JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Jeruk Siam merupakan salah satu komoditas yang telah lama dibudidayakan khususnya di Kecamatan Batara, Tanjung Jabung Barat. Dalam perkembangan budidaya jeruk yang pada awalnya tumbuh dengan baik, namun setahun belakangan ini terdapat beberapa serangan penyakit. Serangan penyakit yang banyak menyerang adalah penyakit Blendok/Diplodia, sedangkan serangan CVPD dianggap nihil sampai dengan saat ini. Serangan penyakit Diplodia ini didukung dengan pengamatan di lapangan (Kec. Batara) oleh peneliti dari Balitjestro dan BPTP Jambi, serta POPT dari Provinsi Jambi, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kab. Tanjung Tabung Barat dan staf, kepala BP3K, PPL dan ketua kelompok tani pada hari Rabu, 31 Oktober 2018.

Gejala penyakit tersebut bermula dari timbulnya blendok (gum) di sekitar batang, cabang, atau ranting. Jenis Diplodia basah apabila batang tersebut mengeluarkan blendok kuning keemasan dan pada stadia lanjut kulit tanaman akan mengelupas, sedangkan jenis diplodia kering gejala berupa terdapatnya jamur warna putih atau hitam pada bagian celah kulit. Serangan yang berbahaya sehingga akan mengakibatkan tanaman mati.

Upaya pengendalian yang dilakukan antara lain: 1). Menjaga kebersihan kebun dengan memangkas ranting kering atau cabang yang kering sekaligus dibakar. 2). Menjaga alat pertanian yang steril seperti diolesi Alcohol 70% atau Clorox 0,5% sebelum digunakan. 3). Melabur batang dan cabang dengan bubur California atau fungisida yang berbahan aktif Cu (peleburan dilakukan pada awal dan akhir musim hujan.