JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

KOTA JAMBI - Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jambi Dr. Salwati mengikuti Rapim A Pembahasan Tim Gugus Tugas Menghadapi Krisis Pangan Global secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting di ruang AOR, Selasa (2/8/2022). Rapim A dihadiri oleh Menteri Pertanian, Sekjen, Dirjen, Kepala Badan serta Kepala UK/UPT lingkup Kementan.

Dimoderatori oleh Sekjen Kementan, kegiatan diawali dengan penyampaian program dari masing-masing Ditjen, antara lain:

  • Ditjen Tanaman Pangan: Peningkatan produksi kedelai untuk menurunkan impor melalui: 1). Peningkatan produksi dan provitas; 2). Skala kawasan hulu dan hilir; 3). Offtaker, KUR, investor, APBN; 4). Harga dan pasar (rantai pasok pendek). Target peningkatan produksi kedelai tahun 2022 seluas 352.000 ha di 18 provinsi (termasuk Provinsi Jambi seluas 11.500 ha, produksi 18.285 ton). Substitusi gandum dengan pangan lokal (singkong, sagu dan sorgum), target pengembangan sorgum seluas 15 ribu ha untuk subsitusi impor gandum, pengembangan porang 100 ha untuk peningkatan ekspor.
  • Ditjen Hortikultura: Pengawalan komoditas bawang merah dan aneka cabai.
  • Ditjenbun: Kemandirian dalam penyediaan minyak goreng melalui pabrik mini kelapa sawit (pamigo) berbasis korporasi perkebunan rakyat dengan konsep pengembangan melalui pedekatan hulu-hilir, pengembangan sagu, swasembada gula konsumsi, pengembangan kelapa genjah, pengembangan gula non tebu (stevia).
  • Ditjen Peternakan dan Keswan: Pengembangan ternak sapi potong pola integrasi sapi-sawit dan ranch, pengembangan cluster peternakan kambing/domba, pengembangan usaha peternakan unggas lokal berbasis korporasi/kemitraan, korporasi peternakan itik, Pengembangan ekspor sarang burung walet dengan mendorong pengembangan rumah dan pencucian sarang burung walet teritegrasi di daerah sentra, penguatan diplomasi dengan negara Tiongkok, koordinasi dengan daerah terkait registrasi rumah walet, melakukan pendampingan peningkatan level NKV dan promosi sarang burung walet.

Dalam arahannya Menteri Pertanian Prof. Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, SH., M.Si., M.H. meminta agar dipetakan program-program yang termasuk ke dalam program reguler, program Super Prioritas Pertanian (SPP) ataupun strategi baru dalam menghadapi krisis pangan. Mentan meminta agar esselon I dapat lebih fokus pada strategi-strategi baru, kemudian esselon II pada program SPP kemudian esselon III pada program reguler. Untuk itu program program yang disusun harus terkonsepsi, terstruktur dan tersistematik dengan baik dan dibuat sedetail mungkin yang nantinya akan di monitoring oleh pusat pelaporan, monitoring dan konsultasi.

Mentan meminta agar struktur pengawalan, program dan laporan dibenahi lagi, harus terurai dan detil, sehingga keputusan yang dihasilkan tidak harus bersifat universal, melainkan mendetail pada kondisi spesifik. Mentan juga mengharapkan agar program yang dilaksanakan difokuskan pada 1-3 titik lokasi pengembangan serta terus dilakukan pengawalan sampai menghasilkan.

Implementasi program Kementan ini adalah mempertahankan inflasi terendah dari sektor pertanian. Hal ini disebabkan terjadinya peningkatan inflasi dari sebelumnya 3,2% menjadi 4,3% menuju 4,6% yang harus ditahan dan sebesar 60% penyumbang inflasi berasal dari sektor pertanian. Untuk mendukung keberhasilan program-program Kementan, Mentan meminta agar Ditjen dapat menyiapkan langsung tim di lapangan dengan baik. 

Terkait rencana kegiatan Rakernas bersama Bapak Presiden, Mentan meminta agar dapat diikuti oleh champion-champion Kementan, petani dan tokoh-tokong tani, bupati dan gubernur, serta kepala dinas pertanian seluruh Indonesia. Target utama Kementan adalah ketersediaan pangan selama 2 tahun, dengan target minimal dibawah Kementan adalah 200.000 ton  jagung maupun beras. Untuk itu diperlukan dukungan dan penumbuhan champion-champion baru, kerja sama dengan perbankan dan stakeholder terkait lainnya. Mengakhiri arahannya Mentan meminta agar seluruh jajaran Kementan dapat saling mendukung untuk menghadapi krisis pangan global ini.