JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Kegiatan Worshop dan Seminar KTI dilaksanakan pada tanggal 6-8 November 2018 di Bogor. Acara dibuka oleh Kepala Badan Litbang Pertanian dan dihadiri oleh Sesba, Kapus, Ka. Balit dan Ka. BPTP serta Penjab Kegiatan Kawasan, Agrimart dan Kegiatan Perbatasan. Dari BPTP Jambi hadir Kepala Balai Dr. Rustam, S.P., M.Si dan 3 orang peneliti (Ir. Endrizal, M.Sc, Ir. Julistia Bobihoe dan Ir. Bustami).

Dalam arahan Kepala Badan Litbang Pertanian, diingatkan kepada semua PNS agar tidak terlibat dalam kegiatan politik apalagi mendukung salah satu calon Pilpres. “Yang berpolitik harus keluar dari PNS/ASN”, tegasnya.

Sebagai pegawai Litbang/Kementan harus menghargai karya dan hasil-hasil penelitian yang sudah diperoleh, jangan terpengaruh dengan isu-isu yang mendiskreditkan pemerintah. Semua keluarga besar Badan Litbang / peneliti harus mendukung kebijakan pemerintah. 

Insya Alloh akan diupayakan peraturan mengenai Batas Usia Pensiun (BUP) Peneliti Pertama - Madya 65 tahun dan Peneliti Utama/ Prof. sampai 70 tahun. Peneliti senior harus dikelola untuk membina dan membantu peneliti yunior.

“Kita jangan tergiur dengan pujian, karena pujian itulah yang akan mencelakakan kita nantinya”, Pesan Kepala Badan.

Setelah pembukaan oleh Kepala Balitbangtan, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Drs. Isroil Samihardjo, Mdef.Stud dari Sekolah Tinggi Intelijen Negara dengan topik: “Peran Intelijen dalam Mencegah, Menangkal dan Menanggulangi Ancaman Senjata Biologi”.

Kesimpulan dari penyampaian materi Bapak Isroil memberikan rekomendasi dari BIN bahwa Kementerian Pertanian sebaiknya menerapkan prinsip-prinsip intelijen agar kebijakan yang diambil sesuai dengan kepentingan nasional.