JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

KOTA JAMBI - Peneliti Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jambi Jon Hendri, S.P., M.Si. menjadi narasumber dengan judul “Kopi dan Kayu manis dalam Konsep Perhutanan Sosial” dalam acara Temu Usaha Perhutanan Sosial Komoditas Kopi dan Kulit Manis pada Lokasi Forest Programme II Provinsi Jambi yang dilaksanakan tanggal 25-28 Mei 2021 di Swiss Bell Hotel Jambi.

Peserta temu usaha perhutanan sosial terdiri dari Dinas Kehutanan Provinsi Jambi KPHP Limau Unit VI Hulu Sarolangun, KPHP Kerinci, BPDASHL-Batanghari, BKSDA Jambi, BBTNKS, Dewan Kopi Jambi, BPSKL wilayah Sumatera, kelompok masyarakat yang mengelola perhutanan sosial di Jambi, pedagang yang bergerak dibidang kayu manis dan kopi juga petani kayu manis dan Kopi.

Kayu manis merupakan salah satu komoditas kehutanan sebagai Tanaman Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) sesuai UU 41/1999 dan Permenhut 35/2007. Kayu manis menjadi komoditi ekspor dari Indonesia dengan penghasil utama di Kabupaten Kerinci Jambi.

Adapun kegiatan yang sudah dilakukan oleh kementerian pertanian dalam mendukung dan meningkatkan kayu manis adalah dengan pembuatan SNI kayu manis sebagai bahan baku, menentukan dan membuat SK pohon induk kayu manis, membuat SOP perdagangan kayu manis dari tingkat petani, pedagang pengumpul dan eksportir.

Kopi merupakan tanaman yang dapat dijadikan komoditas unggulan di dalam perhutanan sosial, kopi dapat ditanam secara tumpang sari pada tanaman kehutanan lainnya. Kopi yang ditanam hendaknya menjadi komoditas yang khusus dengan sistem penanganan pasca panen yang baik sehingga diperoleh harga yang tinggi.

Komoditas yang diutamakan dalam perhutanan sosial adalah komoditas yang dapat menjaga keberlangsungan lingkungan hidup dan dapat memberikan nilai ekonomi pada masyarakat sekitarnya. Kedepannya diharapkan perhutanan sosial bisa memanfatkan tanaman kayu manis dan kopi dalam menjaga kelestarian hutan dan keberlanjutan hutan sehingga bisa memberikan sumbangan ekonomi dan lingkungan. (jh)