JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

KOTA JAMBI - BPTP Jambi menjadi narasumber budidaya tanaman hidroponik pada kegiatan Kursus Tani di Aula Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Jambi pada Selasa, 6 Agustus 2019.

Latar belakang kegiatan ini adalah dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama Kelompok Wanita Tani (KWT) di perkotaan dalam penguasaan ilmu dan teknologi yang perlu secara terus menerus dilaksanakan, karena dengan penguasaan ilmu dan teknologi yang baik KWT akan mampu meningkatkan produksi dan produktivitas usaha taninya dengan produk yang berkualitas serta mampu bersaing di pasaran.

Kegiatan pertemuan dan pelatihan bertujuan untuk meningkatkan penerapan teknologi, meningkatkan produksi dan produktivitas serta meningkatkan pendapatan KWT melalui inovasi teknologi budidaya tanaman hidroponik.

Peserta pelatihan merupakan perwakilan KWT Kota Jambi yakni dari BPP Telanaipura, BPP Danau Teluk, BPP Pelayangan, BPP Jambi Timur, BPP Paal Merah, BPP Kota Baru dan BPP Alam Barajo dengan jumlah 40 orang.

Kegiatan dibuka oleh Kepala DPKP Kota Jambi yang diwakili oleh Kabid. PSP.

Pada pembukaan turut hadir kabid-kabid di lingkungan DPKP Kota Jambi.

Dalam sambutannya dikatakan pentingnya pendidikan, karena ilmu dan teknologi tersebut terus berkembang dari waktu ke waktu. Budidaya hidroponik sangat cocok diimplementasikan pada daerah perkotaan, karena hidroponik tidak membutuhkan lahan atau tempat yang luas, pada lahan sempitpun teknologi ini bisa dilaksanakan yang penting ada niat dan ada kemauan untuk belajar dan belajar.

Selanjutnya Kabid PSP berharap ketika semua peserta kembali dari pelatihan ini akan menerapkan ilmu hidroponik di rumah masing-masing sehingga kebutuhan sayur khususnya untuk keluarga dapat terpenuhi dan bila lebih dapat dijual sebagai tambahan penghasilan keluarga.

Seirama dengan Kabid PSP narasumber Syafri Edi Peneliti Madya BPTP Jambi, menambahkan bahwa budidaya hidroponik sangat cocok dilaksanakan dan dikembangkan di daerah perkotaan seperti Kota Jambi yang penduduknya relatif banyak dan alih fungsi lahan pertanian ke non pertanian terutama untuk perumahan dan fasilitas umum lainnya dari tahun ke tahun selalu meningkat, maka teknologi hidroponik sangat cocok dikembangkan di Kota Jambi.

Budidaya hidroponik tidak mengenal musim dan waktu, kapanpun teknologi ini bisa dilaksanakan, apa lagi pada saat musim kemarau sekarang ini, karena teknologi hidroponik tidak perlu penyiraman, membutuhkan air hanya pada tandon dan relatif sedikit.

Produksi hidropnik berupa sayur hijau, segar dan bebas dari residu pestisida kimia tidak hanya mampu menyediakan kebutuhan sayur untuk keluarga tetapi mampu meningkatkan gizi, memberikan penghasilan tambahan bahkan dapat sebagai sumber pendapatan utama bagi keluarga, karena produksi sayur hidroponik mudah dipasarkan.

Materi hidroponik yang diberikan meliputi berbagai sistem dan teknologi mulai dari yang sederhana dengan menggunakan barang-barang bekas seperti bekas tempat air mineral, box styrofoam bekas buah, jeriken bekas minyak, ember, kaleng, botol, gelas bekas es walls sampai teknologi hidroponik menggunakan pipa paralon seperti sistem NFT, FHS, DRF, DFT, Wick Sistem dan Vertikultur Sistem.

Tidak hanya teori dengan gambar-gambar hidroponik berbagai sistem melalui infokus tetapi juga dilakukan praktik langsung, terutama hidroponik yang sederhana, sehingga peserta dapat mengerti dan paham apa dan bagaimana budidaya hidroponik.

Praktik persiapan bahan-bahan untuk teknologi hidroponik seperti pembuatan netpot dari bekas gelas es walls, membuat sumbu dari kain planel, membuat media tanam dari jeriken bekas tempat minyak, botol bekas air mineral, box styrofoam bekas buah, menyemai menggunakan sekam bakar dan rockwool, pindah tanam ke netpot, dan ke tempat penanaman pemberian nutrisi sampai pada panen dan pasca panen.

Bahan-bahan untuk praktik ini sudah disiapkan narasumber sebelumnya.

Tidak terasa lebih dari 5 jam waktu berlalu, begitu semangatnya ibu-ibu KWT ini.

Kegiatan ditutup dengan diskusi, ramah tamah, makan bersama dan tidak lupa berfoto bersama sebagai kenang-kenangan serta keakraban dengan sesama peserta, panitia pelaksana dan narasumber.