JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

BANTEN - Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa menggelar seminar internasional bertajuk “International Conference on Agriculture and Rural Development (ICARD)” pada 08-09 Agustus 2019 di Horison Ultima Ratu Hotel, Serang.

“Seminar ini diselenggarakan untuk merefleksikan pertanian sebagai salah satu sektor yang secara signifikan mempengaruhi masyarakat dan ekonomi. Bagi orang-orang di daerah pedesaan, pertanian adalah sumber mata pencaharian penting, yang menyumbang sekitar 40 persen dari populasi total,” kata Dekan Fakultas Pertanian, Prof. Dr. Ir. Nurmayulis, M.P, dalam sambutannya.

Dalam kesempatan ini juga, Menteri Pertanian yang diwakili Dr. Andriko Noto Susanto, S.P., M.P menyampaikan special speech mengenai kondisi pertanian di era 4.0.

Menurutnya, tahapan pembangunan ketahanan pangan diarahkan berkelanjutan serta difokuskan pada bidang pengembangan teknologi dan inovasi, hal ini sangat diperlukan untuk memperbaiki sistem budidaya tanaman, penanganan pasca panen, pengolahan pangan dan penanganan distribusi agar semakin lebih produktif.

“Harapannya dari seminar ini bisa dihasilkan rekomendasi kebijakan bagi pemerintah Indonesia dan masyarakat sipil serta di tataran regional,”katanya.

Acara ini menghadirkan pembicara dari 5 negara lain yaitu: Jepang, Bangladesh, Thailand, USA, dan Malaysia.

Peserta terdiri dari mahasiswa dan peneliti yang mempresentasikan makalahnya secara oral dan poster.

Peneliti BPTP Jambi, Ratna Rubiana, S.P., M.Si. mempresentasikan paper mengenai Teknologi dan Pengetahuan Lokal Petani dalam Pengelolaan Benih Sumber Kedelai di Provinsi Jambi.

Tujuan mengikuti seminar ini juga untuk mempromosikan apa yang telah diteliti di BPTP Jambi, mempromosikan institusi sehingga secara tidak langsung juga membawa prestise untuk institusi dan negara afiliasi peneliti.