JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

BPTP Jambi tahun 2019 akan mendapat tugas untuk menyelenggarakan Program Bekerja (Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera) melalui penyebaran bibit ayam KUB. Mendukung kegiatan tersebut akan dilaksanakan juga Perbibitan Ayam KUB Strata I.

Guna mempersiapkan diri, BPTP Jambi turut menghadiri undangan FGD Program Bekerja dengan tema : Pemantapan Pola Perbibitan Ayam KUB Mendukung Program Bekerja di Bandar Lampung pada tanggal 29-30 November 2018. Hari pertama kegiatan berupa forum pertemuan dan hari kedua melakukan kunjungan lapangan.

FGD hari pertama setelah protokoler dari panitia langsung dibuka Panel Sesi I yang dimoderatori oleh Ka. BPTP Lampung dengan 4 narasumber yaitu : Kapuslitbangnak, Ka. BBP2TP, Direktur PT. Sumber Unggas dan Inspektur III Itjend Kementan. Sedangkan Panel Sesi II berisi pemaparan progres kegiatan Bekerja dan Perbibitan Ayam KUB oleh beberapa BPTP yang telah melaksanakannya.

Pada tahun 2018 program Bekerja di Lingkup BBP2TP telah dilaksanakan oleh 3 BPTP yaitu : Lampung, Jawa Barat dan Nusa Tenggara Barat. Sedangkan kegiatan perbibitan mendukung program Bekerja juga dilaksanakan oleh BPTP Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta dan Banten.

Program Bekerja dilaksanakan untuk memastikan pengentasan kemiskinan desa dan peningkatan kesejahteraan berbasis pertanian. Hal ini merupakan implementasi dari Nawacita ke 5 dan dilaksanakan berdasarkan Permentan Nomor 20/Permentan/RC.120/5/2018.

Sesuai tupoksinya Balitbangtan menyelenggarakan program bekerja melalui penyebaran bibit unggul (tanaman dan ternak) guna meningkatkan kapasitas masyarakat miskin dalam melaksanakan usaha pertanian sehingga berdampak pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan mereka.

Kegiatan bekerja mencakup aspek administratif, teknis dan sosial yang harus dilaksanakan secara simultan untuk mencapai keberhasilan. Aspek administratif berupa penetapan Rumah Tangga Miskin (RTM) calon penerima bantuan, pengadaan barang dan jasa serta pendataan perkembangan kondisi ayam di lapangan.

Sinergisme pelaksanaan aspek administratif dan teknis harus terlaksana dengan baik terutama menyangkut timing pengadaan dan updating data lapangan. Terselenggaranya pengadaan bantuan ke RTM dan terlaksananya budidaya ayam yang baik di masyarakat, sesungguhnya belum berarti tugas Kegiatan Bekerja selesai.

Karena kegiatan harus berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat, maka pendampingan perlu terus dilaksanakan hingga hilirisasi produk berjalan dengan baik. Terkait dengan pengelolaan pemasaran dan sistem produksi, perlu dibentuk kelembagaan yang dinamis dan dapat diterima oleh semua pihak.