JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

KOTA JAMBI - Selasa, 21 Desember 2021, bertempat di aula Balitbangda Provinsi Jambi diadakan acara Launching Roadmap Sistem Inovasi Daerah (SIDa) Provinsi Jambi tahun 2019-2023. Acara diawali dengan laporan ketua panitia yang disampaikan Kabid Inovasi Daerah Balitbangda Provinsi Jambi Dr. Novita Erlinda, S.E., MAP. Tema yang diusung pada acara ini, “Mari Kita Tingkatkan Investasi dan Prestasi dalam Pemulihan Perekonomian Daerah melalui Penguatan SIDa".

Acara dihadiri oleh 60 orang peserta, yang terdiri dari perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi Jambi dan Balitbangda/Bappeda yang membidangi kelitbangan kabupaten/kota se-Provinsi Jambi. Selanjutnya acara dibuka oleh Kepala Balitbangda Provinsi Jambi Ir. Azrin, M.Si. Dalam arahannya Beliau menyampaikan bahwa majunya suatu daerah sangat ditentukan oleh inovasi yang dilaksanakan oleh daerah tersebut.

Inovasi daerah adalah semua bentuk pembaharuan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah.  Sedangkan sasaran inovasi daerah diarahkan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan publik, pemberdayaan dan peran serta masyarakat, serta peningkatan daya saing daerah.

SIDa tidak hanya berbasis komoditi saja namun mengatur keseluruhan sistem dalam pelaksanaan inovasi di daerah yang memiliki ruang lingkup yang lebih luas, yaitu sebagai acuan dalam pelaksanaan inovasi dalam bentuk pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, dan inovasi bentuk lainnya.

Narasumber pertama pada kegiatan ini Dr. Desi Hernita, S.P., M.P. dari BPTP Jambi.  Materi yang disampaikan antara lain meliputi perkembangan kegiatan SIDa tahun 2019 – 2023 dengan tematik nanas dan pinang, kolaborasi kelembagaan SIDa, tantangan dan peluang, kondisi SIDa yang akan dicapai, arah kebijakan dan strategi penguatan SIDa, fokus dan program prioritas penguatan SIDa, Roadmap SIDa Provinsi Jambi 2019-2023, dan Rencana Aksi Penguatan SIDa.

Nara sumber kedua Nurjanah Pangeran, S.T., S.Si., M.T. dari Bappeda Provinsi Jambi, menyampaikan untuk berkolaborasi dalam melaksanakan roadmap SIDa dan evaluasi apakah tahun ketiga target telah tercapai sesuai dengan roadmap. Pinang betara terbaik kualitasnya di Indonesia bahkan dunia sedangkan nanas tangkit mempunyai cita rasa yang spesifik dan khas.

Dalam diskusi peserta menyampaikan pinang betara sudah ekspor dan masih melalui pelabuhan Surabaya dan untuk nanas masih perlu upaya mempertahankan kesegaran buah dan mencari solusi dalam hal pemasaran. Masalah hilirisasi produk baik untuk nanas tangkit dan pinang betara harus spesifik dan berbeda dengan produk dari wilayah lain serta sesuai dengan permintaan pasar. Perlu ditingkatkan sosialisasi dan kampanye untuk kedua produk tersebut. (DH)