JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

KOTA JAMBI - Peneliti BPTP Jambi Dr. Lutfi Izhar, S.P., M.Sc dikukuhkan sebagai Subkoordinator KSPP BPTP Jambi berdasarkan SK Sekjen Kementan tentang Koordinator dan Subkoordinator Substansi lingkup Balitbangtan secara virtual melalui Zoom Meeting di ruang AOR pada Jumat (5/8/2022). Turut mendampingi dalam pengukuhan ini Kepala BPTP Jambi, Kasubbag. TU dan Kepegawaian. Pengukuhan yang dilaksanakan secara hybrid ini dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Kementan dan dihadiri pejabat esselon I serta Kepala UK/UPT lingkup Balitbangtan.

Dalam arahannya Sekjen Kementan Dr. Ir. Kasdi Subagyono, M.Sc menyampaikan bahwa semua mempunyai kesempatan yang sama di dalam mengembangkan diri menekuni pekerjaan yang berbasis pada tugas dan kewenangan serta tusinya masing-masing. Untuk itu pegawai yang dilantik harus segera mempersiapkan diri pada pekerjaan yang lebih besar.

Lingkungan Balitbangtan segera akan berubah strukturnya menjadi Badan Standardisasi Instrumen Pertanian yang mempunyai tusi berbeda yang lebih implementatif untuk bisa mendukung seluruh kebijakan, program dan kegiatan di Kementerian Pertanian dalam kerangka untuk mengakselerasi pembangunan pangan dan pertanian Indonesia.

Sekjen menegaskan bahwa fungsional mempunyai peran yang sangat strategis dan tidak boleh lagi bekerja as business as usual, tetapi harus extraordinary karena Indonesia maupun global sedang menghadapi krisis multidimensi terutama pangan dan energi. Pangan menjadi kewenangan Kementan yang harus dicermati sehingga bisa menyasar secara tepat hal-hal yang harus dilakukan supaya lebih efektif dan efisien.

Penyebab krisis pangan yang harus dicermati antara lain pandemi Covid-19 yang masih tetap dalam perkembangan yang cukup signifikan, perubahan iklim yang semakin ekstrim dan sulit diprediksi

Untuk itu ada 3 strategi yang harus dipahami dan dipersiapkan dalam menghadapi krisis pangan global, yaitu:

  1. Strategi untuk meningkatkan kapasitas produksi antara lain: a). Fokus pada komoditas yang menyebabkan naiknya inflasi atau menurunkan inflasi (cabai dan bawang merah). b). Menurunkan impor (gula, daging sapi, dan kedelai).
  2. Mengembangkan komoditas substitusi impor, antara lain sorgum, singkong dan sagu serta komoditas lainnya yang berpotensi untuk dijadikan tepung.
  3. Memanfaatkan krisis sebagai peluang ekspor untuk komoditi yang produksinya lebih.

Mengakhiri arahannya Dr. Ir. Kasdi Subagyono, M.Sc berpesan agar pejabat yang baru dikukuhkan dapat bekerja cepat, cermat dan akurat, serta dapat bekerja dengan pola pikir luar biasa dalam menghadapi krisis pangan global.