JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

MUARO JAMBI - Jumat 28 Mei 2021, setelah 3 bulan menanti, akhirnya tiba masa panen Eco Enzyme berbahan dasar kulit nanas tangkit, kulit jeruk dan batang sereh. Pemanenan dilakukan di Laboratorium Pascapanen BPTP Jambi. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengkajian di Laboratorium Pascapanen dengan tema penerapan konsep Zero Waste dengan memanfaatkan limbah buah-buahan spesifik lokasi dan herb lainnya. Pemanenan Eco Enzyme ini menghasilkan 3 varian aroma segar yaitu nanas, jeruk dan sereh.

Pemanenan dilakukan dengan cara memisahkan cairan dengan bahan organiknya melalui penyaringan. Selanjutnya dikemas pada berbagai macam kemasan yang sesuai sebagai penyimpanan biang Eco Enzyme. Eco Enzyme sebagai cairan alami serba guna dapat diaplikasikan untuk berbagai keperluan yang terlebih dahulu dilakukan pengenceran dengan komposisi yang sesuai untuk berbagai aplikasi serba guna. Eco Enzyme yang telah dihasilkan di Laboratorium Pascapanen telah memenuhi standar baik Eco Enzyme yaitu berwarna bening, pH yang dihasilkan memenuhi persyaratan dibawah 4.0 (pH hasil pengukuran 3.0) dengan aroma asam segar khas fermentasi. Diantara 3 jenis bahan organik yang digunakan, Eco Enzyme berbahan kulit nanas tangkit memberikan aroma yang sangat segar dan khas. Cairan alami ini tidak hanya bermanfaat untuk meningkatkan kualitas udara, air dan tanah serta meningkatkan kesuburan tanah tetapi dapat pula diaplikasikan untuk berbagai keperluan rumah tangga, kesehatan dan kecantikan.  Saat ini, Laboratorium Pascapanen baru mencoba memproduksi dalam skala kecil, sehingga jenis penggunannnya baru dapat dicobakan sebagai hand sanitizer, pembersih lantai dan kaca, serta sebagai cairan tambahan untuk sabun pencuci piring.

Biang Eco Enzyme yang telah dihasilkan, dimanfaatkan juga sebagai bahan dasar pembuatan Eco Enzyme Aromatic. Pembuatan Eco Enzyme Aromatic dengan menambahkan bahan organik tertentu yang beraroma sangat tajam dan khas, dalam kesempatan ini dilakukan dengan penambahan daun jeruk purut dan daun pandan. Pembuatan Eco Enzyme Aromatic akan melalui proses fermentasi kembali selama 1 bulan. Semoga proses ini berjalan baik dan 1 bulan kedepan akan dihasilkan Eco Enzyme Aromatic yang kegunaannya dapat dikembangkan untuk berbagi keperluan lainnya. Inovasi Eco Enzyme yang merupakan bagian dari konsep Zero Waste ini diharapkan dapat mendukung pemanfaatan sumber daya organik yang tersedia secara optimal.