JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

KOTA JAMBI - Memasuki periode Musim Tanam (MT) Oktober 2020 - Maret 2021 (OKMAR), Kostrawil Provinsi Jambi menyelenggarakan rapat evaluasi LTT MT. April – September (ASEP) 2020 dan Sasaran Tanam Oktober 2020 – Maret 2021 (OKMAR) serta Pelaporan Utama Kementan Provinsi Jambi, Rabu (7/10).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Provinsi Jambi, Direktur Perlindungan Perkebunan, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Kepala BPTP Jambi, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Jambi, Balai Pelatihan Pertanian Jambi, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, Kepala UPTD Pelatihan dan Penyuluhan Pertanian Provinsi Jambi, Kasi. Penyuluhan DTPHP Provinsi Jambi di ruang AOR Kostrawil Provinsi Jambi.

Kemudian mengikuti secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting Kostrada kabupaten/kota se-Provinsi Jambi.

Memimpin rapat, Kepala DTPHP Provinsi Jambi Ir. Akhmad Maushul menyampaikan hasil evaluasi LTT MT. ASEP 2020 dan Sasaran Tanam OKMAR 2021 komoditi padi, jagung dan kedelai di Provinsi Jambi.

Dalam justifikasinya Kadis menjelaskan penurunan luas tanam periode Oktober 2019 – September 2020 sebesar 24.601 ha (14,49 %) disebabkan beberapa hal, antara lain:

  • Adanya penurunan Luas Baku Lahan Sawah di Provinsi Jambi sehingga target tanam secara otomatis menurun menyesuaikan dengan luas baku yang ada;
  • Kegiatan PATB (bantuan pusat) yang rencananya akan dilaksanakan untuk mendongkrak LTT ASEP 2020 dan mengantisipasi dampak kekeringan batal terlaksana dikarenakan tidak tersedianya benih padi ladang unggul nasional;
  • Adanya pergeseran panen dari September ke Oktober sehingga menyebabkan terjadinya tunda tanam padi sawah sebesar 2.500 ha di Tanjung Jabung Timur. Oleh karena itu Kadis menekankan bahwa target OKMAR yang ditetapkan oleh kabupaten seharusnya meningkat.

Selanjutnya melalui webinar ini Kepala DTPHP Provinsi Jambi meminta justifikasi dari masing-masing kabupaten/kota terutama yang target OKMAR 2021 mengalami penurunan sangat besar dibandingkan tahun sebelumnya.

Dalam sambutannya Direktur Perlindungan Perkebunan Ardi Praptono, SP., M.Agr menekankan perlunya justifikasi agar target OKMAR 2021 dapat terpenuhi.

Ada beberapa hal terkait target April - September 2020 (ASEP) yang masih defisit sehingga perlu didapatkan informasi sebagai laporan terkait perkembangan LTT di Provinsi Jambi ke Dirjen TP, Pusdatin dan secara tidak langsung ke Mentan.

Beliau mengucapkan terima kasih atas usaha yang telah dilakukan di Provinsi Jambi sehingga realisasi LTT pada ASEP 2020 mencapai 80%.

Bila memungkinkan Direktur Perlindungan Perkebunan berkeinginan untuk melakukan kunjungan tidak hanya di Kostrawil tetapi juga Kostrada dan Kostratani.

Laporan dan justifikasi dari masing-masing Kostrada Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi, antara lain:

  1. Tanjung Jabung Timur

LTT padi tahun 2020 MT. ASEP 2020 sudah terealisasi seluas 4.581 ha, kemudian sasaran MT. OKMAR 2020-2021 adalah seluas 5.651 ha dengan rincian Oktober 2020 seluas 1.455 ha, November 2020 seluas 2.244 ha, Desember 2020 seluas 1.835 ha dan Januari 2021 seluas 1.117 ha, sesuai dengan ATR/BPN Tanjung Jabung Timur seluas 10.523 ha.

Justifikasi terkait rendahnya capaian ASEP 2020 dan target OKMAR 2021, diakibatkan pada periode ASEP 2020 ada padi Inbrida seluas 2.500 ha yang masih dalam proses kontrak, sehingga penanaman dimundurkan di Oktober 2020.

Periode OKMAR 2021 hanya bisa tertanam 5.651 ha sesuai dengan kondisi lahan yang sudah ada, kemudian Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Tanjung Jabung Timur sudah merilis target ASEP 2021 sekitar 4.881 ha sehingga total seluruhnya adalah 10.532 ha.

Menanggapi hal ini Kepala DTPHP Provinsi Jambi mengharapkan Dinas TPH Tanjung Jabung Timur dapat mengklarifikasi target OKMAR 2021 ini di tingkat kecamatan.

  1. Tebo

LTT padi ASEP 2020 ada kelebihan target seluas 7.312 yang sampai akhir September terealisasi 8.825 ha, dengan sumbangan terbesar ada di padi ladang (3.740 ha).

Oleh karena itu Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Tebo memohon bantuan untuk padi ladang.

Kemudian untuk LTT jagung dari sasaran ASEP 2020 seluas 996 ha terealisasi 1.023 ha, kemudian kedelai dari sasaran 1.101 ha terealisasi 3.543 ha.

Dinas TPH Tebo sudah sudah membuat rencana sasaran OKMAR 2021 bersama Kepala BPP, namun terdapat selisih dengan sasaran yang ditetapkan Provinsi, dari yang seharusnya 4.961 sementara di Provinsi ditetapkan hanya 4.533 ha.

  1. Kerinci

Terjadi penurunan luas tanam di Kerinci periode ASEP 2020, yang mengacu pada luas baku lahan ATR/BPN sebesar 12.876 ha, kemudian realisasi September tidak tercapai karena ada beberapa daerah yang merupakan kawasan dataran tinggi (Kec. Kayu Aro, Kayu Aro Barat dan Gunung Tujuh) biasanya melakukan tanam pada Oktober-November.

Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kerinci mempunyai data spasial sekitar 13.289 ha sehingga untuk sasaran OKMAR 2021 mengacu pada data spasial yaitu 16.661 ha dan diusahakan periode 2020-2021 ini dengan IP 2,5 sehingga hasil total breakdown per kecamatan periode OKMAR dan ASEP 2021 seluas 30.090 ha.

Untuk komoditi jagung, Dinas TPH Kerinci sudah membagikan benih jagung ke kelompok tani, kemudian telah dilakukan juga gerakan tanam jagung oleh Bupati Kerinci di Kayu Aro sehingga diharapkan target LTT jagung akan segera terealisasi.

Mengacu pada luas baku lahan yang menurun, Dinas TPH Kerinci mengusulkan pengembangan padi ladang dengan potensi mencapai 500 ha karena sebelumnya secara swadaya telah dilaksanakan mengalami kendala dalam melakukan proses sertifikasi benih di BPSPT.

Kepala DTPHP Provinsi Jambi berjanji untuk menindaklanjuti terkait benih padi ladang lokal Kerinci dan meminta agar target OKMAR 2021 Kerinci disamakan dengan realisasi OKMAR tahun lalu yaitu 16.841 ha.

  1. Merangin

Realisasi tanam periode OKMAR dan ASEP 2020 komoditi padi adalah 85,71 %, jagung 105,20 % dan kedelai 32,67 %.

Beberapa hal terkait realisasi tanam adalah luas baku lahan sawah, antara lain hasil ukuran ATR/BPN 7.042 ha yang berdampak terhadap penurunan luas tanam.

Kemudian beberapa wilayah yang memiliki potensi penanaman padi ladang terutama periode OKMAR 2021 terkendala adanya aturan dari Pemerintah yang tidak memperbolehkan pembukaan lahan dengan cara membakar.

Pandemi Covid-19 juga mempengaruhi aktivitas petani dalam kegiatan bercocok tanam. Realisasi tanam Oktober untuk padi seluas 462 ha sementara jagung dan kedelai masih nihil.

  1. Muaro Jambi

Target ASEP 2020 Muaro Jambi untuk padi sudah mencapai 100,24 %, jagung mencapai 100,93 % dan kedelai mencapai 105 %.

Untuk OKMAR dapat dicapai seluas 1.181 ha dengan pertimbangan terdapat bantuan dari anggaran perubahan untuk benih padi sebanyak 40 ton (untuk luas tanam sekitar 1.600 ha) yang akan disebarkan ke kelompok tani yang akan menanam di periode OKMAR 2021.

Merespon ini Kepala DTPHP Provinsi Jambi meminta agar target OKMAR 2021 Muaro Jambi dinaikkan dari 1.181 ha menjadi 1.600 ha.

  1. Batanghari

LTT padi periode ASEP 2020 terealisasi sebesar 93,79 %, sementara bila dibandingkan dengan periode 2019 dengan target 8.780 ha terealisasi 5.894 ha ada kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya sekitar 900 ha. Hal ini karena cuaca yang mendukung dan merupakan prestasi Batanghari.

Untuk komoditi jagung pada MT ASEP 2020 terealisasi 382 ha dari target 272 ha, bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya ada kenaikan, kemudian kedelai dari target ASEP 2020 seluas 107 ha terealisasi 157 ha.

Target MT. OKMAR 2021 untuk padi adalah 1.772 ha, terjadi penurunan dibandingkan tahun sebelumnya seluas 20 ha, rencananya akan diralat minimal sama dengan realisasi OKMAR 2020. Untuk target tanam jagung OKMAR 2021 seluas 339 ha kemudian kedelai 115 ha. Kepala DTPHP Provinsi Jambi meminta target OKMAR 2021 Batanghari menjadi 2.000 ha.

  1. Sungai Penuh

Terdapat revisi realisasi tanam padi ASEP 2020 dari 3.683 ha seharusnya 3.846 ha. Sasaran OKMAR 2021 sudah dibreakdown sampai September 2021 dari 8.530 ha dinaikkan menjadi 8.610, kemudian untuk OKMAR sasarannya 4.692 ha, diharapkan untuk tahun 2021 ada bantuan sarana produksi untuk padi sawah seluas 300 ha untuk mempercepat LTT Oktober-November 2020.

Untuk jagung ASEP 2020 masih jauh dari sasaran, yaitu dari target 78 ha hanya realisasinya 14 ha, untuk sasaran OKMAR 2021 dibuat sasaran hanya 30 ha, sementara kedelai nol.

  1. Tanjab Barat

Realisasi LTT padi ASEP 2020 mencapai 100,38 %, per hari ini untuk tanaman padi dengan target OKMAR 2021 seluas 8.127 sudah terealisasi 12 ha. Kedelai periode ASEP 2019 terealisasi seluas 200 ha, sampai hari ini untuk OKMAR 2021 belum ada realisasi dari target. Jagung sudah tertanam sekitar 7 ha untuk OKMAR 2021 dan pada periode sebelumnya jagung belum mencapai target.

Beberapa hal yang mengakibatkan target LTT jagung tidak tercapai karena pada awalnya ada beberapa kelompok tani yang menginginkan bantuan benih, pupuk, dll tetapi bantuan yang bisa dikirimkan hanya berupa benih dan ditambah dengan kondisi cuaca yang tidak mendukung. Dibeberapa tempat yang menanam jagung dapat dialihkan untuk penanaman kedelai.

  1. Sarolangun

Target OKMAR 2020 mengalami peningkatan 398 ha dibandingkan tahun sebelumnya, tetapi pada ASEP 2020 mengalami penurunan 49,18 %. Hal ini diakibatkan benih belum semua diedarkan, sehingga Kepala TPHP Provinsi Jambi mengharapkan agar dapat menghubungi penyedia benih (PT. Pertani). Target OKMAR 2021 menurun seluas 1.757 ha dibandingkan tahun sebelumnya. Kadis mengharapkan target bisa sama atau bahkan lebih dibandingkan realisasi tahun lalu.

  1. Bungo

Sasaran luas tanam padi Oktober 2020 sekitar 1.060 ha dan November 1.270 ha, sedangkan untuk tanaman jagung ditargetkan 180 ha di Oktober dan 255 di November, sedangkan kedelai tidak ditargetkan.

Untuk tanam padi OKMAR dan ASEP 2020 seluas 13.710 ha yang dapat dicapai 12.938 ha (94,37 %), jagung total target 1.167 ha tercapai 1.478 ha (126,65 %), kedelai hanya tercapai 10 ha dari target 350 ha (2,86 %).

LTT padi terdapat kekurangan sekitar 6 % diakibatkan tidak tercapainya padi ladang (hanya tercapai 1.305 ha dari target 2.574 ha) diakibatkan kemarau. Untuk padi sawah target OKMAR-ASEP 11.136 ha, diprediksi bisa mencapai 11.633 ha.

  1. Kota Jambi

Sasaran OKMAR 2021 seluas 15 ha, dengan rincian November 2020 seluas 3 ha, Desember 6 ha dan Maret 2021 6 ha.

Ini sesuai dengan sasaran tahun 2019 lalu tetapi untuk ASEP 2021 terdapat penurunan dibandingkan ASEP 2020 yaitu sebesar 553 ha, yang dibuat berdasarkan hasil data luas baku lahan di Kota Jambi ATR/BPN seluas 553,47 ha.

Kepala DTPHP Provinsi Jambi mengharapkan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jambi dapat mengklarifikasi luas baku lahan yang didata bidang PSP ke ATR/BPN dengan menunjukkan data SAP dan peta agar dirasionalkan.

Kemudian melihat pada data sebelumnya Kepala DTPHP Provinsi Jambi menyatakan kemungkinan ada lahan yang belum terpetakan.

Terkait pengisian laporan utama di beberapa kabupaten yang masih kosong Kepala DTPHP Provinsi Jambi meminta agar petugas di kabupaten/kota tetap mengisi meskipun kegiatan nihil dengan angka nol.

Menanggapi laporan dan justifikasi dari setiap Kostrada, Direktur Perlindungan Perkebunan Tanjabtim menyampaikan masih ada informasi yang belum jelas, seperti di Kabupaten Sarolangun dan Kota Jambi.

Begitu juga dengan Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Sarolangun yang targetnya masih jauh dari yang diharapkan, oleh karena itu Direktur Perlindungan Perkebunan meminta Kepala BPTP Jambi dan Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Jambi untuk dapat berkoordinasi ke kabupaten tersebut.

Rapat evaluasi LTT dan laporan utama Kementan akan dilanjutkan 2 minggu ke depan, sehingga diharapkan sudah ada informasi yang jelas dari masing-masing kabupaten. (PS).