JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Kecamatan Kumpeh Ulu, khususnya Desa Kasang Kota Karang merupakan salah satu kawasan pengembangan bawang merah. Belum banyak petani yang mengenal budidaya tanaman ini. BPTP Jambi berusaha untuk memberikan inovasi teknologi dan memperkenalkan beberapa varietas unggul bawang merah dataran rendah dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, yaitu varietas Katumi, Bauji, Biru lancor, Tajuk, Super Philip, dan Manjung. Keenam varietas tersebut merupakan varietas baru bagi petani dan mereka cukup antusias menerima varietas baru tersebut. Penentuan lokasi Demplot dilakukan bersama-sama dengan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Muaro Jambi serta PPL di Kecamatan Kumpeh Ulu. Teknologi budidaya yang diperkenalkan yaitu konsep ramah lingkungan dengan penggunaan varietas unggul, mulsa plastik hitam perak untuk menekan pertumbuhan gulma; penggunaan kompos organik; pemupukan berimbang, Trichoderma, PGR, penggunaan perangkap likat kuning untuk lalat buah dan penggunaan pestisida kimia pada saat hama dan penyakit tidak dapat dikendalikan dengan pestisida nabati. Keenam varietas tersebut dapat beradaptasi di dataran rendah dan memberikan produksi yang mengembirakan, walaupun belum maksimal, tetapi petani senang dapat panen bawang yang mereka tanam sendiri. Selama ini mereka belum pernah berhasil seperti ini.  Panen yang dilaksanakan pada tanggal 10 Agustus 2016 dihadiri oleh Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Muaro Jambi, Peneliti BPTP Jambi, Petugas Pengamat Hama, Petugas dari Balai Pengawasan dan Sertifikasi Perbenihan Tanaman (BPSPT) dan PPL wilayah Kecamatan Kumpeh Ulu.  Produktivitas ke enam varietas tersebut yaitu Katumi 6,1 ton/ha, Bauji 7,5 ton/ha, Biru lancor 6,0 ton/ha, Tajuk 6,6 ton/ha, Super Philip 5,8 ton/ha, dan Manjung 7,2 ton/ha umbi kering. Produktivitas ini lebih rendah dari pada potensi hasil, disebabkan cuaca panas dan hujan sehingga penyakit mudah berkembang dan umbi menjadi busuk.  Hal ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Muaro Jambi tetapi juga di sentra bawang merah Jawa Timur, produksi menurun dan akibatnya pasokan produksi turun, bahkan harga benih dapat mencapai Rp. 65.000,-.  Umbi yang dihasilkan selanjutnya akan dijadikan benih di bawah pengawalan petugas dari (BPSPT). Semoga petani dapat menjadi penangkar bawang merah yang belum ada di wilayah ini.