JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Dalam rangka pendaftaran varietas lokal, tim Sumberdaya Genetik (SDG) BPTP Balitbangtan Jambi melakukan karakterisasi SDG lokal alpukat, padi dan pisang dataran tinggi yang dilakukan bersama-sama dengan penyuluh dan petani pada tanggal 6-8 Agustus 2019.

Kegiatan karakterisasi diawali dengan koordinasi bersama Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kerinci tentang rencana penyerahan sertifikat pendaftaran beberapa varietas lokal tanaman padi dan hortikltura yang didaftarkan ke Pusat Perlindungan dan Pendaftaran Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP) kepada Bupati Kerinci.

Pelaksanaan karakterisasi tanaman alpukat dilaksanakan di Desa Tanjung Bungo, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci.

Alpukat lokal ini sudah berumur puluhan tahun dengan tinggi tanaman sekitar 20 meter dan diameter pohon 225 cm.

Produksi alpukat mencapai 4 – 4,7 ton sebulan dengan harga jual Rp. 7.000,-/kg  pada saat panen.

Kegiatan karakterisasi selanjutnya dilaksanakan di Kota Sungai Penuh dengan melakukan kordinasi dengan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kota Sungai Penuh tentang rencana penyerahan sertifikat pendaftaran beberapa varietas lokal tanaman hortikultura yang didaftarkan ke Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP) kepada Walikota Sungai Penuh.

Pelaksanaan karakterisasi Padi Lokal Solok Kuning dilaksanakan di Desa Simpang Tiga, Kecamatan Hamparan Rawang, Kota Sungai Penuh.

Varietas Padi Lokal Solok Kuning adalah varietas lokal yang sudah kurang lebih 10 tahun ditanam di desa ini, dengan produksi 7-9 ton per ha GKP, tekstur nasi sedang, enak/wangi, disukai oleh masyarakat, serta tahan hama dan penyakit.

Pisang lokal tumbuh dan berproduksi baik pada ketinggian ± 900 m dpl.

Karakterisasi tanaman pisang dilaksanakan di Kabupaten Kerinci di Desa Muak, Kecamatan Kayu Cingkuk.

Karakterisasi SDG pisang lokal dilakukan terhadap Pisang Raja Serai, Pisang Manis dan Pisang Kada.

Pisang lokal ini sudah dikoleksi petani kurang lebih 40 tahun.

Pisang Raja Serai merupakan jenis pisang yang biasa dikonsumsi dalam bentuk segar, jumlah sisir 8-10 buah/tandan, jumlah buah/sisir juga lebih banyak (21-22 buah), warna daging buah pada saat masak kuning, rasa manis seperti susu.

Pisang Manis merupakan salah satu pisang unggulan di Kabupaten Kerinci.

Pisang ini sering digunakan pada saat pesta pernikahan dan kelebihannya adalah daya simpannya yang lama (2 minggu) sejak panen, kulit buah berwarna kuning (masak), daging buah berwarna kuning dan rasa manis.

Pisang Kada, merupakan pisang lokal yang unik, tandan yang baru keluar lurus ke atas, setelah keluar buahnya tandannya datar, umumnya dimanfaatkan sebagai makanan olahan, jumlah sisir per tandan 9 - 12 buah, jumlah buah per sisir 23 buah.