JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

SAROLANGUN - Hasil karakterisasi yang dilakukan sebelumnya, memberikan informasi bahwa tingkat kematian yang tinggi termasuk permasalahan utama yang dihadapi para peternak ayam KUB di Sarolangun. Hal tersebut terjadi pada pemeliharaan ayam untuk pembesaran ataupun juga pada indukan bibit. Oleh karenanya saat penyajian materi “Penanganan Kesehatan Ternak Unggas” dalam Bimtek beberapa waktu lalu menjadi ajang diskusi yang hangat.

Berdasarkan hal tersebut dalam sub kegiatan “Pengembangan Peternakan Ayam KUB Berskala Kecil di Provinsi Jambi dengan Model Alternatif” dilakukan pendampingan aplikasi penanganan kesehatan ternak ayam kampung pada tanggal 18-19 Agustus 2021. Kegiatan dimulai dengan memberikan penjelasan umum tentang penanganan penyakit unggas, mulai dari biosekuriti, perbedaan karakteristik penyakit viral dan bakterial, pengenalan vaksin dan obat. Berdasarkan informasi sebelumnya dari petugas drh. Dinas Peternakan dan Perikanan Sarolangun, jenis penyakit unggas yang banyak ditemukan adalah coryza (snot) selain ND. Oleh karenanya dalam praktik penanganan ini lebih difokuskan pada kedua penyakit tersebut.

Sesi selanjutnya dilakukan praktik vaksinasi ND pada DOC melalui tetes hidung. Vaksin yang digunakan adalah jenis vaksin aktif ND Clone 45 dengan cairan pelarut berwarna biru yang sudah sepaket saat pembelian. Masing-masing peserta secara bergilir melakukan vaksinasi pada DOC yang berjumlah ± 100 ekor. Untuk mengatasi coryza dicontohkan penggunaan antibiotik kombinasi Sulfadiazine dan Trimethoprim yang diiberikan melalui air minum.

Disamping aplikasi penanganan kesehatan unggas, pada perjalanan dinas kali ini juga dilakukan monitoring pengukuran hasil panen maggot pada 3 wadah percobaan. Selanjutnya dilakukan juga perencanaan kandang untuk uji perbandingan ransum lokal.