JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Panen raya padi gogo varietas Inpago 8 di Desa Teluk Pandak, Kecamatan Tanah Sepengal, Kabupaten Bungo, seluas 5 ha pada Kamis, 27 Juli 2017 dilakukan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kab Bungo, Ir. Supriyadi, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan diwakili Hartoyo, SP., Camat Tanah Sepenggal Zukrianto, SPt., MSi., Kepala Desa Teluk Pandak R Puadan, Kepala BP3K Tanah Sepenggal Afrizal, SP., Kepala BPTP Jambi diwakili Ir. Adri.,M.Si, Dr. Salwati., SP.M.Si,  peneliti BPTP Balitbangtan Jambi, Ketua Gapoktan Maju Bersama A.Latief, serta Kelompok Wanita Tani/KWT yang tergabung dalan kelompok tani Melati Pandak yang diketua oleh Betsi Aini, PPL Teluk Pandak Wenty Agustin, SP, PPL Lubuk Benteng serta petani di sekitar lokasi pemanenan.  Kegiatan merupakan salah satu realisasi peningkatan Indeks Pertanaman dan menanam tanaman padi di mana biasanya areal tersebut merupakan lahan bera (tidak ditanam) pada Musim Tanam Ke dua/ MT II setiap tahunnya.

Pengambilan ubinan dilakukan oleh BPS Kabupaten Bungo dengan hasil ubinan 5,2 ton/ha GKP (Gabah Kering Panen) atau setara dengan  4,54 ton/ha GKG (Gabah Kering Giling). Diperkirakan hasil padi ini akan menghasilkan beras sebanyak 3,02 ton dan memberikan pendapatan kepada petani sebesar Rp 30.200.000 / ha/musim tanam  dengan asumsi harga beras Rp 10.000 per kg. Sementara padi petani menggunakan varietas lokal umur dalam (6 bulan) hanya mampu 2,3 ton GKP. Hasil panen Inpago 8 hari ini masuk ke dalam kriteria yang sangat tinggi sebagai hasil tanaman padi gogo lahan kering. Dengan demikian Inpago 8 merupakan salah satu VUB yang mampu memecahkan masalah varietas untuk lahan kering. Disamping kegiatan panen raya, juga dilakukan uji rasa nasi Inpago 8 dan respon dari responden didapatkan bahwa petani mengatakan rasa nasi enak, dan petani menyukai. Dalam sambutannya, Kepala Dinas Ketahanan pangan menguraikan bahwa, “hasil yang dicapai per hektar ini akan memenuhi kebutuhan beras selama satu tahun untuk satu keluarga”. Sedangkan menurut perwakilan Dinas Pertanian, Hartoyo SP., menyatakan bahwa varietas padi gogo sulit didapat dan bibit padi gogo lokal biasanya hasil rendah dan umur tanaman yang panjang. Ditambahkan pak Afrizal, dengan kegiatan ini peningkatan IP dari 100 ke IP 200 telah tercapai dan bisa diterapkan di lokasi lainnya. Sedangkan Camat Tanah Sepenggal, menyatakan rasa terima kasih pula kepada Babinsa dan mitra swasta, Petrokimia, Bpk. Epi Ismoyo atas partisipasinya dalam kegiatan ini, lahan kering di Kecamatan Tanah Sepenggal telah banyak beralih fungsi ke perkebunan. Dengan adanya kajian ini, ketersediaan lahan kering yang masih 80 ha di desa Teluk Pandak dapat terus digunakan sebagai tempat budidaya tanaman pangan dengan menerapkan teknologi Litbang Pertanian tentunya. Sehingga diharapkan kegiatan akan berlanjut dan VUB Inpago 8 tersebar lebih luas dengan pengawalan teknologi oleh BPTP Balitbangtan Jambi.

Peningkatan Indeks pertanaman akan semakin meluas di wilayah ini, demikian yang diharapkan oleh beberapa KWT dan anggota Gapoktan yang ada disekitar wilayah binaan yang mencakup dua kecamatan. Kepala BPTP Jambi yang diwakili oleh Ir. Adri, M.Si menekankan dan berharap kepada stakeholder dan benefisiaris untuk tetap mengadopsi dan mendifusikan teknologi Peningkatan Indeks Pertanaman yang sudah teruji memberikan hasil lebih tinggi, umur tanaman lebih pendek dan rasa nasi yang disukai oleh petani dikembangkan lebih masif lagi sehingga Kabupaten Bungo bisa mandiri pangan.