JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

KOTA JAMBI - Meski dalam suasana mendung, Kegiatan Temu lapang Petani, Penyuluh dan Peneliti yang difasilitasi oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jambi berlangsung hangat. Kegiatan ini dilaksanakan di RT 16 Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, pada Kamis, 01 November 2018. Diikuti 170 peserta yang terdiri dari kelompok tani se-Kota Jambi, kelompok wanita tani se-Kota Jambi, anggota KTNA, penyuluh dan peneliti serta undangan yang dihadiri oleh Asisten II Kota Jambi, Camat Alam Barajo dan Lurah Kenali Besar.

Temu Lapang ini diadakan dalam rangka mentransfer teknologi peneliti kepada penyuluh dan petani dalam mengembangkan budidaya padi di lahan sawah irigasi. Di lokasi kegiatan terdapat demplot budidaya padi umur 90 HST seluas 6 Ha oleh Kelompok Tani Kenali Makmur. Permasalahan berupa serangan hama Wereng Coklat pada areal demplot menjadi perhatian peserta kegiatan. Hendri Purnama, SP., M.Si selaku Koordinator Wilayah (Korwil) Kota Jambi membuka diskusi dengan presentasi pembuka “Teknologi SALIBU” selanjutnya Kasie Kerjasama dan Pelayanan Pengkajian (KSPP) Dr. Lutfi Izhar, M.Sc memberikan materi Budidaya Beras Merah Inpari 24. Diskusi berlangsung dengan penuh antusias dan penuh keakraban.

Dalam Temu Lapang ini dipaparkan bagaimana upaya peningkatan produksi padi nasional melalui berbagai teknologi budidaya padi yang sudah dikembangkan di Indonesia. Salah satunya adalah teknologi budidaya padi salibu. Penerapan budidaya padi salibu mempunyai keuntungan diantaranya adalah hemat waktu, tenaga dan biaya.  

Besar harapan petani untuk didampingi baik oleh penyuluh, pengamat OPT maupun peneliti dalam usaha budidaya padi. BPTP mempunyai peran dalam merakit hasil inovasi teknologi dari Balai Penelitian untuk disampaikan ke pengguna.