JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

BATANGHARI – Dalam rangka melakukan koordinasi kegiatan Analisis Kebijakan Hilirisasi Produk Komoditas Strategis Pertanian Provinsi Jambi dan pengambilan data sekunder di Kabupaten Batanghari, tim BPTP Jambi kembali melanjutkan koordinasi kegiatan ke Dinas Perkebunan dan Peternakan Batanghari pada Jumat (28/5). Tim diterima oleh Kepala Dinas Irwan, S.P. yang menyambut baik kedatangan tim. Penanggung Jawab Kegiatan Dr. Erwan Wahyudi menjelaskan bahwa koordinasi ini bertujuan untuk mengumpulkan data sekunder yang kemudian akan dianalisis menggunakan LQ (Location Quotient) sehingga nanti dapat diketahui komoditas unggulan dari tiap-tiap kabupaten untuk disandingkan dengan komoditas strategis Kementan.

Dijelaskan Kadis bahwa mengacu pada kebijakan daerah, Batanghari memiliki 2 komoditas unggulan di sektor perkebunan yaitu karet dan kelapa sawit. Untuk komoditas perkebunan non unggulan yang saat ini sedang dikembangkan di Batanghari adalah aren, yang sentranya ada di Kecamatan Muara Bulian yaitu di Desa Malapari. Setiap tahun Dinas melakukan pembibitan aren unggul yang telah dirilis Kementan, yaitu aren Parasi dari Banten (dataran rendah) yang mirip dengan kondisi di Batanghari dan aren dari Tomohon (dataran tinggi), untuk melihat varietas yang paling cocok dikembangkan Batanghari. Bibit ini setiap tahun diberikan secara gratis kepada masyarakat, terutama di daerah penyangga pengembangan dari Desa Malapari yang memang sudah dari dulu ada, sekarang dikembangkan ke desa-desa yang lain.

Pasokan aren sudah lumayan tetapi belum memenuhi permintaan pasar sehingga peluang pengembangan masih sangat bagus. Di Desa Rambahan, masyarakat mengkombinasikan budidaya aren dengan madu lebah. Untuk hilirisasi aren, saat ini sudah dipasarkan dalam bentuk gula bongkahan dan gula cair (dalam kemasan jeriken kecil). Di pasar, produk olahan aren ditemui dengan kualitas yang bervariasi, sehingga ada gula aren yang mutunya tidak 100% (sesuai permintaan pasar), dan ada juga yang murni dengan harga yang berbeda. Harga 1 bongkahan gula aren (sekitar 2 ons) adalah Rp.12.000,-.

Dalam pengembangan aren ini Dinas juga bekerja sama dengan Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknologi Hasil Pertanian Universitas Jambi untuk melakukan pembinaan sehingga petani dapat menghasilkan produk yang lebih baik. Terkait hal ini Kasubbag. TU B. Heryanto, S.IP menjelaskan bahwa BPTP Jambi siap bekerja sama, mendukung pendampingan inovasi teknologi pengolahan hasil aren. Sementara untuk komoditas karet dan sawit, pemasaran produk sudah langsung ke perusahaan sehingga tidak ada kegiatan hilirisasi yang dilakukan oleh masyarakat. Namun, Kepala Dinas berharap ada produk sekunder yang bisa dihasilkan sehingga ada nilai tambah untuk masyarakat.

Untuk komoditas peternakan, Kepala Dinas menjelaskan bahwa Dinas telah melakukan kerja sama dengan Dinas Pendidikan untuk program pendidikan wirausaha ternak ayam di tingkat sekolah dan memberikan bantuan bibit kepada masyarakat yang membutuhkan, namun keterbatasan anggaran mengakibatkan Balai Pembibitan Ternak tidak bisa memproduksi dalam jumlah besar. Untuk itu Kepala Dinas mengharapkan ada inovasi teknologi mesin tetas yang dapat memproduksi dalam jumlah besar. Kepala Dinas juga berharap dukungan BPTP Jambi terhadap Balai Pembibitan Ternak Batanghari agar dapat menjadi balai yang layak untuk belajar dan menjadi contoh bagi masyarakat, serta dukungan kegiatan yang berbasis teknologi untuk masyarakat.

Menjawab ini, Tim BPTP Jambi menjelaskan bahwa BPTP Jambi selalu siap mendukung pembangunan pertanian di Batanghari, semoga ke depan ada kerja sama lanjutan antara pemerintah Batanghari dengan Kementerian Pertanian (BPTP Jambi) sehingga program-program Kementerian Pertanian dan pendampingan inovasi teknologi oleh BPTP Jambi dapat benar-benar selaras dengan program pemerintah daerah.  Melalui koordinasi ini diharapkan dapat diperoleh data dan informasi yang akurat mengenai komoditas unggulan dan hilirisasinya sebagai langkah awal untuk menghasilkan kebijakan-kebijakan yang tepat dalam mendukung pembangunan pertanian di Provinsi Jambi.