JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

KOTA JAMBI - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Jambi kembali mengundang Peneliti Pascapanen BPTP Jambi untuk menyampaikan informasi dan teknologi terkait penanganan pascapanen dan produk olahannya.

Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 11 September 2019 di Aula DPKP dalam bentuk Bimtek dengan tema Penanganan Pascapanen Jagung Hibrida dan Produk Olahannya.

Bimtek tersebut menghadirkan petani jagung hibrida Kota Jambi yang merupakan mitra kerja dinas terkait, petugas dan penyuluh setempat serta pelaku usaha yang telah merintis usaha kecil produk olahan jagung.

Teknis penanganan pascapanen jagung yang baik sesuai dengan konsep Good Handling Practice (GHP) mengawali penyampaian materi.

Penyampaian materi diselingi dengan evaluasi penerapan di lapangan yang telah dilakukan oleh petani maupun petugas/penyuluh.

Materi ini sangat penting karena merupakan pengetahuan dasar dalam upaya perbaikan kualitas hasil produk segar.

Dengan mengedepankan prinsip from farm to table, penanganan pascapapanen yang baik dan benar menjadi entry point untuk mendapatkan bahan baku olahan pangan yang berkualitas.

Beraneka teknologi olahan jagung hibrida disampaikan dan salah satu produk yang menyita perhatian peserta dan dinas terkait adalah berasan jagung.

Berasan jagung sudah cukup populer di beberapa daerah di Indonesia, tapi masih minim informasi dan pengetahuan di tengah masyarakat Kota Jambi.

Sementara keberadaan teknologi ini berperan besar dalam mewujudkan penganekaragaman pangan sehat serta fungsional.

Berasan jagung baik dikonsumsi oleh penderita diabetes karena beberapa varietas terutama varietas lokal memiliki indeks glikemik yang rendah.

Banyak penelitian yang telah mengkonfirmasi hal ini diantaranya yang menyatakan bahwa mengkonsumsi berasan jagung dapat membantu menstabilkan glukosa dalam darah.

Penyampaian informasi ini menjadi inspirasi baru bagi pelaku usaha di Kota Jambi.

Pada kesempatan ini Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan pada masa mendatang akan mencoba melakukan praktek olahan jagung menjadi produk berasan jagung.