JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

BUNGO TEBO - Menindaklanjuti hasil rapat awal internal tim Kegiatan Pembangunan Database Pertanian pada Rabu, 14 April 2021, berdasarkan hasil rapat telah disusun rencana untuk melakukan pengumpulan data pada beberapa dinas dan instansi terkait melengkapi Database Pertanian Provinsi Jambi. Kegiatan Pembangunan Database Pertanian meliputi pengumpulan data sekunder maupun data primer yang tersebar pada setiap dinas terkait di kabupaten dan kota.

Ada beberapa instansi yang menjadi tujuan permintaan data terkait hal ini, diantaranya yaitu Dinas Pertanian, Dinas Perkebunan serta Badan Pusat Statistik. Tim Kegiatan Pembangunan Database Pertanian dalam hal ini diwakili oleh Agusnadi, S.E. dan Husnul Ardi, S.P. langsung mendatangi Kabupaten Bungo dan Tebo guna melakukan koordinasi dan memohonkan bantuan data selama 5 Tahun terakhir yang terkait dengan pembangunan database Pertanian pada Kamis-Sabtu, 27-29 Mei 2021. Sesuai tujuan kegiatan yaitu melakukan identifikasi dan inventarisasi data pertanian baik berupa data primer maupun sekunder yang terkait dengan pertanian di Provinsi Jambi, terutama kabupaten Bungo dan Tebo.

Data-data tersebut antara lain :

  1. Data statistik pertanian;
  2. Data statistik sumber daya manusia;
  3. Data statistik sarana dan prasarana;
  4. Data iklim dan frekuensi serangan hama penyakit;
  5. Data SP lahan;
  6. Data iklim daerah (CH, RH, suhu, evaporasi, kecepatan angin, radiasi matahari, dan lama penyinaran); dan
  7. Data keragaan jumlah dan sebaran petani dan penyuluh.

Tim mengawali kunjungan di Kabupaten Bungo, dimulai pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Bungo, tim langsung disambut oleh Sekretaris Dinas TPHP Bungo, Maryono, SP. Dalam koordinasi ini Agusnadi menjelaskan bahwa BPTP Jambi pada tahun 2021 melakukan kegiatan Pembangunan Database Pertanian Provinsi Jambi yang merupakan bagian dari kegiatan Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Badan Litbang Pertanian tahun 2021.

Maryono sangat menyambut baik koordinasi ini, Beliau mengatakan akan mendukung segala kebutuhan data yang diperlukan, dan mengharapkan nantinya akan ada output yang nyata terkait kegiatan ini. Sembari kemudian Beliau segera mengintruksikan bawahannya, antara lain Kabid TPH, Kabid Program, Kabid Sarpras, dan Kabid Penyuluhan untuk menyiapkan perihal data yang dibutuhkan. Kemudian data-data dari Dinas TPHP Bungo tersebut sudah dicopy dan diserahkan kepada tim melalui diska lepas dan hardcopy.

Selanjutnya tim mengunjungi Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bungo, tim disambut oleh Bu Fatmawati, Bagian Program Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bungo. Setelah tim menjelaskan perihal kedatangan, Bu Fatmawati mengatakan terkait data yang diminta akan dikumpulkan terlebih dahulu dan apabila sudah selesai akan dikirimkan segera kepada tim. Beliau meminta contact person yang dapat dihubungi serta nomor Whatsapp Messenger untuk pengiriman data yang dibutuhkan tersebut. Kemudian pada tanggal 28 Mei 2021, data dari Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bungo telah diterima melalui Whatsapp Messengger.

Terakhir di Kabupaten Bungo, tim mengunjungi BPS Kabupaten Bungo. Tim diterima oleh Bagian Data Pak Citra, yang menjelaskan bahwa data yang terkait pertanian tersebut sudah lengkap tersedia secara daring melalui website resmi BPS. Dikarenakan pada masa sekarang ini tidak ada lagi data yang dibuat tercetak, semua sudah tersedia secara daring. Menurut Beliau, bantuan yang bisa diberikan, yaitu membantu unduhan resmi dari link yang tersedia di website resmi BPS antara lain Kabupaten Bungo dalam Angka, Berita Resmi Statistik, untuk dapat dipindahkan dan disimpan melalui Diska Lepas.

Selanjutnya tim, mengunjungi Kabupaten Tebo diawali dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupten Tebo, tim disambut oleh Kabid Perkebunan Bakhroin Siregar S.IP dikarenakan Kepala Dinas sedang melakukan asistensi dengan BPK dan Bappeda Kab. Tebo. Bakhroin mengapresiasi dengan cukup baik kegiatan Pembangunan Database Pertanian, Beliau mengatakan selama ini antara data yang dimiliki oleh daerah dan pusat sering terjadi ketidaksinkronan, seringkali terjadi perbedaan antara rekapitulasi dan realisasi di lapangan.

Hal ini kemungkinan disebabkan oleh keterlambatan maupun penjadwalan pelaporan, maka dari itu Beliau berharap dengan adanya koordinasi yang baik antara dinas di daerah dengan UPT lintas vertikal yang merupakan perpanjangan tangan dari Kementerian Pertanian di daerah dapat menghasilkan suatu sinkronisasi data yang satu seragam dan terdokumentasi dengan baik, sesuai dengan tujuan Kementerian Pertanian yaitu Big Data, salah satu contohnya yang masih digencarkan oleh Kementerian Pertanian yaitu melalui Kostratani.

Perihal pengumpulan data di Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Tebo, Bachroin mengungkapkan masih membutuhkan tenggat waktu dalam mempersiapkan data tersebut, dan meminta nomor contact person dan Whatsapp Messenger perihal pengiriman data apabila data yang disiapkan sudah lengkap.

Setelah dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupten Tebo, tim melanjutkan kunjungan ke Badan Pusat Statistik Kabupaten Tebo, Di BPS Tebo, sedang ada acara Serah Terima Jabatan dari Kepala BPS yang lama ke pejabat yang baru, sehingga dari tim tidak bisa mendapatkan data yang dicari, namun tim sudah meninggalkan contact person yang dapat dihubungi apabila dari personil petugas data di BPS kabupaten Tebo tersebut nantinya bisa melakukan koordinasi terkait permintaan data.

Kunjungan Tim Kegiatan Pembangunan Database Pertanian di Kabupaten Tebo ditutup dengan kunjungan di Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tebo. Tim langsung diterima oleh Kepala Dinas TPHKP Tebo Muhammad Ziadi, SP. M. Si. Beliau menyambut baik kegiatan ini, apapun kegiatan dari BPTP Beliau akan selalu terbuka untuk mendukungnya. Memang sebelumnya Kabupaten Tebo selalu bekerja sama dengan BPTP Jambi terutama dalam kegiatan UPBS Kedelai, karena Kabupaten Tebo merupakan sentra komoditas kedelai unggulan di Provinsi Jambi.

Ziadi mengatakan, terkait data yang diminta dari tahun 2016 hingga tahun 2020, akan ada terlihat perubahan data sekitar tahun 2017-2018, dikarenakan adanya perubahan metode perhitungan SP lahan yang membuat terjadinya perubahan data luasan yang cukup signifikan. Hal tersebut sudah selesai dijustifikasi sebelumnya, namun diharapkan kepada tim untuk dapat mengerti perihal permasalahan tersebut. Selanjutnya tim diarahkan oleh Kepala Dinas ke Bagian TPH dengan Kabid TPH Nanang, yang akan menyiapkan data yang diminta, namun Nanang memohon waktu untuk mempersiapkan dan mengkoordinasi dengan bagian-bagian lain di dinas terkait data diluar tanaman pangan dan hortikultura. Tim kemudian meninggalkan nomor contact person untuk nantinya dapat dihubungi perihal koordinasi dan pengiriman data.

Mudah-mudahan dengan koordinasi dan data yang telah berhasil dikumpulkan, merupakan awal yang baik bagi kegiatan Pembangunan Database Pertanian Provinsi Jambi. (HA)