• Font size:
  • Decrease
  • Reset
  • Increase

Berita Terkini

BPTP BALITBANGTAN JAMBI SIAP DUKUNG SEKOLAH LAPANG IKLIM-3

Salah satu upaya BMKG untuk meningkatkan pemahaman petani terhadap informasi iklim yaitu dengan melalui program Sekolah Lapang Iklim (SLI). SLI merupakan sebuah kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang bertujuan untuk menjembatani peningkatan pemahaman mengenai informasi iklim bagi para petugas di lingkungan Dinas Pertainan Daerah, Penyuluh dan petani yang tersebar di seluruh nusantara. Jika disederhanakan, manfaat yang akan dirasakan oleh petugas Dinas Pertanian Daerah, penyuluh dan petani yang mengikuti SLI adalah untuk memahami dan memanfaatkan informasi iklim secara efektif dalam mendukung pertanian. Dalam perspektif lain, SLI ini menjadi wahana untuk menyesuaikan produk informasi iklim dengan kebutuhan penggunanya yang dalam hal ini adalah petani.

Dalam rangka persiapan SLI ke 3 ini, Stasiun Klimatologi Jambi pada Selasa, 18 April 2017 di kantor stasiun klimatologi Sungai Duren, menggelar Focus Group Discussion (FGD)  yang turut mengundang BPTP Balitbangtan Jambi untuk mendukung inovasi teknologi yang akan diterapkan di lokasi demplot SLI-3. Kegiatan SLI-3 akan dilakukan di desa Pematang Pulai Kec. Sakernan Kab. Muaro Jambi. Dukungan inovasi teknologi yang akan diterapkan yaitu penggunaan Varietas Unggul Baru (VUB) yang adaptif untuk lahan rawa, yaitu Inpara 3, rekomendasi pemupukan, penggunaan Trichokompos, perlakuan bibit, penanaman dengan sistem tanam Jajar Legowo 2 : 1 dan 4 : 1. Kegiatan SLI akan diselenggarakan selama 1 musim tanam (Mei – Agustus 2017). Dari aspek iklim menanam Padi dengan menggunakan VUB Inpara 3 yang berumur pendek dapat mengantisipasi terjadinya kekeringan akibat El-Nino di tahun 2017 ini. Penggunaan VUB Inpara 3 ini  juga untuk merubah kebiasaan petani setempat yang lebih suka menanam padi lokal yang berumur panjang, sehingga rentan terhadap penyakit, banjir dan kekeringan.

Peserta SLI-3 selama 4 bulan sebanyak 28 orang yang tergabung dalam perwakilan kelompok tani yang ada di Desa Pematang Pulai. Kegiatan SLI 3 akan dibimbing dan dipandu oleh narasumber dari POPT (Pengamat Organisme dan Pengganggu Tanaman), BPTPH (Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura), BPTP (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian), PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan), Dinas Pertanian Kab. Muaro Jambi dan dari Stasiun Klimatologi Jambi. Materi yang akan diberikan selama pelaksanan sekolah lapang terdiri dari 75% materi tentang iklim, dan 25% tentang pertanian.

“Pertanian berhubungan dengan lahan tempat melakukan kegiatan, pupuk untuk kesuburan, benih tanaman untuk produksi dan pengairan untuk kebutuhan air tanaman. Perubahan dan variasi iklim yang terjadi pada saat ini mengharuskan petani untuk memahami gejala dari perubahan iklim tersebut. Penyuluh pertanian mempunyai peran penting dalam menerjemahkan data iklim menjadi informasi iklim yang berguna dan bermanfaat bagi para petani untuk menentukan waktu tanam, jenis komoditas yang ditanam serta pola tanam” demikian arahan Syafrinal, SH. Kepala stasiun iklim Jambi saat membuka acara.

Secara tradisional aktifitas pertanian dapat berpedoman pada hari dan bulan, tapi setelah terjadi perubahan iklim harus berpedoman dengan data, yaitu pola curah hujan di wilayahnya. Data dapat diperoleh dari pengukuran harian agar diperoleh karakteristik curah hujan di lokasi bersangkutan. Tentu saja, untuk memperoleh gambaran menyeluruh tentang kondisi dan cuaca di lokasi tersebut, tidak hanya curah hujan yang diukur dan dicatat, tetapi juga semua parameter cuaca, seperti radiasi matahari, tekanan, kelembaban, suhu, kecepatan dan arah angin. Berkaitan dengan hal ini Stasiun Klimatologi Jambi akan mengadakan sekolah lapang iklim 3 tahun 2017. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam memanfaatkan informasi iklim guna melakukan antisipasi dampak fenomena iklim ekstrim, meningkatkan keterampilan dan pengetahuan petugas maupun petani mengenai cuaca/iklim serta melakukan adaptasi terhadap usaha pertanian apabila terjadi iklim yang ekstrim seperti banjir dan kekeringan. Melalui SLI tahap 3 ini para petani dapat lebih memahami iklim sehingga nantinya diharapkan mampu meningkatkan hasil produksi pangan

Manfaat yang dapat diperoleh dari pelaksanaan SLI 3 ini adalah peserta dapat mengaplikasikan pengetahuan dan pemahaman tentang informasi iklim ke dalam praktek pengaturan strategi pola tanam, penentuan awal masa tanam yang tepat serta pemilihan varitas tanam yang sesuai untuk daerah dan pada musim tertentu.  Dengan adanya dukungan inovasi teknologi dari BPTP Balitbangtan Jambi diharapkan hasil panen meningkat sekitar 30% dari sebelumnya.

 

Switch mode views:

Style Sitting

Fonts

Layouts

Direction

Template Widths

px  %

px  %