolis oleh walikota dan bupati se-Provinsi  Jambi. Beliau juga menyerahkan penghargaan dari Menteri Pertanian kepada Bupati Kerinci DR. Adi Rozal M.Si. dan Merangin, M Haris yang berprestasi dalam pembangunan pertanian di daerahnya.

Untuk meningkatkan harga barang pertanian, Zola minta bupati/walikota agar segera memperbaiki infrastruktur jalan produksi. Menurutnya apabila bahan pertanian atau hasil pertanian dengan mudah dibawa kelokasi maka akan mengurangi biaya dan otomatis akan  memperlancar para petani dalam usaha jual beli produksi pertanian. Ditambahnya lagi, pemerintah perlu membuat payung hukum untuk para petani agar mereka merasakan nyaman dalam bercocok tanam serta menghindari alih fungsi lahan yang sewaktu-waktu bisa saja terjadi. Salah satunya dengan membuat Peraturan Daerah (Perda) untuk melindungi keberadaan lahan pertanian mereka.

Tak lupa di akhir acara Gubernur  Zola juga berterima kasih kepada pihak yang terlibat dalam pertanian, perikanan, kehutanan, para penyuluh pertanian dan kelompok tani yang telah bersinergi dan berkerja keras dalam penyediaan bahan pangan untuk mewujudkan ketahanan pangan di Jambi.