JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Panen padi varietas Inpari 30 kelas benih FS

Selasa, 11 Juli 2017, di Desa Rawa Medang, Kecamatan Batang Asam, Kab. Tanjung Jabung Barat. BPTP Balitbangtan Jambi menggelar acara panen padi kegiatan Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) Padi Varietas Inpari 30 kelas benih FS. Acara ini dihadiri lebih dari 150 orang yang berasal dari berbagai stakeholder, antara lain; Dirjen PSP Kementerian Pertanian, Bupati Tanjung Jabung Barat beserta jajarannya, Dandim dan jajarannya, Kepala Dinas Tanaman, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Provinsi Jambi dan jajarannya, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kab. Tanjung Jabung Barat serta jajarannya, Camat Batang Asam, Kepala BP3K Batang Asam dan para penyuluh, Kepala Desa Rawa Medang dan Desa Sri Agung, Ketua Gapoktan dan anggota Kelompok Tani di Desa Rawa Medang dan Sri Agung serta Peneliti BPTP Balitbangtan Jambi.

Kegiatan diawali dengan panen ubinan oleh beberapa perwakilan pejabat provinsi dan kabupaten serta Kepala BPTP Balitbangtan Jambi. Hasil ubinan menghasilkan 6,8 ton/ha. Selanjutnya, dilakukan panen dengan menggunakan Combine Harvester. Tak tanggung- tanggung Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr.Ir. Syafrial langsung turun ke lapangan mengemudikan Combine Harvester tersebut. Selesai panen acara dilanjutkan dengan pertemuan di saung kelompok tani. Dalam laporannya, Kepala BPTP Balitbangtan Jambi Dr. Ir. Mohammad Takdir Mulyadi, MM menjelaskan bahwa kegiatan UPBS ini merupakan kegiatan penangkaran benih padi dalam menunjang program Strategis Kementan untuk mendukung UPSUS Padi, Jagung dan Kedelai (Pajale). Dalam perannya, BPTP Balitbangtan Jambi melakukan kegiatan UPBS Pajale yang tersebar di Kab. Tanjung Jabung Barat, Bungo dan Tebo. Khusus wilayah Kab. Tanjung Jabung Barat dilakukan penangkaran padi dengn kelas benih FS, SS dan ES dengan menggunakan beberapa varietas unggul baru (VUB) Badan Litbang Kementan diantaranya; Inpari 30, 32, 33 dan Inpara 3 di Desa Rawa Medang, serta varietas amfibi (Inpari 38, 39, 41 dan 42) di Desa Sri Agung. "Padi varietas Inpara 3 telah secara masif berkembang di lahan rawa dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat adalah sebagai penghasil benih sumbernya setiap tahun" tambah beliau. Kepala BPTP Balitbangtan Jambi juga menegaskan bahwa varietas Inpari 30, 32 dan 33 merupakan VUB yang akan dikembangkan untuk menggantikan varietas lama seperti Ciherang, Mekongga, Ciliwung, dll. yang saat ini telah turun potensi genetiknya serta rentan serangan hama dan penyakit. Penangkaran benih sumbernya berlokasi di Tanjung Jabung Barat, Kerinci dan Merangin. Sementara itu, introduksi VUB Amphibi (Inpari 38, 39, 41 dan 42) adalah untuk mengantisipasi perubahan iklim yang tidak menentu. Dalam laporannya pula dijelaskan bahwa dalam rangka untuk mengamankan keputusan politik pemerintah dianjurkan untuk menggunakan varietas unggul jagung hibrida produksi anak bangsa. Sejalan dengan hal tersebut BPTP Balitbangtan Jambi bekerjasama dengan penangkar di Desa Sri Agung dan Rawa Medang Kab. Tanjung Jabung Barat dalam pemenuhan kebutuhan benihnya. Ditambahkan pula bahwa kegiatan penangkaran jagung Hibrida BIMA URI 21 di Desa Sri Agung yang sudah dilakukan panennya pada awal bulan Juni 2017 lalu telah menghasilkan benih sebesar 1,3 ton.

Bupati Tanjung Jabung Barat dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada BPTP Balitbangtan Jambi yang selama ini telah rutin melaksanakan pengkajian dan pendampingan teknologi di Kab. Tanjung Jabung Barat. "Kebutuhan benih padi yang tinggi di Kabupaten Tanjung Jabung Barat sangat membutuhkan kegiatan penangkaran" ungkapnya. Beliau juga berharap kegiatan BPTP Balitbangtan Jambi selanjutnya bisa lebih diarahkan dalam pengembangan daerah pasang surut di Tanjung Jabung Barat. "Marilah kita bersama-sama bekerja lebih keras dan lebih cerdas untuk meningkatkan kesejahteraan kita semua" himbaunya. Acara diakhiri dengan temu wicara antara Bupati dengan petani. (AM)