JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

KERINCI - GRATIEKS (Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor) merupakan ajakan Menteri Pertanian kepada seluruh pemangku kepentingan (stake holder) agribisnis untuk melakukan gerakan bersama meningkatkan ekspor pertanian tiga kali lipat.

BPTP Jambi ikut andil dalam memacu peningkatan ekspor salah satunya produk kayu manis yang merupakan komoditi ekspor andalan dari Jambi.

Selasa 28 Januari 2020, dilaksanakan penandatangan kerja sama antara Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Kabupaten Kerinci dengan Yayasan Penabulu disaksikan oleh Bupati Kerinci (Dr. Adirozal) dan Wakil Bupati Kerinci (Ir. Ami Taher).

Kerja sama ini dalam rangka:

  1. Meningkatkan dan mendukung kegiatan kerjasama penyusunan standar mutu komoditas kayu manis;
  2. Meningkatkan kualitas komoditas kayu manis;
  3. Meningkatkan dan mendukung pengelolaan hutan secara lestari pada wilayah kerja KPHP Kerinci.

Standar mutu komoditas kulit kayu manis merupakan salah satu dokumen untuk menjamin kepercayaan konsumen akan produk yang mereka beli.

Peneliti BPTP Jambi Jon Hendri, M.Si menjadi inisiator dan pendamping dalam mencarikan mitra yang bisa membantu membuat dokumen mutu komoditas kayu manis sehingga terlaksana penandatanganan kerja sama antara Yayasan Penabulu dengan KPHP Kerinci.

Standardisasi mutu sangat dibutuhkan terutama dalam perdagangan modern dewasa ini, karena transaksi bisnis dapat berlangsung tanpa pembeli melihat langsung komoditas/produk yang ditawarkan.

Standardisasi mutu produk berkaitan dengan appearance/kenampakan, seperti: ukuran besar/volume, warna, kandungan air dan sebagainya.

Selain itu, mutu produk juga dikaitkan dengan masalah keamanan pangan, keamanan bagi manusia, hewan dan tumbuhan serta lingkungan.

Standar adalah spesifikasi teknis yang dibakukan, disusun berdasar konsensus semua pihak terkait dengan memperhatikan syarat-syarat kesehatan, keamanan, keselamatan, lingkungan, perkembangan iptek, serta berdasar pengalaman, perkembangan masa kini dan mendatang untuk manfaat yang sebesar-besarnya.

Kayu manis (Cinnamomum burmanii (Nees & T. Nees) Blume) atau yang dikenal di pasaran internasional Korintje Cinamon sudah dikenal sebagai komoditi ekspor dari Indonesia.

Kulit kayu manis adalah produk perkebunan yang diproses dari kulit pohon kayu manis.

Kulit kayu manis merupakan salah satu bahan baku penambah cita rasa makanan, minuman dan bahan herbal yang sangat digemari orang di eropa terutama pada musim dingin sebagai penghangat badan.

Indonesia merupakan negara pengekspor kayu manis dunia, 75% kebutuhan kayu manis dunia disuplai dari Indonesia dengan penghasil utama adalah Kabupaten Kerinci Jambi yang mensuplai 60 %.

Kualitas kulit manis Kerinci sudah dikenal sejak zaman VOC dengan cita rasa yang lebih spesifik pedas manis, ini ditentukan oleh lokasi penanaman dan pengolahannya serta kesesuaian lahan yang mendukung.

Semoga dengan dibuatnya standar komoditi kulit manis, ekspor dapat ditingkatkan yang tentunya harga yang diperoleh petani juga jadi lebih tinggi. Salam GRATIEKS.