JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

SUNGAI PENUH - Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jambi menjadi narasumber pada kegiatan sosialisasi pemanfaatan pekarangan dengan konsep KRPL yang dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kota Sungai Penuh dalam rangka pemanfaatan pekarangan untuk pengembangan pangan dan program kerja TP PKK Kota Sungai Penuh.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Hotel Matahari 2 Kota Sungai Penuh pada kamis 29 Agustus 2019 ini diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan untuk berkahnya acara dilanjutkan dengan pembacaan doa.

Peserta pertemuan terdiri dari Kader PKK Desa, Kader PKK Kecamatan, Pengurus Pokja 3 TP PKK Kota Sungai Penuh serta Penyuluh Pertanian se-Kota Sungai Penuh.

Turut hadir pada pembukaan Kabid dari Dinas Ketahanan Pangan Kota Sungai Penuh.

Dalam sambutan dan arahannya, Kadis Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kota Sungai Penuh menyampaikan tujuan kegiatan ini adalah untuk menambah wawasan Kader PKK dan Penyuluh dalam pemanfaatan pekarangan.

Selanjutnya dikatakan pentingnya pemanfaatan pekarangan untuk menenuhi kebutuhan pangan keluarga, mengurangi pengeluaran keluarga bahkan mampu memberikan tambahan penghasilan keluarga.

Narasumber Syafri Edi Peneliti Madya BPTP Jambi sekaligus merupakan pengurus Pokja III TP PKK Provinsi Jambi mengemukakan di Kementerian Pertanian dikenal dengan Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) sama dengan program Halaman Asri Teratur Indah dan Nyaman (HATINYA) di PKK yaitu meliputi 6 indikator (1) peternakan, (2) perikanan, (3) lumbung hidup, (4) warung hidup, (5) tanaman obat keluarga dan (6) tanaman keras.

Intinya bagaimana cara  memanfaatkan pekarangan seoptimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan harian keluarga.

Prinsip dasar KRPL adalah : (i) pemanfaatan pekarangan yang ramah lingkungan dan dirancang untuk ketahanan dan kemandirian pangan, (ii) diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal, (iii) konservasi sumberdaya genetik pangan (tanaman, ternak, ikan) dan (iv) menjaga kelestariannya melalui kebun bibit desa menuju (v) peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

Sejalan dengan imbauan dan harapan kadis, narasumber menyampaikan bahwa dari semua peserta yang ikut kegiatan ini hendaknya ilmu yang diperoleh nantinya diimplementasikan di pekarangan.

“Jadilah pelopor pemanfaatan pekarangan di kediamannya masing-masing, jangan hanya untuk lomba atau event-event tertentu, tetapi jadikan pemanfaatan pekarangan sebagai kebutuhan keluarga”, tutur Syafri Edi.

Kegiatan ditutup dengan diskusi, ramah tamah dan makan bersama, semoga ilmu yang telah diperoleh diimplementasikan dan lestari, Aamiin.