JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Dalam rangka mempertahankan swasembada beras dan memantapkan ketahanan pangan nasional pemerintah telah melaksanakan program intensifikasi pertanaman padi dan ekstensifikasi lahan sawah. Dalam program intensifikasi areal persawahan keluar Jawa, pemerintah telah membuka sekitar 3.2 juta ha areal sawah baru di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Periode 2011-2014 telah mencetak sawah seluas 362.100 ha, tahun 2015  seluas 23.000 hektar di 12 kabupaten di Indonesia. Di Kabupaten Merangin Provinsi Jambi,  Pada tahun 2015 telah telah dicetak sawah seluas 1.000 ha, kemudian dilanjutkan pada tahun 1016 seluas 750 ha. Areal sawah bukaan baru ini menempati areal marginal dengan jenis tanah Histosol (lahan gambut) dan Inceptisol (rawa lebak), disamping itu juga dengan jenis tanah Ultisol dan Oxisol. Persoalan yang dihadapi pada sawah bukaan baru sangat berbeda dengan sawah mapan, yaitu tingkat kesuburan tanah yang rendah yang diperparah oleh persoalan keracunan besi Sehingga peningkatan produktivitas padi pada lahan marjinal tersebut akan menghadapi masalah baik fisik maupun kimia tanah, diantaranya kebutuhan air tinggi (poros), konsentrasi dari unsur meracun dan kahat unsur hara makro dan mikro serta jerapan P dan S yang tinggi. Disamping itu belum banyak varietas padi yang adaptif dengan kondisi sawah bukaan baru. Dengan demikian maka peningkatan produktivitas sawah bukaan baru perlu perlakuan khusus untuk memperbaiki sifat kimia melalui ameliorasi dan pemupukan, penggunaan varietas unggul adaptif, serta teknologi pengelolaan air irigasi yang baik. Dalam rangka mendukung pengembangan lahan sawah bukaan baru di Provinsi Jambi, khususnya di Kabupaten Merangin, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Balitbangtan Jambi melakukan pengkajian teknologi pengelolaan lahan dan air pada lahan sawah bukaan baru pada tanah marginal. Pengkajian ini terdiri dari teknologi pengelolaan lahan dan air serta Uji adaptasi VUB  padi pada lahan sawah bukaan baru.

Pengkajian dilaksanakan di Desa Rejosari, kecamatan Pamenang kabupaten Merangin, dengan luas lahan sawah bukaan baru 40 ha yang dicetak pada yahun 2016. Pada pertanaman padi sebelumnya pertumbuhan dan produksi padi hanya mencapai 1,0 – 1,5 ton per hektar dengan varietas Ciherang dan Mekonga. Dari penampilan pertumbuhan padi varietas Batang Piaman, Inpara 3, Inpari 30, Mekonga, dan Ciherang terlihat bahwa varietas padi adaptif pada sawah bukaan baru dengan pengelolaan lahan (ameliorasi lahan) dan pengaturan tata air. Rata-rata anakan tanaman padi diatas 25 batang per rumbun.