JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

MUARO JAMBI - Tim Upsus Pajale Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jambi menghadiri rapat Upsus Pajale guna mendiskusikan dan membahas kegiatan Gerakan Percepatan Olah Tanah, Tanam Padi di Musim Kemarau dan Penanganan Kekeringan (GPOT) pada Jumat (20/09/2019).

Rapat yang dilaksanakan di Balai Pelatihan Pertanian Jambi ini dihadiri oleh Tim Upsus Pusat, Provinsi, Bapeltan dan BPTP jambi.

Sampai saat ini kabupaten yang telah mengusulkan GPOT adalah Kabupaten Tebo, Merangin dan Bungo.

Substansi dari GPOT ialah mengupayakan tanam di musim kemarau ini dengan bantuan pemerintah pusat sebesar Rp. 21 juta/100 ha.

Bantuan biaya tersebut diperuntukan untuk membeli BBM pompa air dan upah.

Tiga syarat utama perolehan dana dari GPOT ini antara lain: ada sumber air, ada alsintan (pengolah tanah + pompa air) dan benih sudah tersedia.

Dari tiga kabupaten yang sudah mengirimkan data hanya Kabupaten Tebo yang sudah melakukan verifikasi lapangan, sementara Kabupaten Merangin dan Bungo belum.

Masih belum dipahaminya kegiatan GPOT oleh daerah terlihat dari usulan daerah tentang permintaan pompa air, pembuatan sumur dan traktor.

Diharapkan Korwil Merangin BPTP Jambi intensif menghubungi Kabid. Pangan Merangin untuk merealisasikan kegiatan ini, karena dana GPOT akan dibayarkan setelah disetujui BPTP jambi dengan batas waktu pencairan dana GPOT adalah akhir September ini.