Written by Dr. Zubir, S.Pt., M.P. Hits: 41

SAROLANGUN -  Peternakan ayam KUB sudah eksis dilakukan masyarakat di Sarolangun. Peternakan dilaksanakan secara semi intensif. Bercampur antara pemeliharaan ayam untuk potong dan pembibitan, kurang berorientasi output serta kurang memperhitungkan rasio input-output. Akibatnya, kinerja usaha menjadi rendah serta sulit untuk dikembangkan. Oleh karenanya, para peternak perlu mendapatkan pengalaman dan pendampingan dalam pemeliharaan ayam secara intensif terutama untuk tujuan potong.

Sehubungan dengan hal tersebut pada tanggal 14-15 September 2021, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jambi memberikan bantuan bibit DOC, pakan dan obat-obatan serta akan melakukan pendampingan pemeliharaan hingga panen. Bantuan diberikan sebanyak 10 paket, masing-masing terdiri dari 100 ekor DOC KUB (1 box), 1 sak pakan starter, 2 sak pakan grower, 2 sak pakan adukan dan obat-obatan. Guna menghindari terjadinya kelebihan suplai di pasaran, bantuan dibagi atas 2 tahap, masing-masing 5 paket.

Pendampingan dilakukan mulai dari cara mempersiapkan brooder dengan baik, mengkondisikan panas yang stabil, kenyamanan lantai bagi DOC dan melakukan desinfektasi. Cek list kesiapan brooder ini dilakukan sehari sebelum DOC masuk. Peternak yang tidak bisa mempersiapkan brooder dengan baik belum akan mendapatkan bantuan dalam tahap I.

Peternak mendapatkan bimbingan teknis dari tim peneliti BPTP dan Dinas Peternakan Kabupaten Sarolangun yang dilakukan sebelum serah terima bantuan. Penyerahan bantuan secara seremonial dilakukan di kediaman Ketua Komunitas Peternak Ayam KUB Sarolangun.

Peternak berkomitmen akan memanfaatkan bantuan tersebut dengan baik serta selalu mengikuti dan menerapkan bimbingan yang diberikan oleh tim BPTP dalam setiap tahap pemeliharaan. Ucapan terima kasih disampaikan oleh para peternak dan Dinas Peternakan Sarolangun atas bantuan dan pendampingan yang disampaikan oleh BPTP Jambi.