JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Alih fungsi lahan pertanian  (sawah) kepenggunaan non pertanian menjadi masalah, terutama bagi keberlangsungan ketersediaan pangan secara nasional. Berbagai usaha sudah dilakukan untuk menyediakan pangan. Kementerian Pertanian telah melakukan perbaikan jaringan irigasi tersier secara besar-besaran, pencetakan sawah baru dan optimasi lahan, dan berbagai riset untuk meningkatkan produksi pangan terutama beras. Salah satu program yang dilaksanakan oleh kementerian pertanian melalui Badan Litbang Pertanian yaitu penerapan teknologi padi Salibu di tingkat petani yang sudah dipercaya bisa menghemat pengeluaran petani dan meningkatkan indeks pertanaman padi.

Teknologi Salibu  (ratun yang dimodifikasi)  adalah suatu teknologi budidaya padi dengan memanfaatkan batang bawah padi setelah panen sebagai penghasil tunas/anakan yang akan dipelihara. Tunas ini berfungsi sebagai pengganti bibit pada sistim tanam pindah.

Kegiatan teknologi padi Salibu menggunakan varietas Inpari 28 Kerinci yang pada pertanaman sebelumnya menggunakan system jajar legowo 2:1, dilaksanakan BPTP Jambi di Desa Sungai Hangat Kecamatan Gunung Raya, Kabupaten Kerinci Jambi,  berkerjasama dengan BAKORLUH Provinsi Jambi dan BP4K Kerinci,  mulai bulan Februari 2016, dan panen dilakukan tanggal 23 Mei 2016 oleh Bupati Kerinci Dr. H. AdiRojal., M.Si, didampingi oleh kepala BPTP Jambi, Sekretaris BAKORLUH Provinsi Jambi, Dandim 0417 Kerinci, Kepala Dinas Pertanian, BP4K dan BPS Kerinci.

Rata-rata hasil ubinan panen teknologi padi salibu adalah 5.8 ton/ha, hasil ini masih lebih tinggi dari rata-rata produktivitas padi di Jambi. Penerapan teknologi Salibu ini bisa mengurangi pengeluaran petani terutama untuk persiapan lahan dan benih mencapai 41 % artinya pendapatan petani dapat meningkat, selain itu juga hemat air, juga umur pertanaman bisa lebih pendek. Pada sistem tanam pindah biasa padi Inpari 28 dari semai sampai panen berumur 120 hari, dengan menggunakan teknologi salibu umur panen hanya 85 hari.

Dalam sambutannya, Bupati Kerinci mengucapkan terimakasih atas inovasi-inovasi teknologi yang sudah dilaksanakan di Kerinci terutama teknologi padi Salibu. Kerinci yang luas persawahannya kecil tapi menjadi andalan provinsi Jambi untuk produksi padi, ini dikarenakan selain tanahnya yang subur, ketersedian air terjamin sehingga nantinya kalau sistem Salibu ini diterapkan indeks pertanaman di Kerinci bisa meningkat menjadi 3. Selanjutnya Dandim 0417 Kerinci menambahkan pada arahannya dengan meningkatnya produksi padi akan menjaga ketahanan pangan nasional dan surplus beras yang selama ini sudah dicapai kabupaten Kerinci bisa dipertahankan bahkan bisa ditingkatkan.