JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

TANJUNG JABUNG BARAT - Tim Kegiatan Anjak Hilirisasi berkoordinasi dengan Dinas Perkebunan dan Peternakan Tanjabbar dan diterima oleh Kabid perkebunan Umar Dhani dan Kasi Produksi Ahmad Sopyan (6-7 Oktober 2021). Menurut Kabid perkebunan, Terdapat 5 komoditas pertanian unggulan yaitu kelapa dalam, pinang, karet, kelapa sawit dan kopi libtukom. Pemanfaatan teknologi hilirisasi produk belum berjalan baik, sebagian besar petani lebih memilih untuk menjual hasil pertanian tanpa diolah. Namun, beberapa petani yang berpikiran maju dan mau berusaha bergerak di bidang hilirnya dan teryata berhasil menembus pasar lokal dan ekspor.

Kunjungan lapang dilanjutkan ke lokasi petani pengolah hasil limbah kelapa "Lucas" di Kecamatan Pengabuan. Beliau mempunyai pabrik pengolahan limbah kelapa dalam menjadi produk yang bernilai tinggi seperti, cocopeat, cocofiber, dan olahan lainnya. Produk tersebut dijual langsung ke PT. Wirakarya Sakti (WKS) melalui tender mencapai 800-1000 Ton cocopeat. Hasil cocofiber diekspor melalui pembeli dari Provinsi Lampung sebanyak 25-35 ton/bulan.

Kunjungan berikutnya ke Kecamatan Betara melihat usaha Kopi Liberika Tungkal Komposit (Libtukom) bertemu "Mislanudin" pengusaha kopi dan Ketua Kelompok Tani Sidho Muncul. Kendala utama adalah harga yang tidak stabil bahkan cenderung menurun, serta tergantung pembeli dari luar negeri melalui pengumpul-pengumpul yang ada di daerah. Selama ini  penikmat kopi di Jambi kurang menyukai jenis kopi ini, masih kalah dengan jenis Arabika dan Robusta. Proses pasca panen belum maksimal serta kemasan yang masih kurang menarik. (EW)