JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

TANJUNG JABUNG TIMUR - Peneliti Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jambi melakukan pendampingan penanaman jagung dan pemupukan pada demplot tumpang sari tanaman (turiman) jagung-kedelai di Kecamatan Rantau Rasau, Kabupaten Tanjung Jabung Timur pada tanggal 3-4 September 2019.

Penanaman jagung pola tumpangsari kedelai dilakukan pada umur kedelai 21 hari menggunakan alat tanam sorong satu jalur dengan penempatan benih 1 biji dalam satu lubang.

Jarak tanam standar alat adalah 20 cm, jagung ditanam 2 jalur sedangkan kedelai 3 jalur sehingga populasi tanaman jagung hanya 40% dalam hamparan turiman.

Kondisi tanah cukup lembab karena adanya hujan beberapa hari sebelumnya, sehingga tidak perlu dilakukan penyiraman lagi.

Varietas jagung yang digunakan terdiri dari 2 macam, yaitu Sukmaraga (komposit) dan Nasa (hibrida).

Masing-masing varietas ditempatkan pada bagian ½ ha lahan yang berbeda.

Sukmaraga memiliki daya adaptasi yang tinggi di lahan masam sedangkan Nasa memiliki keunggulan dalam hal stay green.

Pengamatan terhadap pertanaman kedelai memperlihatkan pertumbuhan yang cukup baik.

Benih yang ditanam tumbuh > 75 % dan ketinggian tanaman hingga umur 21 hari ± 25 cm.

Tanaman ini tetap mendapat serangan ulat grayak yang sudah mewabah di areal sekitar demplot, berkat penanggulangan yang intensif tingkat serangannya tergolong ringan.

Selain peneliti BPTP Jambi, pendampingan tanam jagung tersebut dihadiri juga oleh penyuluh setempat bersama 3 orang siswa prakerin dari SMK 3 Tanjabtim.