JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

TEBO - Dalam rangka memperbanyak benih kedelai varietas Anjasmoro dari label putih (FS) ke label ungu (SS) dengan target sebanyak 18 Ton SS, dilakukan kerja sama dengan petani penangkar.

Saat ini (27/5) di beberapa lokasi sudah dilakukan pemanenan, dengan kondisi lot benih masing masing penangkar sebagai berikut:

  • Kelompok Tani (KT) Mekarsari, Desa Sumber Sari, Kec. Rimbo Ulu, Kab. Tebo (Ketua Parmanto), lot pertama seluas 3 ha sudah dalam proses pasca panen, dan diharapkan bisa menghasilkan benih minimal 3 ton. Minggu I bulan Juni direncanakan petugas BPT bisa mengambil sampel contoh benih untuk diuji di laboratorium BPSPT. Untuk lot kedua seluas 2 ha kondisi pertanaman berumur 60-70 HST, diharapkan minggu ke III bulan Juni bisa dilakukan panen dengan target hasil minimal 2 ton benih.
  • Suka Jaya, Desa Suo Suo, Kec. Sumay, Kab. Tebo (Ketua Senan), lot pertama seluas 1 ha dan lot kedua 2 ha dalam proses pasca panen dan diharapkan mendapatan benih 3 ton. Minggu I bulan Juni direncanakan petugas BPT bisa mengambil sampel contoh benih untuk diuji di Laboratorium BPSPT. Untuk lot ketiga seluas 2 ha kondisi pertanaman berumur 75-85 HST, diharapkan minggu ke II bulan Juni bisa dilakukan panen dengan target hasil minimal 2 ton benih.
  • Harapan Mulia, Desa Dusun Baru, Kec. VII Koto, Kab. Tebo (Ketua Bahtiar), lot pertama seluas 2 ha dan lot kedua seluas 2 ha, umur tanaman 80-90 HST dan direncanakan minggu I Juni bisa dilakukan panen dengan target hasil minimal 4 ton benih.
  • Hijau Daun, Desa Malako Intan, Kec. Tebo Ulu, Kab. Tebo (Ketua Suyatno) ada satu lot seluas 2 ha, sudah dalam proses panen, dan diharapkan bisa menghasilkan benih minimal 2 ton. Minggu I bulan Juni direncanakan petugas BPT bisa mengambil sampel contoh benih untuk diuji di laboratorium BPSPT.
  • Bina Karya, Desa Semabu, Kec. Sumay, Kab. Tebo (Ketua Ike Aniek Astuti), lot pertama seluas 1 ha dan lot kedua seluas 1 ha dengan umur tanaman 70-80 HST, direncanakan Minggu II Juni bisa mulai dilakukan panen bertahap dengan target hasil minimal 2 ton benih.

Dari kegiatan ini diharapkan dihasilkan benih sumber sebanyak 18 ton label ungu (SS) untuk mencukupi kebutuhan benih di tingkat penangkar di Kabupaten Tebo seluas 450 ha (40 kg benih/ha).

Kerjasama dengan penangkar ini dituangkan dalam bentuk Surat Perjanjian Kerja (SPK).  Petani penangkar akan mengembalikan benih yang dihasilkan ke UPBS BPTP Jambi setelah melaui proses sertifikasi sebanyak 9 Ton benih.

Pada saat penyusunan SPK ini, petani penangkar meminta benih yang dihasilkan nantinya akan dibeli oleh penangkar yang ada di Kabupaten Tebo untuk mencukupi program pemerintah yang ada di Provinsi Jambi karena penambahan target luas tanam kedelai pada tahun 2021 di Provinsi Jambi. (HN)