JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

KOTA JAMBI - Dalam rangka melanjutkan kegiatan Pendampingan dan Pengawalan Program Strategis Kementerian Pertanian di Provinsi Jambi, serta peningkatan Indeks Pertanaman Padi di Lahan Rawa Lebak, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jambi kembali melaksanakan monitoring kegiatan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kostratani Kecamatan Danau Teluk, Kota Jambi, pada Selasa (25/5/2021).

Tim dari BPTP Jambi langsung disambut oleh Koordinator BPP Danau Teluk, Riki Hartono, S.Pt. beserta Ketua Kelompok Tani Maju Basamo, Abdul Muin. Kepala BPTP Jambi, Dr. Rustam, S.P., M.Si. yang langsung memimpin kegiatan monitoring ini mengatakan, Beliau sangat mengapresiasi kegiatan peningkatan IP200 oleh petani di Kecamatan Danau Teluk ini dan mengharapkan semoga percontohan peningkatan IP200 dapat berjalan sesuai rencana.

Berdasarkan informasi dari Ketua Kelompok Tani Maju Basamo, biasanya selama ini di kawasan Danau Teluk ini, waktu tanam hanya dilakukan 1 tahun sekali pada bulan Juli dan dilakukan panen pada bulan November. Namun, pada tahun ini di lokasi sawah Kelompok Tani Maju Basamo diusahakan peningkatam IP200 yang kemudian diharapkan menjadi percontohan.

Saat ini di lokasi Kecamatan Danau Teluk petani masih belum tertarik untuk melakukan pertanaman sebanyak dua kali, dikarenakan belum adanya percontohan yang menunjukkan keberhasilan dalam pelaksanaan tanam secara dua kali dalam setahun tersebut. Selain itu, berdasarkan informasi yang juga didapatkan dari Koordinator BPP, bahwa musim tanam pertama tahun ini sudah dilakukan pada bulan Mei 2021. Saat ini petani sudah mempersiapkan kebutuhan untuk pelaksanaan musim tanam kedua pada bulan Agustus nantinya.

Di lokasi Danau Teluk ini, menurut rekomendasi dari hasil uji sampling tanah yang telah dilakukan sebelumnya oleh BPTP Jambi adalah rawa lebak dangkal, sehingga bisa dilakukan optimasi peningkatan IP200. Total luasan pertanaman Kelompok Tani Maju Basamo seluas 80 ha sawah, namun yang dijadikan percontohan demplot peningkatan IP200 sawah lebak adalah seluas 4 ha.

Pada awalnya Kelompok Tani Maju Basamo sudah mengajukan permohonan bantuan benih dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jambi sebanyak 100 kg benih Inpara 3 untuk musim tanam pertama. Pada saat ini di lokasi pertanaman tersebut juga sedang diusahakan pengerjaan parit tersier proyek Dinas Pekerjaan Umum dari Dana APBD Provinsi dengan tujuan untuk mengupayakan efisiensi penggunaan air terkait musim kemarau. Proyek pengerjaan parit ini diharapkan akan selesai pada bulan Juni 2021, sehingga dapat difungsikan pada rencana musim tanam kedua.

Untuk musim tanam kedua, apabila nantinya ada pengajuan dari kelompok tani, maka rencananya BPTP Jambi akan memberikan bantuan benih Inpara 3 yang benihnya berasal dari kegiatan UPBS padi. Adapun kendala yang dihadapi petani antara lain adalah menghalau hama burung, dikarenakan pada saat ini lahan pertanaman merupakan satu satunya yang tanam sendiri, sehingga menarik hama burung. Selain itu juga ada kendala serangan keong mas saat penyemaian. Hal ini dapat diatasi dengan melakukan pengendalian secara kimia, maupun secara biologis dengan menggunakan ternak itik sebagai predator pemakan hama keong tersebut.

Menurut Dr. Rustam, BPTP Jambi akan terus mendampingi kegiatan ini, BPTP Jambi selalu akan hadir dengan inovasi teknologinya. Salah satu wujud nyata pendampingan ini adalah BPTP Jambi menyarankan kepada petani binaan untuk menentukan jadwal tanam yang tepat sesuai KATAM terpadu, menyesuaikan cuaca serta ketersediaan lahan terkait intensitas rendaman lebak, sehingga pertanaman bisa disesuaikan waktu tanamnya untuk pencapaian IP200. (HA)